
Di ruang tamu dalam suasana gelap nya malam tanpa ada sedikitpun cahaya yang menyinari dan hanya ada keheningan yang mencekam
saat ini sepasang manusia itu tengah duduk berhadapan dalam keadaan saling diam tanpa melihat satu sama lain
"Ya ampun kok aku jadi merinding begini yak, mengapa suasana nya menjadi setegang ini, lagian ini si tuan muda ngapain coba pake acara main gelap-gelapan kayak gini mana udah tengah malam lagi, jangan bilang dia punya gangguan mental mana sesuai sama nama nya pula, Gangguan gangguan jangan berulah sekarang karna aku tidak tau bagai mana cara mengatasi mu jika sampai penyakitmu Kambuh " batin Via sambil membayangkan hal yang tidak-tidak tentang Guan
"Tengah malam begini gelap-gelapan pula, mengapa dia malah diam aja, Hidup kan lampu kek ngapain kek gitu " ucap Guan yang sama-sama membatin
Tanpa di sadari keduanya malah sibuk berperang dengan pikiran mereka masing-masing Hingga beberapa saat kemudian
"Eekhmmm" Suara Guan yang tiba-tiba berdehem sontak membuat Via terkejut
"Astagfirullah, ka Guan kau menakuti ku" ucap lirih Via seraya mengusap dada nya untuk menenangkan jantung nya yang terasa dag dig dug
"Siapa yang menakuti mu, salah sendiri tidak menghidupkan lampu" ujar Guan yang tak terima
"Ka Guan mengapa kau malah menyalahkan ku, bukan kah saklar lampu ada di samping mu" sahut via yang tak mau kalah
'What' Guan hampir saja tersungkur saking terkejutnya dengan apa yang di katakan via barusan, namun beruntung karena suasana yang gelap jadi Via tidak melihat apa yang terjadi pada nya saat itu, guan merutuki kebodohannya sendiri saat menyadari kalau apa yang di katakan via memang benar, saklar lampu itu berada tepat di dekatnya
"Ya ampun mengapa aku bodoh Sekali, tau saklar lampu nya ada di sini ngapain dari tadi malah main gelap-gelapan" Batin Guan
"TRENGGGG "
Lampu telah di nyalakan oleh Guan dan Via pun dapat bernafas dengan lega saat melihat suasana yang sudah terang benderang
"Ka Guan, ku pikir kau senang berada di ruangan yang gelap, jika saja kau tidak menyalakan lampu beberapa jam lagi mungkin aku bisa mati karna sesak nafas" ujar via seraya bersabda di sofa dengan keadaan mata yang tertutup
"Kau punya riwayat penyakit asma atau kau memang takut gelap" tanya Guan tanpa rasa bersalah sedikitpun
Mendengar pertanyaan itu langsung membuat Via terbangun
"Tentu saja tidak, bagai mana mungkin seorang Nyawa berantai bisa takut kegelapan" ucap via yang tanpa sadar menyebutkan nama lain nya
"Nyawa berantai,?
"Ups, apa yang baru saja ku katakan mulut ku ini benar-benar tidak bisa di ajak kerjasama" Batin Via yang merutuki kecerobohan nya
"Aaa tidak tidak maksud ku bukan itu, maksudku bagai mana mungkin seorang wanita cantik seperti ku ini takut dengan gelap, aku berani kok heem iya aku berani"
"Oh" Sahut Guan yang hanya ber oh ria seraya mengangguk kan kepalanya beberapa kali
"Apa? aku sudah tegang menahan ketakutan setengah mati untuk mencari alasan agar dia tidak curiga dan dia hanya menjawab nya dengan kata Oh saja, huhh, Daras Gangguan kau benar-benar membuat ku kesal " Ujar Via yang membatin dan menahan kesal setengah mati
"Hufh" Via tiba-tiba berdiri dan tanpa ia sadari apa yang ia lakukan telah membuat Pria yang ada di hadapan nya itu terkejut
"Karna tidak ada hal yang penting untuk di bahas jadi sebaiknya aku akan pergi ke Kamar dan tidur, mataku sudah mengantuk dan kau juga harus tidur lebih awal karna besok kau harus bekerja"
Setelah menyelesaikan kata-katanya Via langsung bergerak pergi menuju kamarnya dan meninggalkan Guan seorang diri di ruang tamu tanpa menoleh lagi
"Hei siapa bilang tidak ada hal penting untuk di bahas, aku ingin membahas sesuatu yang penting dengan mu"
"Tidak bisa, keu mengatakan nya dengan terlambat dan sekarang aku sudah sampai di depan pintu kamar ku jadi sebaiknya simpan kata-kata mu itu untuk besok saja" teriak via dengan lantang dan mengunci pintu kamar setelah nya
"Heh, simpan kata-kata emangnya sayur bisa di simpan di kulkas, dasar wanita gak waras" Gumam Guan tanpa bisa di dengar oleh Via
Akhirnya setelah drama gelap-gelapan itu berakhir dan kini Guan juga telah kembali ke kamar nya sendiri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain
saat ini David tengah fokus menatap layar Laptop yang ada di hadapan nya, setelah kecelakaan kantor dan keteledoran nya dalam mengawasi keadaan membuat ia telah kecolongan dan menyebabkan kerugian besar terhadap perusahaan dengan hilang nya dokumen penting untuk anggaran sebuah proyek besar yang saat ini tengah menjadi incaran banyak perusahaan
Ia dan Guan mencurigai adanya orang dalam (orang suruhan Perusahaan asing) yang berkhianat di 'Group shin' sehingga Kali ini David benar-benar harus bekerja keras untuk mencari tau siapa yang sudah berani menjadi penghianat dalam perusahaan dan bertekad akan menghukum nya seberat mungkin jika ia menemukan nya
Malam yang semakin larut di mana sebagian dari penduduk bumi saat ini tengah beristirahat dan terlelap dalam tidur dengan begitu damai namun tak sedikit pula dari sebagian nya yang masih terjaga Dengan alasan untuk mencari nafkah dan demi sesuap nasi untuk bisa bertahan hidup
waktu yang terus berjalan seperti biasa nya namun berbeda bagi seorang makhluk cantik ciptaan Tuhan yang satu ini
Via merasakan seolah jarum jam yang berputar itu sangat lambat dari biasanya, jika sebelumnya ia mengatakan pada Guan kalau matanya sudah mengantuk namun percayalah bahwa itu semua adalah kebohongan semata yang ia buat dengan tujuan ingin segera menghindar dari si pria yang beberapa saat lalu telah berhasil mengobrak-abrik isi hatinya
POV Via
Aku tidak tau apa yang terjadi pada diriku, sejak pertama aku melihatnya aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari hatiku
Memandangnya membuat hatiku terasa damai, selama ini aku selalu bergaul dengan banyak pria tapi aku tidak pernah merasa aneh dan sebagainya, tapi ketika aku dekat dengan nya dan setiap kali ia berada di depan ku, aku merasakan jantung ku berdetak dengan sangat kencang seolah ingin melompat dari tempat nya
Walaupun sebenarnya bisa di katakan kami tidak terlalu dekat dan tidak terlalu mengenal satu sama lain namun aku bisa merasakan bahwa ia adalah pria yang baik dan bisa di percaya
.
.
.
BERSAMBUNG