
"Uumm, dia memang sudah terlatih, dan semua penjaga di sini merupakan anggota 'Tough brave' hanya saja tak ada yang tau dengan identitas asli mereka, kamu adalah orang pertama yang ku beritahu tentang ini" ucap via seraya tersenyum
"Ya ya ya, aku mengerti memang tidak heran karna kamu adalah pemimpin mereka, sebaiknya kamu cepat masuk kedalam karna aku juga akan segera ke kantor ku"
"Baiklah kalau begitu kamu hati-hati di jalan, jangan terlalu ngebut seperti tadi, itu membuat ku sangat takut" ucap Via seraya bermanja-manja
"Baiklah Baiklah, sayang ku aku mengerti, kalau begitu aku Pergi dulu, dan nanti saat pulang kerja aku akan menjemput mu di sini" Kata Guan yang sambil memberi kecupan di kening Via sebelum ia pergi
"Uumm, aku akan menunggumu" ucap Via
Tanpa ia ketahui Mira dan Robi serta beberapa pegawai lainnya tengah menyaksikan adegan manis yang mereka lakukan saat ini
"Aaaa, , , Apakah dia benar bos kita? ku pikir bos itu wanita yang sangat kejam dan tak ada laki-laki manapun yang mau dengan nya, tak di sangka pagi ini aku seperti mendapat karma atas prasangka ku, Bos sangat manis sekali, Aaaa aku jadi iri deh" kata salah satu pegawai resepsionis
"Iya ya, bos beruntung banget sih, btw itu cowok nya ganteng banget pula" Kata rekan wanita yang lain
"masa kalian gak tau sih, dia itu kan CEO dari 'Group Shin' itu loh yang kalau gak salah dia itu biasa di panggil dengan nama Tuan muda Shin"
"Masa sih, ku pikir ketampanan seorang tuan muda Shin itu cuma rumor tapi ternyata aku salah besar, ya Tuhan Bos sangat beruntung bisa memiliki nya sebagai kekasih, mereka terlihat sangat serasi" kata salah satu pegawai resepsionis itu lagi
sementara berbagai macam jenis pembicaraan yang negatif dan positif yang tercipta di kalangan Beberapa staf 'MahaRani Group' dan masih banyak lagi yang membicarakan tentang Cocok dan ketidak cocokan Via dan guan
Mira yang merasa jengah dan memutar bola mata malas saat mendengar isi dari pembicaraan itu, namun ia tetap memilih diam dan tidak menanggapi nya karna menurut nya tak ada gunanya untuk menyangkal yang nantinya hanya akan menimbulkan keributan dan mengganggu ketenangan staf yang lain yang sedang bekerja
"Mir, itu beneran ketua kita ya?" tanya Robi dengan tatapan melongo tak percaya dengan sebuah adegan manis yang terjadi di hadapan nya barusan
"Lalu kau pikir siapa lagi!" sahut Mira yang memang sudah tau sejak awal
"Ku pikir dia adalah kembaran nya ketua yang sedang menyamar, sikap nya sangat lembut dan berbanding terbalik dengan ketua kita kita yang sangat kejam dan brutal"
"Kau benar, sebelum nya aku juga tak percaya dengan apa yang ku lihat, tapi nyatanya dia benar-benar ketua kita, mau di apakan juga tetap seperti itu, tapi lihat saja nanti, aku jamin Paling gak nyampe beberapa jam kemudian dia bakal balik kerasukan setan mafia" kata Mira seraya melangkah berlalu meninggalkan Robi yang tetap berdiri di tempat nya
Mira menghampiri Via yang saat ini masih melambai kan tangan pada Guan yang telah berlalu hingga tak terlihat lagi
"Udah udah, ngelambai nya udah, wong orang nya udah gak keliatan gitu masih di lambai pula" kata Mira
Via hanya mengulum senyum karna malu saat di tegur oleh Mira yang kini berdiri tepat di samping nya
"Masuk yok, Udah gak sabar pengen denger cerita Ketua Mafia jatuh Cinta" ujar Mira lagi yang sengaja menggoda Via
"Iihhs, apaan sih ga jelas banget" ucap Via yang langsung melengos pergi begitu saja
"Eeehhh,,, main pergi gitu aja, gak setia kawan banget tu orang" kesal Mira yang di tinggal begitu saja
...----------------...
Pukul 10:10
Saat ini rapat tengah berlangsung dan di pimpin oleh via sendiri yang merupakan CEO sekaligus pemilik (saham tertinggi) perusahaan
Pembahasan mengenai sebuah projects pembuatan produk cosmetic terbaru yang akan segera di luncurkan beberapa waktu kedepan
Selama proses projects sangat berjalan dengan lancar dan tak ada kendala sedikitpun, namun tak ada yang menyangka kalau masalah akan terjadi di saat detik-detik terakhir peluncuran
Seorang model yang telah menandatangani kontrak kerja sama dengan 'MahaRani Group' sebelum nya yang akan di jadikan sebagai Sponsor dari brand kecantikan di 'MahaRani Cosmetic' ( HUAYAN -Merk Cosmetic) tiba-tiba saja memutuskan kontrak secara sepihak tanpa sebuah alasan yang jelas,
kali ini Via dan beberapa petinggi perusahaan Tengah membahas tentang itu dan berdiskusi untuk mencari pengganti yang lebih tepat
Robi yang selalu setia berada di samping CEO/ketuanya, sejak tadi ia juga berpikir keras dan berusaha mencari ide serta mengingat-ingat siapa saja model yang ia kenal yang mungkin bisa membantu keadaan mereka saat ini
Beberapa saat kemudian, entah apa yang ada dalam pikiran nya, tiba-tiba ia tersenyum penuh arti seolah ia telah menemukan sebuah cara yang cukup ampuh untuk mengatasi masalah yang di hadapi saat ini
"sebelumnya mohon maaf kepada seluruh petinggi perusahaan atas kelancangan saya, namun disini saya hanya ingin mengusulkan pendapat mengenai model yang cocok untuk di jadikan Sponsor dari HUAYAN cosmetic, jika pera tetua berkenan saya akan membagikan ide saya pada kalian" ucap Robi dengan tegas
"Tuan Robi katakan saja, anda juga salah satu petinggi perusahaan jadi anda juga berhak untuk mengutarakan pendapat anda di sini" ujar seorang pria Paruh baya yang bernama Ronal Ali Wardana atau yang biasa di panggil Tuan Ronal yang menjabat sebagai wakil CEO di 'MahaRani Group'
Robi tersenyum menanggapi Perkataan Tuan Ronal tersebut
"Baiklah, kalau begitu saya akan menjelaskan tentang pendapat saya pada kalian, sebenarnya menurut saya kita tidak perlu repot-repot untuk mencari model pengganti sebagai sponsor kita, karna mungkin yang lebih cocok menjadi model nya sebenarnya ada di sini" kata Robi yang membuat semua orang bertanya-tanya dan tak mengerti dengan apa yang ia maksud
"Tuan Robi apa maksud anda, siapa model yang anda maksud?" tanya tuan Ronal yang penasaran yang di ikuti pertanyaan yang sama oleh beberapa anggota rapat yang hadir
Robi tersenyum untuk sesaat dan menatap ke arah Via yang saat ini tengah duduk manis di bangku kebesarannya
Di saat yang bersamaan Via juga menatap ke arah nya dengan tatapan penuh tanya
"????"
.
.
.
BERSAMBUNG