
Semester pertamaku di kampus aku lalui dengan penuh semangat.
Pagi ini aku ada janji dengan Eva di Lab Komputer.
Lab tempat favorit kami berdua selain kantin. Aku dan Eva memang sering di kedua tempat itu.
"Pagi Va, udah lama ?" Sapa ku pada Eva.
"Pagi Neng Bee, Hmm lumayan. 15 menit deh "Balas Eva tanpa menoleh padaku, mata nya masih sibuk menatap layar monitor.
"Serius amat lo Va , emang ngerti ?? atau sok ngerti ?" ejek ku pada Eva .
Lalu aku menaruh tas ku pada kursi kosong di depan kursi Eva, jadi aku berhadap - hadapan dengan Eva.
"Ini adalah kursi favorit gue." kata ku pada Eva, yang masih serius menatap layar monitor.
Posisi duduk ku sungguh nyaman, aku memang paling suka duduk di kursi ini. Posisi nya paling pojok, kalau aku menghadap ke kanan aku akan melihat pemandangan indah.
Lab komputer berada di lantai 3.
Ku lihat Eva masih serius menatap layar monitornya. Aku senyum - senyum melihat tingkah Eva. Eva kalau lagi serius mengerjakan tugas raut wajahnya lucu. Terkadang dia tidak sadar kalau bibir nya ikut maju 10 cm.
"Va, tuh bibir biasa aja dong. Bibir lo mau balapan ma idung lo tuh." ledek ku pada Eva.
"Ah rese lo Bee, ini udah paling biasa" Kata eva memasang muka imut.
"Itu biasa ya ?, gimana luar biasanya Va ??? makin maju ya." tawa ku pecah.
"Seneng lo ya ? pagi - pagi udah ributin bibir gue, kaya lo gak punya bibir aja." Eva ikut tertawa.
"Gitu dong, jangan tegang - tegang tuh muka. Entar lo stroke gue gak punya temen." kata ku sambil menghidupkan layar monitor ku.
Aku berdiri menghampiri Eva . "Va, tugasnya yang mana sii ?" tanya ku pada Eva.
"Ini non Bee....!!!" tunjuk Eva. Aku serius memperhatikan penjelasan Eva.
Lalu tiba - tiba "bruk.... eh suara apa itu?" aku menoleh ke arah suara itu.
"Hei... lo siapa ? sopan dikit lah, baru dateng udah ngajak ribut." hardik ku marah melihat tas ku dilempar ke kursi disebelah kursi ku.
Ku hampiri cowok yang sudah melempar tas ku. Tanpa berkata apa - apa, dengan santai nya cowok itu duduk di kursi ku.
"Pagi - pagi udah nyari ribut nih bocah !!!!" geram ku.
"Eh lo .. Cowok rese.... kenapa tas gue di lempar ? ada masalah apa sama gue ? Bangun lo !!!! itu kursi gue." nada ku sangat marah pada cowok rese itu.
"Ini kursi gue, cuma gue yang boleh duduk disini. Lo duduk disitu aja ya !!!! "Jawab nya enteng sambil menoleh kepada ku.
Degh... jantung ku berdegup kencang, perasaan apa lagi ini?? ku tatap wajah cowok itu.
"Sea ???? itu lo ?? lo kuliah disini juga ?" kata ku kaget.
Sea adalah nama si Cimon cinta pertama ku ku sewaktu SMP. Cowok yang membuat ku patah hati walau tak pacaran. Cowok yang membuat ku gagal move on sehingga aku masih jomblo sampai saat ini.
Cimon yang tiba - tiba menghilang di tahun ke dua kami SMP. Cimon yang selalu gue kangenin. Cinta pertama ku yang tak terbalas.
"Gue Yoseph bukan Sea !!" kata nya santai.
Lalu aku tersadar ..
"Arghh.. dia bukan Sea ku." kata ku kecewa. Ku tatap cowok yang bernama yoseph itu. Berwajah mirip.. mirip sekali cimon ku, berkulit putih tapi Yoseph berambut gondrong beda dengan cimonku yang berambut pendek.
"Iya gak mungkin dia Sea, Sea tidak akan sekasar ini. Sea ku kalem, berwajah ramah." batinku kecewa karena dia bukan Sea cowok yang selama aku nanti kan.
Yoseph kaget lalu berdiri hendak mengambil tas nya.
"Eh cewek stress !!! ngapain lo lempar tas gue " katanya marah menatapku.
Lalu dia berdiri hendak mengambil tas nya.
Dengan santai aku duduk di kursi ku.
"Apa lo??? ini kursi gue. Lo duduk di situ aja !!!" kata ku melotot pada Yoseph.
"Ish kalian ini ... kaya bocah rebutan mainan deh.. udah lo duduk di situ aja sii Jo." kata Eva melerai.
"Lagian lo Jo, baru dateng udah nyari gara - gara, pantes lo jomblo." kata Eva pada cowok yang dipanggil Jo itu.
Aku kaget Eva kenal ma cowok rese ini." kenal dimana nih si Eva, gue baru liat nih cowok di ruang Lab ini." kata ku dalam hati.
"Hmm... ok lah gue ngalah, untuk hari ini.. besok - besok gue yang duduk disitu." kata cowok aneh ini yang akhirnya mau mengalah.
"Eh cewe pinjem tip ex nya." kata Yoseph mengambil tip ex ku walau aku belum berkata iya.
"Nama gue Bee bukan cewek." kata ku pada Yoseph.
"Udah tau..... " kata Yoseph tersenyum pada ku.
" .. eh apa dia barusan bilang ?? udah tau??" aku memandang aneh ke aeahnya.
"Udah tau apaan ??" tanya ku pada Yoseph.
"Gue udah tau nama lo Bee." katanya tanpa menoleh pada ku. Yoseph menatap serius tugas - tugasnya.
"Ish sotoy lo, ketemu aja baru.. tau dari mana lo ?" tanya ku heran.
"Bawel lo ah, pokoknya gue tau ya tau. Udah jangan berisik gue gak selesai - selesai nih." Yoseph berkata ketus pada ku.
"Iiiiihhhhh bener - bener nih cowok, belum pernah gue hajar." geram ku dalam hati.
"Cakep - cakep judes banget nih cowok, yang jadi pacarnya kasian banget..Di omelin mulu kali ya." tanyaku dalam hati.
Ku perhatikan dia memang sedang serius mengerjakan tugas - tugasnya . Terlihat jelas dari raut wajahnya.
Tampang seriusnya sungguh imut, tiba - tiba aku teringat Cimon ku bila sedang serius mencoret - coret buku nya. Imut sekali ekspresi wajahnya. Aku tidak akan bosan mencuri - curi pandang untuk terus memandang wajah Cimon ku.
Sekarang aku melihat wajah serius yang imut ini ada disebelah ku. Tapi dia bukan Sea ku, Sea yang aku rindukan.
Cowok ini hanya mempunyai wajah yang kebetulan mirip Sea ku.. Cimon ku.. cinta pertama ku.
"Bee.. cepet selesaian tugas lo !! jangan liatin gue terus, nanti lo jatuh cinta sama gue." kata Yoseph pada ku sambil menoleh kehadapan ku
"Astaga nih cowo.. dia tau gue memperhatikannya... aishhh tatapan itu.. mata nya.. oh Tuhan." cepat - cepat aku menghindari tatapan mata nya.
"Jangan GR lo.. siapa juga yang liatin lo.. tip ex gue sini balikin." kata ku mengalihkan pembicaraan.
Saat itu aku malu sekali ketauan sedang memperhatikan cowok yang baru saja aku kenal ini.
"Nih... hhaha muka lo merah tuh ..manis nya." Yoseph mulai menggoda ku.
Aku hanya terdiam, aku memilih tak menghiraukan ucapannya
Disana Eva dan Yoseph mulai tertawa melihat muka ku yang sudah memerah.
.........