My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 40



Via merasakan hembusan nafas Guan yang terasa hangat mengenai wajah nya, jantungnya semakin berdebar kencang dan semakin terasa sesak


via menatap Sepasang mata sang kekasih dengan semakin dalam, ia berusaha keras untuk mencari tau apakah ada kebohongan di sana namun via tak menemukan apapun kecuali hanya kejujuran dan ketulusan yang ada


"Ka"


tanpa sadar Via meneteskan air mata tanpa tau apa yang menjadi penyebab nya sehingga dengan cepat Guan mengusap air mata itu sebelum ia benar-benar jatuh


"Rani, jika kau pikir aku akan membencimu karna kau adalah pemimpin Mafia, kamu salah! meski pada awalnya aku merasa marah namun aku tidak bisa membencimu, salah mu karna kau tak jujur sejak awal tentang siapa dirimu yang sebenarnya, tapi aku tetap tidak berhak untuk menghakimi mu apalagi sampai mengakhiri hubungan kita"


"Ka Guan maafkan aku, aku tidak bermaksud menutupi semua nya dari mu, aku hanya tidak siap mengatakan yang sebenarnya, aku terlalu takut untuk menyeret mu dalam masalah ku, kau sudah mendapat masalah karna ulah Dion dan anak buah nya, aku tidak ingin jika ada yang mengetahui tentang hubungan kita maka kamu akan semakin dalam kesulitan, aku tidak bisa membiarkan mu dalam masalah"


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu, apapun yang menjadi masalah nya, kita akan menghadapi bersama-sama, aku tidak akan membiarkan kekasihku dalam kesulitan seorang diri"


Guan kembali mendekap tubuh Via dengan erat dan penuh kasih sayang sambil berkali-kali ia mendaratkan ciuman di pucuk kepala sang kekasih


"Sayang aku mencintai mu" gumam lirih Guan


Via terdiam dalam Isak tangis haru nya saat mendengar kata sayang yang di ucapkan oleh Guan terhadap nya


Lama keduanya saling bertukar kasih sayang melalui pelukan hangat yang mendalam, di tambah suasana malam yang begitu hening di mana waktu orang-orang yang kini tengah beristirahat setelah seharian penuh bertempur dengan berbagai macam jenis pekerjaan demi sesuap nasi dan kebutuhan hidup lainnya


...----------------...


Ke esokkan harinya


Pagi yang terlihat mendung di sertai gerimis yang membasahi bumi dan hembusan angin yang begitu sejuk menyeruak hingga mampu membuat para penghuni bumi merasakan kedinginan dan begitu betah berada dalam balutan selimut masing-masing


sementara itu...


via terlihat tengah membuat sarapan untuk ia bersama dengan sang kekasih, namun di sela kegiatan itu tiba-tiba via di kagetkan dengan suara panggilan dari ponsel yang ia letakkan di saku celemek nya


"Mira" gumam Via saat melihat nama si pemanggil yang ternyata dari Mira


"Hallo mir ada apa?" tanya via saat panggilan sudah terhubung


"Ketua kau bilang kau akan keluar sebentar saja tadi malam tapi kau kemana saja, mengapa semalaman tidak pulang dan ponsel mu juga tidak bisa di hubungi dan kau juga tidak mengabari kami tentang keberadaan mu"


Via menjauh kan ponsel dari telinganya hingga beberapa senti saat mendengar suara Mira yang bertanya panjang lebar tanpa sensor dengan suara yang nyaring


"Ketu, hallo ketua apa kau mendengar ku, ketua!" panggil Mira berkali-kali kemudian via pun kembali mendekat kan ponsel ke telinganya


"Mira, biasakan kalau bertanya satu persatu, ini Nanya udah kata kereta api yang panjang kali lebar, gimana aku mau jawab nya" protes Via


"Gak bisa,! aku udah gak bisa tahan lagi buat nanya satu-satu, lagian ketua kemana aja sih, bikin orang khawatir aja tau nggak" kata Mira yang kesal karena via yang memprotes pertanyaan nya


"Iya iya maaf, maaf aku udah bikin kalian khawatir, tadi malam ponsel ku kehabisan daya jadi lupa ngabarin kalian kalau aku gak pulang, soal aku kalian tenang aja, aku baik-baik aja kok, btw kamu sama Yeyen masih di mansion kan?" kata Via yang mengalihkan pembicaraan di akhir kata


"Masih! lagian ku tegas kan ya, jangan coba-coba untuk mengalihkan topik, Sebenarnya Ketua di mana dan sama siapa, gak mungkin kan ketua lagi bersemedi sendirian di tengah goa keabadian?" ujar Mira yang lagi-lagi bertanya dengan nada kesal marah namun malah membuat via tersenyum geli saat mendengar nya


"Ya siapa tau kan, tapi jangan bilang kalau ketua sedang bermeditasi di Gua cinta Gangguan"


"Iisstthh, kamu ngomong apa tadi?" Via bertanya dengan nada kesal saat mendengar Mira yang menyebut nama Guan dengan gangguan


"Yoo, marah! kesal! Daras cewek, lagian dia sendiri yang nyiptain nama gangguan tapi malah marah nya ke aku" sahut Mira


"justru karna itu adalah nama yang ku buat sendir jadi hanya aku yang bisa menggunakan nya, kau atau siapapun itu tidak berhak untuk ikut-ikutan mengatasi nama kekasih ku"


"NAMA APA?" tanya seseorang yang baru saja datang dengan suara yang menggelar dan membuat via terdiam untuk beberapa saat


kemudian ia pun menyadari Guan telah bangun dan saat ini tengah berjalan menghampiri ke arah nya dengan penampilan yang masih mengenakan piyama tidur


sementara Mira yang tak sengaja mendengar suara itu membuat ia terkejut sampai tak bisa mengendalikan ekspresi wajah nya sehingga mulutnya yang terbuka dan membentuk huruf O


Yeyen yang berada di samping nya di buat heran dengan tingkah Mira yang tak berkata apa-apa kecuali menganga


"Ka mir, hey apa yang terjadi, ka mir helloo"


"Sssttttt" Mira memberi kode pada Yeyen agar tetap diam, namun bukan nya diam Yeyen malah semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi


"Ngapain sih? ka mir muka nya kenapa gitu amat?"


"Aduhh nih anak di bilangan jangan ngomong ya jangan ngomong" kesal Mira


Kemudian ia pun menekan tombol pengeras suara di ponsel nya agar Yeyen dan ia bisa sama-sama mendengar suara sepasang kekasih di sebrang telpon yang sedang bicara


"Sayang kamu ngomong sama siapa pagi-pagi gini?" tanya Guan saat sudah berada di dekat via


"Gak kok ka, bukan siapa-siapa cuma teman aja" ujar via seraya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celemek nya


"Oohh" ucap Guan yang hanya ber oh ria tanpa merasa penasaran sedikitpun dengan Via


matanya kini beralih menatap ke arah meja makan yang tersaji di atas nya dua buah piring yang berisi dengan roti selai dan dua gelas susu


"Sayang kamu udah bikin sarapan"


"Iya ka, aku pikir tadi mau bangunin kamu buat sarapan bareng tapi keburu kamu udah bangun duluan, jadi ya udah kita Mulai sarapan aja"


.


.


.


BERSAMBUNG