My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 27



Mendengar teriakan Dion yang meminta anggota nya mundur, Zhen bergegas memberi kode pada yang lainnya untuk segera meninggalkan tempat itu sebelum mereka benar-benar kalah


"Semua nya, MUNDUR!" Teriak Zhen pada anggota 'Black klan'


Jika Sebelumnya mereka berfikir kalau Via hanya datang seorang diri tanpa ada yang menemani nya, namun ternyata mereka salah besar, Via yang jauh lebih pintar dalam menjalankan strategi nya, sebelumnya ia sudah merencanakan semuanya dengan sangat Matang sebelum melakukan tindakan


ia tau sebuah pertempuran akan terjadi saat ia telah menampakkan diri nya di hadapan Dion dan anak buahnya


Saat melihat beberapa Anggota nya yang tersisa (Masih hidup) kini telah pergi meninggalkan tempat itu, kini giliran Dion yang Berusaha mencari Celah untuk bisa kabur dari serangan yang di berikan via padanya hingga beberapa saat ia pun menemukan kesempatan itu di saat Via yang terlihat Lengah


Namun nyatanya Via ternyata memang sengaja memberikan kesempatan agar mereka bisa pergi sehingga ia hanya menyunggingkan sebuah senyuman tipis saat melihat Dion dan anak buah nya yang telah Kabur dari pertempuran itu


Melihat semuanya sudah berakhir, Robi dan Mira segera menghampiri Via


"Ketua kau baik-baik saja?" tanya Mira yang mengkhawatirkan keadaan Via


"Aku baik-baik saja, Mira apa mereka sudah aman?" Kata Via yang menanyakan Keadaan Guan dan asisten nya


"Mereka sudah aman, Alan membawa mereka ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan" Ujar Mira yang berkata dengan nafas yang terengah-engah


"Ketua, Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Robi


"Aku belum tau, Sebaiknya perintah kan pada anggota yang lain untuk membereskan mayat-mayat ini sebelum polisi menemukan nya" Titah Via pada Robi


"Baik ketua"


Sementara Robi dan beberapa Anggota nya yang lain tengah membereskan Mayat-mayat Dari anggota 'Tough brave' dan 'Black klan' yang telah Gugur dalam pertempuran itu


Via dan Mira segera Pergi menyusul Ke rumah sakit tempat di mana Alan membawa Guan dan David untuk di obati


Di perjalanan


"Ketua, apa kau yakin akan mengatakan pada tuan muda shin tentang siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Mira


"Aku sudah yakin mir, Lagi pula dia berhak untuk tau tentang jadi diriku yang sebenarnya, Jika dia tidak menyukai profesi ku yang seperti ini maka dengan begitu aku dan dia tidak perlu berjalan terlalu jauh dalam hubungan ini" Kata Via yang berbicara dengan tatapan mata yang kosong


"Baiklah jika itu mau mu, kami hanya. Isa mendukung mu dengan apa yang sudah kau pilih sebagai jalan mu, maafkan aku sebelumnya jika perkataan ku akan menyinggung perasaan mu akan tetapi menurutku, jalan yang kau pilih saat ini adalah yang terbaik, dengan begitu kau bisa melihat apakah tuan muda Shin benar-benar tulus mencintai mu, jika ia maka dia akan bisa menerima mu apa adanya dengan segala yang ada pada dirimu tanpa mempedulikan Profesi mu sebagai pemimpin geng Mafia"


tanpa memberikan Respon terhadap apa yang di katakan oleh Mira, Via hanya diam dan mencerna setiap kata-kata yang di lontarkan oleh Temannya itu


Mira sangat mengerti dengan keadaan Via saat ini, Ia dapat melihat dari tatapan mata yang kosong dari Gadis itu


Sementara Yudha yang Tengah fokus menyetir dan sesekali melirik ke arah bangku penumpang di mana Via Duduk kemudian ia juga beralih menatap ke arah Mira yang ada di samping nya


keduanya hanya bisa saling menatap satu sama lain seolah sedang berbicara melalui bahasa isyarat


"Ketua, Kau tidak perlu merasa Sedih atau pun bimbang, kami akan selalu ada di manapun dan kapan pun untuk mu dan jika kau membutuhkan bantuan kami maka kami akan dengan senang hati melakukan apa saja untuk mu, jika Tuan muda Shin berani menyakiti mu maka kami tidak akan tinggal diam untuk mu dan kami akan memberinya pelajaran yang akan dia ingat seumur hidup nya "


DEG_ mira dan Yudha saling melempar tatapan satu sama lain, sesaat kemudian mereka pun saling tersenyum lega saat mengetahui bahwa Ketua mereka saat ini ternyata masih bisa di ajak bercanda


"Ketua, apa Aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Yudha tiba-tiba


"Katakan" Jawab Via Singkat


"Jika kita punya tangan kiri dan kanan dan semuanya memiliki jari dengan Namanya masing-masing dari mulai Jari kelingking, jadi manis, jari tengah, jari telunjuk, dan ibu jari, tapi yang bikin aku bingung sampai sekarang cuma satu dan sampai sekarang aku masih belum menemukan jawabannya"


"Jangan teruskan, aku tau arah pertanyaanmu Yang menanyakan keberadaan Si bapak jari kan?" sahut Via sambil dengan mata yang terpejam


Sontak Yudha dan Mira tertegun saat mendengar candaan mereka yang ternyata tidak manjur pada Via


"Eemm, e hehee, ketua kau sudah bisa menebaknya, kalau begitu lebih baik aku diam saja deh" Ujar Yudha di sertai Cengiran nya serta sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Yud Yud, lagian kamu gak ada bahan candaan lain apa" Sahut Mira sambil geleng-geleng kepala


"Jangan salahkan Dia mir, wajar kalau dia ingin tau di mana keadaan Si bapak jari, karna sebelum dia lahir Si bapak jari kan udah gak ada" Sahut Via lagi yang spontan membuat Yudha menginjak Rem secara mendadak dan Membuat Mira juga Via hilang keseimbangan dan hampir saja tersungkur kedepan


Yudha dan Mira sama-sama tercengang dengan Jawaban Via, kedua nya Berbalik kebelakang secara bersamaan dan menatap penuh selidik terhadap Gadis di Belakang Mereka


"Ketua, maksudmu si bapak jari sudah mati?" tanya Yudha


"Gak" Sahut via dengan ekspresi jutek


"Lah terus?" Tanya Mira yang ikut penasaran


"Goblok! (Sambil menoyor kepala Mira dan Yudha secara bergantian) Tentu saja Karna si bapak jari kan emang gak pernah ada, lagian logika macam itu Balita aja ngerti kali" ujar Via yang berbicara tanpa rasa bersalah yang membuat Mira dan Yudha merasa dongkol dengan jawaban nya


Mereka berbalik dan kembali pada posisi masing-masing, Tanpa bicara sepatah kata pun Yudha langsung menginjak pedal gas dan menjalankan kembali Mobil Meraka hingga sampai ke Rumah Sakit


...----------------...


Di sebuah Ruangan


Guan dan David berada di Ruangan yang sama setelah mendapatkan perawatan medis dari dokter


hanya perlu menunggu beberapa saat lagi Mereka sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter


.


.


.


BERSAMBUNG