My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Tahun kedua Dia Hilang



Tahun ke dua di SMP tidak berbeda jauh dengan tahun pertama di SMP. Aku masih tetap sering bolos sekolah. Sebenarnya aku tidak benar - benar bolos. Aku sibuk di GOR untuk mempersiapkan kejuaraan Tae Kwon Do tingkat JABODETABEK.


Sekolah maupun teman - teman di kelas tidak ada yang tau aku atlet Tae Kwon Do. Di kelas aku jarang mempunyai teman. Kalaupun aku masuk sekolah, bila di tengah - tengah jam pelajaran aku mulai bosan aku akan kabur dari kelas. Kadang aku nonton TV dikantin atau aku akan nongkrong diatap sekolah membaca komik kesukaan ku.


Terkadang aku kesal bila masuk sekolah. Ada aja yang usil kepadaku. Kadang topi ku hilang, pernah kaos olah raga ku kebesaran entah siapa yg menukar, buku tulis hilang, di kursi ada permen karet, baju ku kena tinta.. Aku gak tau siapa yang melakukan itu.


Aku hanya bisa diam menahan marah, menunduk menahan tangis.


"Cengeng ya aku hihihihi tuh mana ada yang percaya aku atlet Taekwondo saat itu." saat kelas 2 SMP aku sabuk merah strip hitam.


Alpa ku banyak tak terhitung jari, kalian pasti bingung kenapa aku bisa naik kelas??


Bukan bermaksud sombong, aku salah satu murid yang pintar di kelas. Nilaiku tidak pernah jelek selalu di atas rata - rata.


Dan aku langganan guru BP hha ha ha itu bukan karena aku nakal atau berkelahi, tapi karena alpa ku yang banyak.


"SAYA BERJANJI TIDAK AKAN BOLOS LAGI." nah ini aku harus tulis 1 buku full sebagai hukuman karena aku sering bolos sekolah.


Suatu hari aku dengar Cimon ku berkelahi dengan kakak kelas, dan tidak ada yang tau apa sebabnya. Cimon ku dipukul oleh kakak kelas. Teman - teman Cimon tidak terima kalau Cimon di pukul, lalu mereka menyerang kelas kakak kelas. Sungguh kacau saat itu.


Anak-anak perempuan berteriak..


"Hai teman-teman, liat tuh !!!! anak - anak cowok pada berantem." teriak salah satu teman sekelas ku.


Aku sudah reflek ingin berdiri mau ikut partisipasi dalam perkelahian itu.


Tapi akhirnya aku kembali duduk, aku urungkan niat ku.


"Kalau gue kesana, gue pasti ikut memukul kakak kelas. Kakak kelas yang memukul cimon. Dan gue pun akan berakhir di guru BP. Sedangkan hukuman karena sering bolos aja masih belum berakhir, bisa - bisa gue di D O." pikirku saat itu.


Sejak kejadian itu aku gak pernah liat Cimon ku lagi. Dia gak sekolah - sekolah, kelas terasa makin membosankan untuk ku.


"Cimon dimana lo??" lirihku dalam hati.


Hari-hari berlalu cimon ku menghilang, aku marah, kesal, kecewa, dan aku merindukan Cimon ku. Kenapa dia menghilang tanpa pamit.


Aku sudah malas ke kantin, udah gak ada Cimon lagi. Aku lebih sering di atap membaca komik. Bolos ku makin menjadi - jadi, untungnya nilai - nilaiku masih diatas rata - rata. Aku ranking pertama di kelas. Ujian nasional mendapat nilai tertinggi disekolahku.


.........


Aku masuk SMK, lagi - lagi bukan sekolah yang aku mau. Saat itu aku mendapat sekolah STMN tapi mamaku menolak. Aku harus masuk SMEA. "harus tanpa ada nego dan bantahan .." kata mamaku tegas pada ku.


Berbeda dengan SMP aku sering bolos sekolah. Di SMEA S aku cukup rajin dan aktif.


Kalian pasti bertanya, apa aku sudah melupakan cimon?? jawabku belum ..belum.. dan belum...


Buku harianku masih bercerita tentang dia si Cimon Cinta Pertama ku. Aku pernah dengar dari temanku, kalau Cimon setelah keluar dari SMP X dia pindah keluar kota. Saat mendengar itu aku menangis dan mengurung diri dikamar.


Tahun pertama di SMEA S aku sangat menikmati, walau bayang - bayang Cimon terus mengikuti. Selama itu aku tidak pernah pacaran. Bukan karena tidak ada yang menyatakan cintanya padaku. Tapi aku masih sangat merindukan cimonku.


"Dasar bocah ini.." aku hanya tersenyum dan melepaskan puisi itu dari mading sekolah.


Aku tau siapa yang menulis puisi itu untuk ku, karena ini bukan yang pertama kali dia menulis puisi untuk ku.


Tahun ke dua di SMEA S aku mendengar kabar cimon ku berpacaran dengan Yani (teman masa SMP ku). Hancur hatiku, pupus sudah harapanku. Aku patah hati saat itu.


Mulai saat itu aku hapus semua tentang cimonku.


Aku kecewa setelah lama aku mengharapkan Cimon, akhirnya dia berpacaran dengan salah satu perempuan alumni di SMP ku.


Marah, sedih, hancur hati ku, kala itu aku benar - benar patah hati.


"Cimon, kenapa gue harus denger berita ini. Sudah lama gue mau denger tentang lo. Tapi bukan berita tentang lo yang sekarang pacaran ma dia .. Jahat lo.. !!!" kata ku kesal sambil ku lempar buku harian ku.


Patah hati aku sudah dengan si Cimon. Cimon berhasil menghancur leburkan perasaan ku. Mengacak - acak hati ku, marah.. sungguh aku marah saat itu.


Ingin ku hapus semua memori tentang Cimon si Cinta pertama ku. Cinta pertama ku yang kandas.


" ... Hiks mengapa sakit... sakit sekali dada ini." tangis ku pun pecah.


ku benamkan wajahku di bantal, agar suara tangis ku tidak terdengar keluarga ku.


"Cimon jahat... jahat.. mengapa pacaran sama dia. Gak tau apa lo ..gue selalu nunggu lo dateng.. gue selalu menyukai lo.. sangat..sangat suka." tangisku lagi.


Aku terlalu menyukai Cinta pertama ku itu, susah bagi ku untuk menyukai orang selain si Cimon.


Hati ku dipenuhi semua tentang Cimon, semua tentang Cimon tersusun rapi di hati ku.


Sekarang aku mendengar Cimon berpacaran dengan bekas teman sekelas ku, bagaimana hati ku tidak hancur berkeping - keping.


Cowok yang selama aku cari dan aku rindukan, sudah menghancurkan hati ku.


Aku tidak bisa merima kenyataan pahit ini. Aku benar - benar kehilangan Cimon, sia - sia selama ini aku menantikan nya.


Air mata ku tidak mau berhenti, terus mengalir dari kedua pipiku. Bantal ku sudah banjir dengan air mata. Saat itu aku hanya ingin menangis dan mengurung diri di kamar.


"Cimon jahat... jahat..!!!." kata - kata itu terus keluar dari mulut ku.


Aku coba pejam kan mata, mencoba berdamai dengan hati.


.........


Aku mulai membuka hati untuk yang lain. Ada anak STM yang nembak aku, aku hampir menerimanya..


"Coba aja kali ya, mungkin dengan pacaran dengannya aku bisa lupain cimon." batinku.


.......