My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 10



"Ya ya ya, aku mengakui bahwa kau memang bawahan ku yang paling setia dan pemberani, lain kali aku akan memberikan sebuah penghargaan untuk mu" Ujar Dion seraya tersenyum menatap Wajah Rocky


"Hah, kok lain kali sih bos kenapa gak sekarang aja" tanya Rocky dengan kepolosan nya yang berhasil mengundang gelak tawa semua orang yang ada di sana


"Eh semprul kamu mau minta penghargaan dari bos sekarang, lalu bisakah aku bertanya sudah berapa banyak kau membunuh orang hah, dan bukan nya jika aku tidak salah ingat terakhir kali kau bahkan membuat kekacauan dengan Membiarkan Wanita Bedebah itu kabur dari penjara bawah tanah" sahut Zhen yang sengaja mengungkit kecerobohan teman nya itu


"ya maaf tapi setidak nya kan aku sudah berhasil Menyiksa nya dan sekarang dia juga sudah mati" kata Rocky seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Di dalam komplotan Gangster 'Black klan' Rocky adalah satu-satunya Anggota gangster yang selalu bersikap konyol dan ceroboh, tak jarang ia selalu mendapat hukuman dari Dion atas perbuatannya yang selalu asal namun meski begitu ia merupakan salah satu orang Kepercayaan Dion karna Rocky yang selalu berpegang teguh pada prinsipnya dan selalu menjaga serta mematuhi segala rahasia maupun Perintah yang di berikan oleh pimpinan nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ka Guan tunggu" ujar via yang tiba-tiba menghentikan Guan saat ia akan pergi meninggalkan apartemen


"Ada apa"


"Eemm sebenarnya aku cuma mau minta bantuan mu sedikit saja, apakah boleh" tanya via yang ragu-ragu untuk mengatakan niat nya


"Katakan saja" sahut guan dengan suara dan ekspresi wajah yang datar


"Eemm di dapur tidak ada stok makanan atau sayuran sedikit pun, bisa kah aku meminta bantuan mu untuk membelikan di supermarket terdekat"


"Pergi dan beli sendiri" sahut guan dengan cepat


"Tapi kan"


"Sekarang aku sibuk dan harus pergi ke kantor jadi aku tidak punya waktu untuk melayani mu" ujar Guan seraya melangkah meninggalkan Via yang masih berdiri mematung di tempat nya


"Ka Guan tunggu" ujar via yang lagi-lagi membuat langkah Guan terhenti


"Ada apa lagi"


"Ka Guan please mau ya, ya ya ya " ujar via yang memohon seraya memasang ekspresi wajah yang terlihat memprihatinkan


Guan mendesah halus saat melihat Ekspresi wajah itu, ia terlihat sangat kesal saat melihat nya namun karna ia merupakan seorang pria yang berhati lembut akhirnya ia pun menyetujui nya dengan segala rasa keterpaksaan


"Baiklah nanti jam makan siang aku akan ke supermarket terdekat" ujar nya yang pasrah


"Benarkah, kalau begitu terimakasih banyak ka Guan nanti aku akan kirim daftar belanjaan nya di Email aja ya" ujar via yang kegirangan


"Ya baiklah terserah kamu saja, sekarang aku pergi dulu"


Guan pun Segera melangkah meninggalkan Via seorang diri di apartemen nya, setelah memastikan Guan sudah tidak terlihat lagi via pun kembali ke kamarnya dan Berjingkrak-jingkrak kegirangan seolah ia baru saja memenangkan sebuah jackpot besar


Setelah puas berlarian ke sana ke mari via pun akhirnya kembali duduk di atas tempat tidur dengan nafas yang terengah-engah dan Meraih ponsel nya untuk membuat panggilan namun sebelum itu ia terlebih dahulu mengirim pesan singkat pada seseorang


( Robi apa kau sibuk )


Beberapa menit kemudian Pesan itu pun sudah terbaca dan mendapat balasan


( aku ingin membuat panggilan video Dengan mu dan Mira )


( Oke Ketua, aku akan ke ruangan Mira dulu setelah itu aku akan menelpon mu ) 👍


Isi pesan terakhir Robi telah di tanggapi oleh via dengan tanda Jempol,


Robi Bergegas keluar dari ruangan nya menuju ke ruang sekretaris di mana Mira berada


Tiba di ruangan Mira, Robi segera membuat panggilan video seperti yang di instruksikan oleh sang ketua


"Ketua ini benar kau, apa kau baik-baik saja" tanya mira yang tak sabar untuk menanyakan kabar sang pemimpin


"Seperti yang kau lihat, aku sangat baik" ujar Via


"Ketua Kapan kita bisa bertemu secara langsung, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu aku benar-benar tidak bisa tenang ketika kamu tidak kembali sampai akhir nya Robi bilang bahwa kamu menelpon nya dan mengatakan kalau kamu baik-baik saja sejujurnya aku merasa sangat khawatir dengan keadaan mu"


"Mira terima kasih sudah mengkhawatirkan ku, aku berjanji secepatnya akan menemui kalian" kata via seraya tersenyum pada teman nya itu


"Eemm, Ketua Bisakah kau memberikan sedikit informasi mengenai keberadaan mu saat ini, setidak nya agar kami tidak mengkhawatirkan kamu dengan berlebihan" ujar Robi yang mengambil alih pembicaraan


"Robi kau tenang saja, aku sedang berada di tempat yang aman dan aku yakin tak ada seorang pun yang berani menyakiti ku di tempat ini, waktu itu aku telah di temukan oleh seseorang yang tepat, dia sangat baik dan dia juga dengan tulus telah merawat ku selama aku koma hingga hari ini bahkan dia membawaku untuk tinggal bersama nya"


"Tapi ketua apakah kau yakin bahwa dia benar-benar orang baik seperti yang kau katakan" sela Mira yang masih merasa khawatir


"Mira kau tidak perlu khawatir, dia juga salah satu orang yang paling berpengaruh di kota ini dan aku yakin tidak akan ada yang berani menyinggung nya"


"Salah satu orang yang paling berpengaruh,? Ketua apa kita mengenal nya" tanya Robi


"Uumm, mungkin selama ini kalian juga mengenalnya" jawab via seraya tersenyum Jahil dan sengaja bermain-main dengan kedua temannya itu


"Huhhh, Senyum itu setidaknya biarkan aku tidak melihatnya untuk saat ini, Ketua kau benar-benar senang membuat kami menguras otak dengan terus bermain tebak-tebakan, Ketua ini bukan saat nya bermain-main" ujar Mira yang merasa jengah dengan sikap ketua nya


"Mira Robi aku tegas kan pada kalian, jangan terlalu serius dengan Hidup ini karna jika kau terlalu serius maka kau tidak akan pernah merasakan yang namanya Pahit manis kehidupan, sesekali di selingi dengan candaan agar tidak terasa kaku lagi pula aku sangat rindu dengan kalian dan Teman-teman yang lain seminggu tidak bertemu membuat ku merasa kehilangan banyak semangat" ujar via yang berubah sedikit melow


"Jika kau rindu maka datang lah dan temui kami atau kami yang akan mendatangi mu ke sana, tidak perlu di buat banyak proses" sahut Mira yang langsung nyerocos tanpa Sensor


mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Mira langsung membuat Robi merasa jengkel dan naik darah sehingga tanpa ragu tangan nya Langsung saja menoyor kepala Mira


.


.


.


BERSAMBUNG