My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 38



"Uuffhh ffhh Hahaha, , , " Suara tawa Mira yang akhirnya pecah tak tertahan lagi akibat kepolosan dari seorang Yeyen yang begitu mudah di percaya dengan omongan Via beberapa saat yang lalu


Sontak Suara tawa yang menggelegar itu telah menjadi pusat perhatian orang-orang dan para tamu (pembeli) yang ada di kedai itu


menyadari dirinya telah menjadi pusat perhatian, Mira pun segera mengecilkan suaranya hingga hanya bisa di dengar oleh via dan Yeyen saja


"Ka Mir sih ketawa nya kenceng banget, liat tuh orang-orang pada ngeliatin kita kan" Kata Yeyen


"Lagian gara-gara kamu juga, emang ini kedai Segede apa coba sampe di dalem nya ada restoran segala, Omongan Via pake di percaya" sahut Mira


Benar yang di katakan oleh Mira, dari luar saja sudah terlihat dengan sangat jelas penampilan kedai yang kecil itu, Yeyen menyadari kebodohan nya yang telah gampang mempercayai apa yang di katakan via


"Ka Viiii...." Kata Yeyen seraya menatap via dengan tatapan tajam menahan kesal


Sementara Via hanya bisa tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun terhadap Yeyen, melihat ekspresi Via Yang seolah tak perduli dengan nya membuat Yeyen semakin kesal


"Ka Via, bisa-bisa muka nya malah melengos gitu, gak ada merasa bersalah pula, jahat banget sih" ujar Yeyen yang merasa kesal


"Terus aku mesti gimana coba, lagian aku kan gak bohong, kita akan makan di restoran mewah dan ini adalah restoran mewah yang ku maksud" sahut Via


"iiissshhh" Yeyen mendesis kesal


Beberapa saat kemudian, pesanan mereka pun telah tersaji di atas meja dan siap untuk di santap


Satu porsi bebek panggang utuh serta sayuran lalapan dan juga tak lupa sambalnya yang selalu tak ketinggalan dan itu adalah makanan favorit Via setiap kali makan di kedai itu


sementara menu makan malam milik Yeyen dan Mira hanya ayam goreng lengkuas dan Sup Iga juga Nasi Putih yang tak ketinggalan Masing-masing satu porsi


Yeyen melihat setiap makanan yang tersaji di atas meja dengan tatapan penuh nafsu


"Woahh, kedai ini sangat kecil tapi tak di sangka hidangan yang di jual cukup mewah juga" Kata Yeyen tanpa mengalihkan pandangan nya dari makanan yang ada di hadapan nya


"Aku bilang juga apa, kita akan makan malam di restoran mewah, dan bahkan menu makanan di restoran bintang lima pun akan kalah dengan menu makanan di sini" sahut via sambil mulai menyantap makanan nya


"Benar yang di katakan Ket eh Via, Yeyen kau tau, kedai ini adalah tempat makan favorit Kami sejak kecil, dulu kami sering ke sini untuk makan malam bersama dengan Robi Alan Yudha dan Di, , , Eemm"


Mira yang tak bisa mengontrol ucapan nya yang hampir saja keceplosan menyebut nama Dion, namun seketika ia tersadar dan segera menghentikan nya meski saat ia melihat ekspresi wajah via yang terlihat tak ada reaksi sedikitpun dan tetap fokus pada makanan nya


"Dion! pasti nama itu kan yang ingin ka mir sebut tadi?" Tanya Yeyen yang sontak membuat Via menghentikan suapannya dan menatap tajam pada kedua orang yang ada di hadapan nya itu


Mira menyadari kalau tanpa sengaja ia dan Yeyen telah membangunkan singa yang tertidur, sementara Yeyen hanya bisa diam dan saling menatap pasrah saat menyadari kecerobohan nya yang selalu tak bisa mengontrol ucapan nya dengan baik


"Ka Vi, ma maaf, aku gak bermaksud buat..."


Via mengangkat satu tangan nya memberi isyarat agar Yeyen tak melanjutkan kata-katanya dan Yeyen pun langsung mengerti dan patuh dengan Perintah nya


Untuk sesaat Mira dan Yeyen saling menatap satu sama lain saat melihat via yang kembali melanjutkan makan nya dengan sangat lahap seolah tanpa beban


Yeyen dan Mira pun kini bisa bernafas dengan lega dan mulai memakan makanan mereka yang sudah hampir dingin


Di Kediaman Keluarga 'Shin'


Terlihat dua orang pria muda yang saat ini tengah duduk santai di halaman untuk menghirup udara segar dan manikmati sejuk nya suasana di malam hari


David yang diam-diam memperhatikan sikap Guan yang terlihat tidak biasa, ia tau saat ini tuan nya itu sedang tidak baik-baik saja


"Tuan muda, maaf jika saya telah mengganggu, tapi jika boleh saya ingin memberikan saran pada mu"


"Saran untuk apa?" tanya Guan yang langsung to the poin


"Menyangkut hubungan anda dengan nona Rani"


Guan terdiam sejenak memikirkan tentang Rani, ia sendiri pun masih bingung dengan perasaan nya sendiri, entah mengapa dan bagaimana ia pun tak tau harus bersikap seperti apa untuk menghadapi wanita itu


Guan mengakui tentang perasaan nya terhadap sang kekasih yang kini semakin mendalam, ada rasa rindu yang kian menggebu saat beberapa hari tidak berjumpa, hanya saja ia tidak bisa mengambil sikap terhadap via perihal pekerjaan yang di lakoni nya


"Tuan muda, saya pikir alangkah baiknya jika anda menemui nona Rani terlebih dahulu, bicarakan semuanya secara baik-baik agar bisa lebih jelas dan tidak ada kesalahpahaman lagi di antara kalian, bukan saya lancang hanya saja ini demi kebaikan hubungan kalian berdua, agar tidak terus berlarut-larut dalam kesalahpahaman ini lagi dan kedepannya akan menjadi lebih baik"


Guan menghela nafas sesaat


"David terimakasih atas saran mu, jujur aku sendiri masih bingung harus bagai mana tapi saat kau telah memberi saran, aku tau sekarang apa yang harus ku lakukan"ujar Guan


kemudian Guan pun mengambil ponselnya yang ada di atas meja dan mengetik sebuah pesan singkat yang dikirim kan pada Via


(Temui aku di apartemen, kita perlu bicara empat mata) Isi pesan itu


setelah memastikan pesan itu terkirim, Guan pun meletakkan kembali ponsel nya di atas meja yang terletak di tengah-tengah ia dan David


"Tuan muda, saya pikir bicara di telpon langsung akan lebih baik dari pada mengirimkan pesan saja" kata David yang lagi-lagi menyarankan Guan untuk menelpon Via secara langsung


"Pesan saja sudah cukup untuk sekarang, sebaiknya kau antar aku ke apartemen sekarang juga" ucap Guan seraya berdiri dan mengambil kembali ponsel nya


David pun langsung bangkit dan menyusul Guan yang sudah melangkah meninggalkan nya


Di Mansion Keluarga Maharani


Suasana Yang terasa hangat dan suara televisi yang menggema di seluruh ruangan, saat Ini Via Yeyen dan Mira tengah fokus menonton drama kesukaan mereka


Via yang terdiam sejenak setelah membaca isi pesan dari Guan sambil menggenggam erat ponsel yang ada di tangan nya.


.


.


.


BERSAMBUNG