
Aku berdiri, "Mi, gue mau ke toilet ya." aku berbicara kepada Emi. Kebetulan saat itu tidak ada guru didalam kelas.
Sebelum Emi menjawab, aku sudah meninggalkan kelas. Aku melewati toilet, karena tujuanku memang bukan toilet.
"Eh neng, kok ke sini.. emang gak ada pelajaran?" kata ibu kantin pada ku.
"Gak ada gurunya bu." aku berbohong pada ibu kantin.
"Es teh manisnya satu ya bu, dikamar ada siapa bu? " kata ku lagi.
Aku sudah akrab dengan ibu kantin, akupun sering membantu ibu kantin melayani pembeli. Di dalam kantin ada satu kamar favoritku. Di kamar itu terdapat TV, aku sering bolos mata pelajaran dan menonton TV di kamar itu.
"Gak ada siapa-siapa neng, ibu sendirian." jawab ibu kantin seraya memberikan es yang aku pesan.
"Aku ke kamar ah, numpang nonton ya bu." kata ku pada ibu kantin lalu aku pun menuju kamar itu.
Sampai kamar, aku ambil remote Tv lalu ku nyalakan Tv itu. Ku cari - cari siaran Tv "ah gak ada yang bagus." kata ku lalu aku duduk dibangku favorit ku dikamar ini.
Ketika aku sedang asik menonton TV (entah apa acaranya ) sebenarnya aku tidak benar - benar ingin menonton TV, aku cuma numpang kabur dari kelas yang membosankan.
Aku hanya tidak ingin mendengar suara tawa Cimon dan cewek manis berambut panjang itu.
"Eh jangan masuk, ada temannya didalam." kata ibu kantin, entah si ibu kantin berbicara dengan siapa..
"Siapa bu ??" kata suara yang aku sangat kenal. Nada suaranya terdengar bingung.
"Dia, ngapain ke kantin..?? ini kan masih jam pelajaran." aku menengok kedepan sebentar.
Benar saja, dia si Cimon sedang asik duduk menikmati minum es teh manis.
"Cimon gue bolos juga.," kataku, cepat- cepat aku kembali kekamar .
Entah mengapa kalau melihat cimon aku dag dig dug jantungku berdetak kencang, aku berubah menjadi bisu.
Setiap mendengar suaranya aku sudah salah tingkah.
"Oh Bee ada apa dengan dirimu???" tanya ku dalam hati dan aku tetap gak tau jawabnya.
Sampai jam pelajaran berakhir aku masih dikantin. Bell berbunyi kencang tanda pelajaran telah usai. Aku kembali ke kelas, mengambil tas. Aku robek kertas di buku ku, aku buat pesawat kertas lalu aku terbangkan.. "Hai pesawat kita bebas.. terbanglah sesukamu." lalu aku berlalu pulang.
Entah mengapa aku suka sekali membuat pesawat dari kertas, lalu menerbangkannya. Itu aku lakukan setiap hari di waktu jam pulang sekolah.
......….......
Tiba hari ulang tahun teman sekelasku, semua di undang. Aku pun janjian berangkat bareng bersama teman-teman pandara (sekarang paskibra).
Aku bersiap - siap mencari pakaian yang cocok untuk kupakai ke pesta ulang tahun teman ku.
"Pasti Cimon juga dateng nih, kan dia diundang juga." kata ku senang.
"Bisa liatin Cimon lama - lama, Syukur -syukur bisa ngobrol." aku senyum - senyum sendiri.
Aku pergi ketempat yang sudah aku dan teman - teman ku sepakati.
"Loh kenapa ada cimon gue disini ? emang dia janjian juga sama anak - anak disini ?beneran berangkat bareng-bareng?" tanyaku dalam hati.
"Pura - pura gak liat aja deh." aku lalu menghindari cimon ku aku masih salah tingkah.
Kami naik metromini menuju tempat pesta ultah . Dag .. dig.. dug.. Jantungku berdendang kembali .
"Kenapa nih cowok malah duduk disamping gue, tadi kan gue duduk sama Lani, kemana tuh anak.." detak jantung gue kembali berpacu..
"Ya Tuhan, semoga nih cowok gak denger suara detak jantung gue." batinku menahan rasa grogi.
"Eh, tuh pak kenek nagih." aku masih gak denger dia bilang apa...
Sungguh aku masih gak berani menghadap ke si Cimon, sepanjang perjalanan aku hanya melihat ke arah jalan.
Seneng, grogi, deg deg an semua perasaan itu campur aduk menjadi satu.
Aku menoleh kepadanya dan hanya tersenyum lalu kembali melihat jalanan lagi.
"Aduh suara itu bikin gue gak bisa ngapa - ngapain." batinku berkata.
"Harusnya gue seneng bisa duduk berdua ma Cimon. Ini kenapa malah grogi gini sii." gerutu ku dalam hati.
"Eh kok diam aja, bisu ya." si Cimon mengajak ku mengobrol kembali.
Sama seperti tadi, aku hanya menoleh kehadapan nya tersenyum lalu kembali melihat jalan.
"Ah Cimon, gak tau si lo.. lidah gue tiba - tiba kelu bila deket lo." aku berusaha mengatur nafas ku agar tenang.
Sungguh duduk di metromini berdua dengan cimon ku membuat aku salah tingkah.
"Eh udah sampe, gak mau turun." kata Cimon kepadaku.
Aku menoleh kepadanya, lalu berdiri hendak turun dari metromini.
Cimon mengikuti ku turun dari metromini. Teman - temanku ada yang turun lewat pintu belakang dan sebagian lagi lewat pintu depan.
Kami pun beramai - ramai menuju rumah teman ku yang berulang tahun. Kami berjalan kaki lumayan jauh.
Aku berjalan bersama Lili teman sekelasku juga.
Ku lihat Cimon berjalan bersama teman sebangku nya. Sesekali mereka tertawa bersenda gurau. Aku sangat menikmati melihat cimon ku tertawa.
Akhirnya kami pun sampai ditempat ultah teman ku. Acara belum di mulai, kami datang tepat waktu.
"Ayo masuk, acara mau di mulai !!!" ajak sang tuan rumah kepada kami.
Aku memilih untuk di luar ruangan, karena di dalam ruangan sudah cukup banyak orang.
"Ayo Bee masuk !!" kata Cimon kepada ku.
"Gak ah, gue didepan aja." kata ku pada Cimon. Akhirnya aku bisa berbicara juga dengan si Cimon.
"Tuh anak - anak perempuan pada di dalan loh." kata si Cimon masih memaksa ku masuk ke dalam ruangan.
"Gak apa - apa, gue diluar aja banyak angin." kata ku menolak ajakan si Cimon.
Akhirnya si Cimon pun duduk diluar bersama ku.
"Eh kenapa gak makan?" kata Cimon kepadaku. Karena teman - teman ku sudah mengambil makan semua.
Aku hanya senyum tanpa menjawab pertanyaan si Cimon.
"Bilang aja mau minta diambilin." katanya lagi sambil berlalu kedalam, lalu dia kembali membawa piring yang sudah berisi nasi dan lauk nya..
"Nih makan !!!" katanya sambil memberikan piring itu.
"Eh..oh.." aku kaget campur panik sambil mengambil piring yang diberikan Cimon pada ku.
Tanpa bilang terima kasih, aku memakan nasi sampai habis.
"Mau minum apa?" kata si Cimon lagi kepadaku .
"Es." jawabku refleks.. OMG beneran dia ngambilin minum.. mimpi apa gue semalem batin ku..
Didekatnya aku bener-bener jadi patung
" ...eh gimana nih, dag dig dug gak berenti-berhenti." aku mulai gelisah.
Cimon ku masih berusaha mengajak ngobrol tapi aku tetap diam.
"Eh , lo gak bisa ngomong ya." katanya padaku.
...........