My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 20



Guan menatap Via dengan perasaan yang berkecamuk dalam pikiran nya, Perlahan kaki nya melangkah sedikit demi sedikit dan mulai mendekat pada Via tanpa mengalihkan tatapan matanya yang terpaku pada seorang wanita muda yang saat ini tengah berdiri di hadapan nya


Via hanya terdiam seribu bahasa tanpa tau harus berbuat apa, sejujurnya ia juga merasa canggung dengan situasi mereka saat ini


'CUP' sebuah ciuman hangat langsung mendarat di bibir manis nya, Via yang saat itu tidak punya persiapan apapun terhadap serangan tiba-tiba itu


tentu saja ia sangat terkejut dengan perlakuan Guan terhadapnya, Namun entah mengapa di saat hatinya berusaha ingin memberontak namun fikiran nya justru malah semakin mendorong nya untuk memberi balasan atas Sikap Manis yang di berikan Guan


POV Via


Degh Degh Degh


Entah mengapa mataku terasa menjadi sulit untuk di buka, Aku merasakan Jantung ku yang berdetak lebih kencang dari biasanya, Dia semakin dekat dan semakin dekat setiap ia selangkah lebih maju maka ku pikir detak jantung ku akan bertambah satu detik lebih cepat


Saat aku berusaha keras untuk tetap bersikap tenang dan membuang jauh-jauh fikiran negatif ku Namun Seketika usahaku langsung musnah dan sia-sia begitu saja, Ketikan b*bir Kenyal itu langsung menempel di b*bir ku dan tentunya membuat aku sangat terkejut dan hampir tak bisa mengendalikan keseimbangan ku karna memang aku tidak memiliki persiapan apapun sebelum nya


sejujurnya aku tidak mengerti tentang situasi apa yang ku hadapi saat ini, Di sisi satu sebenarnya aku tidak rela untuk pindah dari apartemen ka Guan, namun entah mengapa aku merasa seperti berada dalam kondisi yang sangat sulit untuk di jelaskan, DILEMA itu lah yang ku rasakan, antara ingin pergi atau tetap tinggal di sisinya dan selalu dekat dengan nya, Aahhh! pokok nya aku merasa sudah hampir Seperti orang gila


Dan lagi apakah ciuman ini benar-benar nyata? jika ia maka aku telah kehilangan Ciuman pertamaku


Tidak-tidak ini tidak benar, aku rasa aku tengah berhalusinasi dan aku butuh bantuan pada siapa saja, Tolong barang kali ada yang mau menolong ku untuk menyadarkan ku agar aku berhenti berhalusinasi Seperti ini


"Sssttttt" Auww! Tidak ini benar-benar nyata, ka Guan baru saja menghisap bibir ku


Ya Tuhan Maafkan aku, Tapi aku benar-benar bingung sekarang dan aku tidak tau harus berbuat apa


POV author


Guan tak memberi kesempatan sedikitpun pada Via agar bisa melepaskan diri, ia terus menerus ******* Bibir Via dan sesekali menghis*p nya tanpa merasa ragu


Via hanya bisa pasrah dan membiarkan apa yang di lakukan Guan terhadap nya, meski hatinya ingin menolak dan memberontak namun ia tetap bisa di kalahkan oleh Fikiran nya yang diam-diam menerima perlakuan itu dengan penuh keyakinan


Beberapa saat kemudian


Guan melepaskan Ciuman nya saat menyadari ia hampir saja membuat Via kehabisan Nafas


"Huhs Huhs Huhs" Suara Nafas Via Yang begitu memburu


Guan menempel kan kedua tangan nya pada Kedua belah pipi via, perlahan ia mencoba Mengangkat wajah itu dan menatapnya dengan tatapan penuh Cinta dan Gairah, entah mengapa tiba-tiba Via juga bisa merasakan ada nya sebuah ketulusan dari dalam mata itu


"Rani Aku menyukai mu"


Seketika Via merasakan seolah baru saja ia mendengar sebuah ledakan kembang api yang begitu Meriah Yang ia sendiri tidak tau dari mana asalnya


"Ka ka Guan!"


"Rani aku sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi sekarang, hari ini aku akan mengatakan yang sebenarnya padamu Sejak Pertama kali aku melihat mu hari itu, entah mengapa aku merasakan sesuatu hal yang sangat berbeda dari hatiku, aku tidak pernah merasakan hal ini sebelum nya saat aku dekat dengan wanita manapun, tapi entah mengapa saat aku bersama mu, aku merasakan seperti aku telah mendapat sebuah kedamaian dan kenyamanan yang berbeda dan sekarang aku menyadarinya kalau aku telah Jatuh Cinta padamu"


Via terdiam untuk beberapa saat, fikiran nya saat ini tengah berusaha untuk mencerna setiap kata-kata yang di lontarkan oleh Guan terhadapnya, ia menatap wajah dan sepasang mata itu dengan seksama dan berusaha mencari kebohongan di sana namun ia sama sekali tidak menemukan apapun kecuali sebuah ketulusan


"Apakah aku sedang bermimpi, atau kah ini hanya semacam ilusi yang hanya mengganggu, ah aku rasa otak ku benar-benar sudah tidak waras" gumam via yang masih merasa tak bisa mempercayai apa yang baru saja di dengarnya


Guan menatap wajah Via dengan tatapan mata yang berkabut, Tanpa banyak bicara Guan langsung membawa Via kedalam pelukan nya sehingga wanita muda itu kini kembali di sadarkan oleh kenyataan yang sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh nya


"Ka Guan!" ucap Via tanpa bisa melanjutkan kata-katanya saat berada dalam pelukan Pria itu


"Rani aku tidak peduli seberapa keras kau berusaha untuk menyangkal nya, aku tidak akan pernah melepaskan mu karna aku sangat yakin kalau kau juga menyukai ku" kata Guan dengan tegas dan penuh keyakinan


"Dari mana ka Guan tau kalau aku juga suka sama ka Guan?" tanya Via


"Sikap mu, dari sikap mu aku bisa melihat nya dengan jelas, setiap kali kau selalu mencuri pandang terhadap ku dan aku rasa aku tidak perlu menjelaskan secara detail tentang semuanya karna yang terpenting sekarang aku hanya ingin mendengar langsung dari mulut mu apakah kamu juga mencintai ku?" kata Guan seraya menatap kearah Via dengan penuh harap


Dalam hati Via telah bersorak kegirangan seolah ia baru saja memenangkan sebuah jackpot besar yang bernilai Ratusan bahkan milyaran rupiah


"Ka Guan, bagai mana Mungkin aku akan mengatakan kalau aku tidak menyukai mu sementara kau sudah mencuri Ciuman pertamaku" Ujar Via yang berkata seraya menundukkan kepalanya dan merasa malu untuk menghadap Pada Guan


Guan Langsung tersenyum saat mendengar apa yang di katakan oleh Via yang Tanpa di sadari terdengar seperti sesuatu yang lucu sekaligus merasa bangga


"Apa itu artinya, aku bisa menganggap nya sebagai kata 'IYA' atas jawaban pernyataan cinta dariku?"


"Uumm" jawab via dengan anggukkan tanpa ragu sambil mengulum senyum malu


Tanpa basa-basi Guan kembali membawa Via kedalam pelukan nya, Rasa bahagia yang tak dapat terlukiskan dengan apapun, kedua insan yang saat ini tengah di mabuk cinta tanpa mempedulikan di sekitar nya yang saat ini sepasang mata tengah mengawasi dengan perasaan yang haru sekaligus jengkel yang bercampur aduk menjadi satu


.


.


.


BERSAMBUNG