My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 22



"Aku ingat sekarang!" kata Robi yang sontak mengejutkan Mira dan Alan serta Yudha


"Robi, katakan?" tanya Alan


"Pria itu memang benar mata-mata yang di kirim oleh Dion, Mira kau ingat sewaktu kita sedang berada di restoran itu untuk menemui klien dan seorang pria telah menabrak salah seorang pelayan di sana?" tanya Robi pada Mira


Mira terdiam sejenak dan mencoba mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu


"Iya, sekarang aku sudah ingat, Pria itu juga memakai sapu tangan yang sama yang terikat di pergelangan tangan kanan nya"


"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Yudha


"Sebaiknya Kita Harus melaporkan masalah ini pada ketua dulu, Kita tidak bisa bertindak begitu saja tanpa ijin dari nya" ujar Robi yang lagi-lagi membuat Alan dan Yudha serta beberapa anggota 'Tough brave' yang lainnya nya di sana merasa terkejut dengan apa yang di katakan oleh Robi yang menyebutkan pemimpin Gangster mereka


"Apa? Robi bukan kah Ketua!" Tanya Alan yang menggantung


Sebelum menjawab pertanyaan Alan, Robi terlebih dahulu Menatap pada Mira dan Mira pun Mengangguk padanya seolah ia mengerti akan arti tatapan itu, kemudian Robi menatap nanar satu persatu Pada semua teman-teman nya (Anggota 'Tough brave')


"Semuanya Sebelumnya tolong maaf kan aku, selama ini aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal besar ini dari kalian tapi aku melakukan nya hanya demi mentaati perintah dari Ketua dan juga untuk kebaikan nya, Sebenarnya Ketua masih hidup dan dia baik-baik saja sekarang, mungkin untuk saat ini aku tidak bisa menjelaskan pada kalian secara langsung akan tetapi Satu hal yang kalian harus tau, selama ini ketua tidak pernah meninggalkan kita, bahkan tanpa sepengetahuan kalian dia pernah beberapa kali datang ke markas Secara diam-diam hanya untuk melihat keadaan Kalian di sini karna sejujurnya dia pun juga merindukan kalian semua disini serta mengkhawatirkan keadaan kita semua dan 'Tough brave' Namun di karenakan keadaan yang tidak memungkinkan untuk ia kembali sehingga untuk sementara waktu Ketua terpaksa harus tetap Hidup dalam penyamaran"


"Sejujurnya ini adalah kabar yang paling membuat kami bahagia, tapi! Robi bisakah kau memberi sedikit penjelasan pada kami, mengapa ketua harus menjalani penyamaran dan apa alasan nya " tanya Alan


"Alan kau tau saat ini Dion tengah semakin meraja Lela, dia belum puas dengan hanya mendengar kabar tentang kematian Ketua, selama dia tidak melihat Jasad nya maka dia tidak akan pernah bisa percaya begitu saja dan dia juga terus berusaha untuk menyelidiki dan mencari tau Keberadaan ketua yang sebenarnya" jelas Robi


"Jika begitu! Lalu apa kau pikir dengan memberi tau pada ketua tentang masalah ini, maka Dion akan berhenti berulah dan apakah menurut mu perbuatan itu sudah benar?" Sahut Mira yang tiba-tiba membuat semua orang Bingung dan bertanya-tanya tentang apa maksud dari perkataan nya


"Mira apa maksud mu?" tanya Yudha


"Tidak kah kalian pernah berfikir kalau Masalah yang kita hadapi saat ini adalah salah satu jebakan yang di buat oleh Dion untuk memancing Agar ketua segera keluar dari persembunyiannya" ujar Mira yang sontak membuat Semua orang Tersadar


Penjelasan dari Mira telah membuat Mereka tiba-tiba Tersadar dan berpikir dengan lebih mendalam dan jernih


"Robi, yang di katakan Mira ada benarnya juga bisa jadi Dion sengaja membuat jebakan untuk memancing Kemunculan Ketua" Ujar Yudha yang setuju dengan pendapat Mira


Robi Seketika juga merasa tertampar dengan apa yang baru saja di katakan oleh Mira, dalam hati ia merutuki dirinya sendiri, bisa-bisa nya dia sama sekali tidak terpikir ke arah sana, beruntung Mira segera menyadarinya sebelum mereka benar-benar masuk kedalam perangkap Dion dengan lebih jauh lagi


...----------------...


Di Luar saat ini Suasana malam hari yang terlihat begitu mendung dan Gerimis yang Turut membasahi bumi serta Kilat yang menyambar beberapa kali


Terlihat saat ini Via tengan bergelut dengan peralatan dapur untuk membuat kan beberapa hidangan sederhana untuk makan malam nya bersama pria yang saat ini telah resmi menjadi kekasih nya


jika selama beberapa tahun sebelumnya Via tidak pernah merasakan betapa ia sangat bersemangat dalam menjalani kehidupan dan aktivitas nya seperti saat ini


POV Via


sejujurnya aku juga tidak mengerti dengan sikap ku saat ini, aku merasa sangat bahagia dan jauh lebih bersemangat dari sebelumnya mungkinkah ini yang di namakan CINTA PADA PANDA PERTAMA, aku benar-benar merasa sangat bahagia dan juga sangat bersyukur karena telah di pertemukan dengan sosok pria yang yang sangat Baik dan pengertian meski aku belum mengenal nya lebih dalam namun entah mengapa aku merasakan sangat yakin bahwa dia adalah cinta sejati ku yang telah di kirimkan Tuhan untuk menjadi pelengkap dalam hidupku,


akan tetapi di balik rasa bahagia ini aku masih memiliki keraguan pada diri ku sendiri, Aku merasa kalau dia adalah pria yang tepat untuk mendampingi ku dalam menjalani sisa hidup ini namun ada satu hal yang aku takutkan, aku takut kalau aku bukan lah wanita yang pantas untuk bersanding dengan nya, aku sadar bahwa diriku telah memiliki banyak dosa yang bahkan sudah tidak terhitung lagi, Diriku inibterlalu hina untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan dengan Memiliki atau di miliki oleh seorang pria baik seperti ka Guan, bagai mana pun dia adalah seorang pria yang sangat jujur dan tegas serta kelembutannya pada setiap orang yang sudah mengenal nya/ di kenalnya, rasanya terlalu aneh jika ada yang tau kalau dia memiliki seorang kekasih yang berprofesi sebagai seorang mafia yang bahkan sudah membunuh Ribuan Nyawa yang tak terhitung lagi jumlahnya


Bahkan aku tidak berani berharap Tuhan akan mengampuni dosa-dosa ku selama hidup ini apalagi jika sampai detik ini pun aku masih melakoni pekerjaan itu


Entah nanti bagai mana cara nya aku akan mengatakan yang sebenarnya pada ka Guan, namun untuk saat ini masih belum waktunya dan cepat atau lambat aku akan mengatakan yang sebenarnya pada Ka Guan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman di kemudian hari yang bisa meringankan Kami dan juga hubungan ini


POV author


Sebuah tangan melingkar begitu saja di pinggang ramping Via (Dari belakang)


Via merasakan hembusan nafas hangat yang mengenai leher nya saat Guan menempel kan wajah nya di bahu sang kekasih


"Ka Guan, aku sedang memasak"


"Uuummm" Sahut Guan yang justru malah semakin mempererat pelukannya dan memejamkan matanya serta menghirup lebih dalam aroma Tubuh Via


.


.


.


BERSAMBUNG