
Suasana makan malam pun telah berjalan dengan begitu hikmat, Via sangat bahagia saat melihat Guan yang sangat lahap saat memakan makanan nya sedangkan di sisi lain Via bisa melihat kalau saat ini David sama sekali belum menyentuh makanan nya sedikitpun namun juga tak luput dari pandangan via kalau David berkali-kali menelan air liur saat melihat Tuan muda nya yang makan dengan lahap
Beberapa saat kemudian Makan malam pun telah selesai, Davin juga telah menghabiskan makanan yang ada di piring nya dan sekarang ia Guan tengah berada di ruang tamu
"Tuan muda, aku ingin bicarakan sesuatu yang sangat penting" ujar David yang tiba-tiba membuka suara
Guan menatap wajah Sang asisten dengan rasa penasaran nya
"Katakan padaku"
"Tapi tuan, aku pikir sebaiknya jangan membahasnya di sini" Kata David yang merasa ragu seraya menatap ke arah Via yang tepat saat itu baru saja keluar dari Kamar seraya membawa sesuatu di tangannya dan hendak pergi menuju dapur
"sebaiknya Katakan disini sekarang atau jangan pernah mengatakannya sama sekali" Ucap Guan yang berkata datar
JLEPP, Seketika Hati dan otak David terasa seolah berhenti bekerja ketika mendengar kata-kata Savage itu
"Ee Umm, Ba baiklah" Ucap David yang akhirnya menyetujui perintah Dari Tuan muda Guan
(Ampun dah, kalo udah kek gini gak bisa di ajak ngomong Santai lagi, raut muka nya aja udah kaya Kulit jeruk yang Layu plus Serem mau makan nya takut asem ) gumam David yang merasa kesal dengan sikap Guan terhadap nya
Via hanya bisa diam saat mendengar percakapan antara kedua pria itu, meski dalam hati ia sangat kesal karna ulah David yang seolah tidak menyukai nya, via bisa melihat dengan jelas dari sikap David yang selalu menganggap Salah dirinya dengan apa yang ia lakukan untuk Guan
"Tuan Muda, sekarang aku sudah tidak tau lagi apa yang harus kita lakukan, tak ada yang bisa ku perbuat kecuali atas perintah mu, Tuan Hendra benar-benar sudah menguasai Lahan Itu, Lahan dengan Luas 100 hektar itu sudah bukan lagi milik kita sekarang, Mereka telah melakukan cara yang curang dengan menyuap tuan Juki (pemilik tanah sebelum nya) untuk melawan kita dan menipu kita habis-habisan dan sekarang perusahaan telah mengalami rugi besar"
"Apa?! kenapa kau tak bilang dari tadi hah! dan bisa-bisa nya kau malah sempat-sempatnya untuk bersantai dan tidak mengatakan apapun pada ku" Guan berbicara dengan suara yang sedikit meninggi saat mendengar apa yang di katakan oleh David
"Ma maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud untuk sekedar bersantai, hanya saja aku merasa tidak enak jika mengganggu momen bahagia mu saat bersama nona rani, aku tau selama bertahun-tahun bahkan Nyonya besar pun sudah tidak pernah lagi melihat kau tersenyum lepas seperti tadi, jadi aku tidak tega untuk mengganggu kesenangan mu" Kata David seraya menundukkan kepalanya
Mendengar penjelasan David sontak membuat Guan tiba-tiba berdiri dan meraup wajah nya serta membuang nafas gusar dan kekhawatiran Terlihat jelas di wajahnya
"Lalu sekarang bagai mana dengan Karyawan yang lain?" Tanya Guan dengan suara yang melemah
"Sebelum nya masih baik-baik saja, tapi yang aku takutkan adalah cepat atau lambatnya mereka pasti akan tau kalau perusahaan sudah hampir gulung tikar dan kita tidak bisa membayar semua Gaji mereka sedangkan kita juga sudah berhutang gaji dengan mereka selama dua bulan ini"
Tanpa mereka sadari, Via sudah mendengar semua isi percakapan antara mereka, Via merasa Prihatin dengan Musibah yang di alami oleh Guan yang merupakan kekasih nya, namun di sisi lain via masih berfikir untuk tidak ikut campur dalam urusan pekerjaan Mereka untuk sementara
"David, Kita tidak boleh diam begitu saja, lahan itu sudah kita beli secara resmi dan Kuta punya semua surat dan bukti pembeliannya, aku bisa diam jika sebelumnya dia sudah mencuri Dokumen Rancangan ku dan memenangkan tender proyek besar sebelum nya dan sekarang dia kembali berulah dengan mengambil alih lahan milik kita secara legal, aku tidak akan tinggal diam lagi dan aku akan segera memberi pelajaran padanya
Mendengar David yang menyebutkan Kata Mafia seketika membuat Via meradang, ia benar-benar merasa marah pada Dion dan anggota nya karna telah berulah dan menindas orang yang tidak bersalah
( Dion tunggu pembalasan ku, aku tidak akan tinggal diam lagi kali ini, kau benar-benar sudah menguji kesabaran ku, kali ini aku tidak perduli lagi meski aku harus membunuh mu dan aku tidak akan pernah menganggap kau sebagai kakak sepupu ku lagi, kau benar-benar sudah tidak bisa di kasihani lagi ) Batin Via
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ke esokkan harinya
Di sebuah Gedung perusahaan Asing yang di pimpin oleh Tuan Hendra
Guan dan David saat ini tengah diperlakukan layaknya binatang yang di siksa secara Brutal oleh Kumpulan anggota 'Black klan'
Sebelum nya
pagi-pagi buta Guan sudah tidak tahan lagi memikirkan tentang kejahatan ( Kecurangan ) yang dilakukan oleh tuan Hendra terhadap dirinya dan perusahaan nya
Tanpa berfikir panjang Guan langsung menemui Tuan Hendra di perusahaan nya dan David yang sebelumnya sudah berkali-kali memperingatkan agar Guan tidak pergi demi menghindari terjadinya masalah (Bencana) yang bisa saja menyakitinya dan bahkan tak segan membuat ia kehilangan nyawa
Guan yang pergi seorang diri dan di susul oleh David yang mengkhawatirkan keselamatan nya, namun Nasi Sudah menjadi bubur, apa yang di takutkan oleh David kini benar-benar terjadi
Taun Hendra Yang serakah dan berhati iblis, Ia tak segan untuk menyakiti dan menyiksa Guan dan David bahkan hingga tak berdaya
Dion menatap satu persatu Kedua pria yang ada di hadapan nya itu, yang kini dengan kondisi wajah yang terlihat babak belur dan tidak berdaya serta darah yang mengalir dari sela-sela bibir nya
"Tuan Muda Shin, Jangan pernah kau berpikir bahwa kau akan bisa mengalahkan tuan Hendra begitu saja, Jangan berani untuk menggunakan nyawa mu untuk bermain-main dengan kami, Kau tau aku adalah pemimpin geng Mafia terbesar di seluruh kota ini dan bahkan Si nyawa berantai pun telah Berhasil ku kalahkan, aku tidak akan membiarkan siapapun berani menyakiti atau menyinggung perasaan tuan Hendra, jika ada yang berani melakukan nya maka aku tidak akan segan untuk membuat nya menyesal seumur hidup"
.
.
.
BERSAMBUNG