
Dengan langkah Cepat Rocky melaksanakan tugas nya sementara Zhen yang masih tetap tinggal untuk menunggu perintah selanjutnya dari Dion
...----------------...
Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota J
saat ini via tengah terlihat celingak-celinguk di sebuah toko elit khusus Pakaian Pria, ia terlihat kebingungan sendiri dengan apa yang ingin dia lakukan
"Begitu banyak Jaz di sini, apa om heru bakal suka kalo aku kasih dia hadia pakaian, tapi kan keluarga 'Shin' juga orang kaya jadi aku rasa mereka tidak akan kekurangan satu apapun" kata Via yang bergumam sendiri di tengah kebingungan nya
Tak berselang lama, ketika tengah sibuk melihat-lihat semua koleksi yang ada di toko itu, tanpa sengaja ekor matanya menangkap sebuah benda yang tiba-tiba membuat nya menghentikan langkah nya
"Dasi.!" Ucap nya dengan suara lirih
Via tersenyum seolah ia baru saja menemukan sebuah ide cemerlang yang cukup memuaskan dirinya sendiri
Dengan perlahan ia mulai mendekat pada sebuah lemari kaca yang di dalam nya terdapat beberapa jenis dan bentuk Dasi serta
Terlihat seorang wanita muda yang mengenakan pakaian seragam layak nya seorang pelayan yang melayani pembeli (Costumer)
"Permisi Nona, apa ada yang bisa saya bantu...?" tanya nya dengan suara yang ramah
"Aaa,, iya mbak, saya mau dasi ini tapi saya bingung dengan pilihan model nya, soalnya banyak banget" kata Via yang sambil tersenyum kikuk dengan kebingungan nya
"Apa saya boleh tau, nona mau membeli dasi ini untuk siapa, Eemm... maksud nya kisaran umurnya (tipe) berapa barangkali saya bisa membantu" ujar Pelayan itu lagi
"Kira-kira umur ya sekitar 50an, sebenarnya saya mau beli dasi ini buat di kasih ke orang tua nya pacar saya, tapi saya bingung kira-kira cocok nggak ya kalo saya kasih hadiah ini buat beliau" kata Via lagi yang tanpa sadar membuat pelayan itu tersenyum tanda mengerti dengan apa yang di maksud oleh Via
Pelayan itu pun mendekat dan perlahan membuka lemari kaca itu, ia mengambil sebuah Dasi dengan model yang sederhana namun memiliki kualitas yang baik dan harga yang cukup fantastis tentunya
"Menurut saya tipe model ini cocok untuk untuk di pakai calon mertua anda nona, saya jamin beliau pasti akan menyukai nya" ujar pelayan itu seraya memperlihatkan model dasi yang ada di tangan nya
tanpa sadar Via jadi tersipu saat mendengar si pelayan tanpa sengaja telah menekan kan kata Calon mertua padanya
"Mbak, bukan calon mertua tapi dia ayah nya pacar saya" kata Via yang mencoba menjelaskan
"Ah.. nona ini tidak perlu merasa malu, ayah pacar sama artinya dengan ayah mertua jadi nona tidak perlu menutupi ya dari saya, saya sangat mengerti dengan maksud nona" kata pelayan itu yang membuat Via semakin salah tingkah
Via mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya, ia takut ada yang mendengar pembicaraan nya dengan si wanita itu, bukan ia merasa malu atau bermaksud untuk menutupinya, hanya saja Via merasa belum siap jika ada yang mengetahui tentang hubungan nya tersebut
Beberapa saat kemudian...
Via segera berlalu meninggalkan pusat perbelanjaan itu setelah menyelesaikan transaksi nya atas barang-barang yang ia beli
Di sebuah Restoran
Terlihat seorang pria yang saat ini tengah duduk di kursi VIP di restoran itu, Ia terlihat gelisah menatap ke arah jam tangan nya sambil sesekali menengok ke arah pintu masuk
Pria itu tak lain adalah, Guan yang sedang menunggu kedatangan sang kekasih
Tak berselang lama terlihat seorang wanita muda yang baru saja memasuki Restoran itu dengan berjalan santai sambil sesekali melirik kanan kirinya mencari keberadaan seseorang yang ingin ia temui, tak lama kemudian akhirnya Via pun menemukan sosok pria yang sedang ia cari dan sudah menunggunya sejak tadi
Dengan langkah terburu-buru via berjalan. Menghampiri Guan yang sudah menunggu nya dengan sebuah senyuman manis yang ia suguhkan sebagai sambutan
"Mas, maaf aku membuat mu menunggu lama, aku terjebak macet di jalan jadi tidak bisa sampai tepat waktu" ujar Via saat baru saja tiba berhadapan dengan Guan dan menjelaskan apa yang menjadi penyebab ia datang terlambat
"Sayang gak papa aku ngerti kok, jam segini memang udah jadwal nya jalan raya yang padat, lagian aku juga baru kok di sini jadi kamu gak perlu merasa tak enak" kata Guan yang sedikit berbohong agar tak membuat via merasa tak nyaman karna telah membuat nya menunggu
Guan pun menarik sebuah kursi untuk Via duduki, Tak lama kemudian datang beberapa pelayan Restoran itu masing-masing sambil membawa Nampan berisi berbagai jenis hidangan di tangan mereka
Via sempat merasa heran dengan kedatangan para pelayan itu, pasalnya ia baru saja tiba di restoran itu dan belum ada beberapa menit namun hidangan telah tersaji dengan begitu cepat di hadapan nya
Ada Udang barbeque, Kepiting saos, dan banyak lagi berbagai macam jenis hidangan Laut yang sudah di pesan secara khusus oleh Guan sebelumnya
Via menatap satu persatu Semua jenis hidangan itu
(Semua hidangan nya aneka seafood, sedangkan aku alergi terhadap beberapa Jenis seafood, Gimana aku ngomongnya sama mas Guan kalo aku alergi terhadap beberapa makanan tertentu ini, takutnya dia akan sakit hati jika aku menolak nya karna bagai mana pun dia sudah susah payah memesan semua ini untuk ku, tapi jika aku memaksakan diri untuk memakan nya, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku selanjutnya) Gumam Via dalam hati nya yang merasa bimbang untuk menentukan apa yang harus ia lakukan terhadap makanan yang ada di hadapan nya saat ini
Guan menyadari bahwa Ada yang aneh dengan tatapan mata Via terhadap makanan yang ada di hadapan nya
"Sayang kamu kenapa, apa kau tidak suka dengan makanan yang sudah ku pesan ini, jika ia maka aku akan segera memesan kan yang baru untuk mu dan..."
"Tidak mas, Gak usah repot-repot untuk memesan lagi, aku suka kok makanan nya, lagian kan sayang udah di pesan masa gak di makan" ujar Via yang menyahut dengan cepat sebelum Guan benar-benar mengganti kan semua menu itu untuk nya
Guan tersenyum lega saat mengetahui bahwa sang kekasih ternyata menyukai makanan nya yang sudah ia pesan secara khusus itu
Meski dengan perasaan yang Ragu dan tak karuan, Via mencoba memberanikan diri untuk mengambil Sepasang sendok dan garpu kemudian bersiap untuk mengambil sebuah potongan udang yang ada di piring
.
.
.
BERSAMBUNG