My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 23



"Ka guan biarkan aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu"


"Sebentar lagi, jangan bergerak aku ingin memeluk pacarku dulu" ucap Guan yang seketika membuat pipi Via memerah dan salah tingkah di buatnya


Tanpa protes Via membiarkan apa yang ingin di lakukan Guan terhadap nya dan menghentikan Pekerjaan dapur nya untuk sesaat


"Eekhmmm, Eekhmmm, Nasib Jadi jomblo kek gini, sekarang udah naik pangkat jadi obat nyamuk pen nya sekalian jadi Obat Penenang aje biar nih otak juga bisa tenang" Ujar David yang tiba-tiba muncul entah kapan dan dari mana yang sontak membuat Via dan Guan terkejut dan melepaskan pelukan mereka


David yang memang sejak tadi sudah berada di apartemen Guan namun Entah mengapa ia malah diam dan tak memberitahu sedikit pun pada Guan tentang kehadirannya


"Eh tuyul sejak kapan kau ada di situ, ganggu orang lagi pacaran aja" kata Guan yang merasa kesal pada David yang telah mengganggu momen Romantis nya bersama sang kekasih


Via hanya diam dan tersipu malu saat menyadari kalau ia dan Guan telah kedapatan tengah berpacaran di apartemen


"Tuyul tuyul sembarangan aja, orang ganteng bersertifikat gini di katakan tuyul, emangnya situ genduruwo" Balas David yang tak mau kalah


"Sialan kau, dasar Jelangkung" Kata Guan lagi yang dalam keadaan emosi nya yang mulai tersulut


"Astagfirullah hal'adzhim, tuan muda yang bener aja, tadi tuyul sekarang jelangkung emangnya gak ada kata yang lebih pantas gitu"


"Ga ada, julukan jelangkung emang udah paling pas buat kamu, lagian siapa Suruh datang tiba-tiba terus main ngagetin aja, Cepet bilang kamu ngapain kesini malam-malam begini "


Guan bertanya pada David dengan nada bicara yang datar dan terlihat tengah menahan kesal, sementara Via hanya terdiam sambil sesekali tersenyum mendengar pembicaraan antara dua pria itu


"Lagian Tuan muda aja yang ke asyik kan pacaran sampe gak tau kalau aku udah dari tadi disini"


"Apa! kau bilang sudah dari tadi di sini, terus kenapa gak bilang-bilang?" tanya Guan yang semakin emosi


"Kan tadi aku udah bilang, tuan muda ke asyikkan pacaran makanya gak nyadar kalo ada aku di sini" ucap David yang kekeuh


"Aduhhh, udah udah jangan berdebat lagi, mending sekarang kita makan malam bareng aja, ini aku udah masakin menu makanan spesial untuk makan malam kita" Sahut Via yang melerai pembicaraan keduanya seraya membawa Beberapa hidangan yang ia masak dan meletakkan nya di atas meja makan


Guan dan David melihat isi piring itu satu persatu, Ada oseng sayur Pare, Ikan goreng, dan sup serta sambal yang tak bisa ketinggalan Meskipun telah hidup selama berabad abad


David Tercengang sesaat ketika melihat menu makan malam itu, sejujurnya seumur-umur ia tak pernah makan makanan seperti itu bahkan selama bertahun-tahun ia sudah bekerja pada Guan dan ia juga tak pernah melihat tuan muda nya memakan makanan yang ia anggap murahan itu


"Hei Nona, kamu gak salah mau ngasih makan Tuan muda dengan makanan seperti ini?" ucap David sambil menunjuk ke arah makanan yang ada di atas meja


"David, jangan berbicara omong kosong " kata Guan yang memberi peringatan kepada sang asisten agar diam dan tidak memperbesar masalah, namun sepertinya peringatan yang di berikan oleh Guan telah di anggap angin lalu oleh David


"Hei Nona ku tegaskan padamu ya! kamu tau tuan muda itu bukan orang sembarangan dan dia terlahir dari keluarga konglomerat, aku rasa aku tidak perlu menjelaskan secara detail padamu tentang bagai mana cara makan dan apa yang di makan oleh Kalangan keluarga kaya dan kau malah memberi makanan ini pada tuan muda, itu sama sekali tidak pantas dan sebaiknya kau berikan saja makanan mu itu pada kucing atau anjing di luar sama" Ujar David dengan nada bicara yang terdengar meremehkan masakan yang di buat oleh Via


"David Diam!" bentak guan dengan ekspresi wajah yang datar dan menatap tajam ke arah David


Via terdiam sesaat karena merasa terkejut dengan suara Gaun yang meninggi saat berbicara dengan Asisten nya, namun beberapa saat kemudian ia pun kembali bersikap tenang dan normal seperti sedia kala meskipun kenyataannya dalam hati ia juga merasa tidak nyaman dengan perkataan David yang menghina masakan nya dan hanya menganggap itu pantas untuk binatang


"Eeemmm, ma maaf kan aku, aku tidak tau kalau ka guan gak makan makanan seperti ini, kalau begitu aku akan membuatkan makanan yang baru lagi, Eemm Ka Guan dan David mau makan apa biar sekalian aku memasak nya" ujar via dengan suara yang terdengar Ragu


"Sayang jangan dengarkan omong kosong David, dia hanya berbicara asal saja, kau tidak perlu khawatir aku akan memakan makanan apa saja yang sudah kau buatkan untuk ku, sekarang lebih baik kau duduk dan kita akan makan sama-sama" ujar Guan yang berkata dengan suara yang lembut terhadap sang kekasih


"Tuan muda, kau tidak salah mau makan makanan ini?" Sela David yang masih mencoba menghentikan Guan agar tidak memakannya


"Jika kau tidak mau makan sebaiknya kau pergi dari sini segera sebelum kesabaran ku Mulai Habis" ucap Guan yang berkata datar tanpa memalingkan pandangan tajam nya dari David


David yang melihat itu pun seketika merasa takut, tatapan mata yang tajam dari tuan muda nya telah berhasil membuat pertahanan nya gentar, tatapan yang seperti pedang yang telah siap memotong lawannya kapan saja sehingga yang ada dalam pikiran nya saat ini tak lain hanyalah terpaksa harus mengalah dan menuruti perintah Dari si tuan muda park Guan Shin


"Ma ma'af tuan, a aku tidak ber bermaksud Buat..." Ucapan David terhenti saat melihat Guan yang mengangkat sebelah tangannya dengan maksud agar David tak meneruskan bicara nya


Via mengerti kalau saat ini Guan tengah membelanya dengan maksud agar Dirinya tidak tersinggung dengan perkataan David sebelum nya perihal makanan yang sudah ia masak


Sejujurnya via sangat mengerti dengan apa yang di katakan oleh David, Via mengakui kalau Guan adalah seorang tuan muda yang terlahir dari keluarga yang berada serta Terbiasa dengan kemewahan dan kenyamanan juga makanan yang enak dan mahal yang selalu menjadi kebutuhan pokok sehari-hari baginya


Akan tetapi Via tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau Guan juga tak pernah memakan makanan seperti yang ia masak malam ini, karna menurut via sendiri makanan yang sudah ia buat sebelumnya juga termasuk makanan mewah yang bahkan hampir 80% orang-orang di Indonesia telah menyukainya


Karna di manapun dan kapanpun masakan Rumahan adalah yang terbaik sepanjang masa


.


.


.


BERSAMBUNG