My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Dia Bernama Yoseph



Ku lihat Eva dan Yoseph masih terus menertawakan ku.


"Bee lo galak tapi lucu ya." Yoseph berkata pada ku.


"Baru tau lo ya Jo, Bee galak, jutek, lucu dan jomblo abadi." Eva ikut berkomentar.


"Ha hha ha ha iya, makin gemes gue." katanya lagi.


"Cieee cieee Jo, awas naksir." Eva mulai menggoda Yoseph.


"Apa deh kalian berdua, gak jelas nih." kata ku masih menahan malu.


"Ya udah cepetan lo selesaian tugas lo Bee, udah cuekin aja si Jo. Gue udah hampir selesai nih." kata Eva lagi.


"Iya.. iya . ini juga lagi ngerjain.. bawel ih." kata ku pada Eva.


Lalu Eva kembali serius menatap layar monitornya, sesekali dia membalas pesan di hp nya. Mungkin pesan dari Rio si pujaan hati nya.


Yoseph duduk persis di sebelahku. Setelah puas menertawakan ku dia kembali serius menatap layar monitor. Sesekali ku melirik ke arahnya. Masih tak percaya, mengapa wajahnya mirip sekali dengan cimon ku. Wajah yang sama berada persis di sebelahku.


Yoseph masih serius menatap layar komputer, sesekali dia mengetuk - ngetuk keningnya dengan pulpen yang dia pegang. Ku melirik padanya lagi.


"Kok ada ya wajah yang mirip banget." guman ku dalam hati masih tak percaya ada yang mirip cimonku.


Aku sibuk memperhatikan cowok rese yang berwajah mirip cimon ku. Sampai aku lupa mengerjakan tugas Akuntansi ku.


"Bee, lo udah selesai belum ?." kata Eva membuyarkan lamunanku.


"Ehh.. iya Va.. belum." jawabku tersenyum tipis


"Bisa gak ? nih nyalin punya gue kalau mau !!" kata Yoseph tersenyum.


"OMG, senyum nya.. meluluhkan hati ku.. senyum yang sama datang lagi.." batin ku berkata kagum.


"Nih serius salin punya gue aja, Gue udah selesai nih. Di jamin bener semua deh." ucap nya dengan nada sombong.


"Yakin nih gak mau liat ? gak ada pewararan ke dua kali loh... mau gak ? sebelum gue berubah pikiran." kata nya meyakinkan ku.


Mendengar ucapannya aku hanya tersenyum tanpa menjawab apapun pada Yoseph. Segera ku palingkan wajahku, aku tak mau Yoseph melihat wajahku. Bisa dipastikan saat itu wajahku memerah, dan dia akan kembali menertawakan aku.


Entah mengapa cowok rese ini mengacak - acak pikiranku.


"Tadi jutek banget, mengapa sekarang bisa tersenyum begitu manisnya." pikirku tak habis pikir.


"Apa nih cowok punya kepribadian ganda ya." aku senyum - senyum sendiri.


"Ayo Bee, cepetan ah.. Rio udah nunggu gue di studio nih." kata Eva mulai tak sabar.


Rio mempunyai Studio musik di rumah nya. Rumah nya tak jauh dari kampusku. Sekitar Lima menit lah kalau naik motor jarak dari kampus ke rumahnya.


"Ya udah lo duluan deh Va, entar gue nyusul." kataku pada Eva. Tangan ku masih sibuk mengetik, tanpa melihat kearah Eva.


"Beneran nih , Lo gak marah gue tinggal?? " tanya Eva ragu.


"Iya.. iya gak apa - apa, santai aja sii Va." Kataku meyakinkan Eva.


"Tinggalin aja Va, Bee gue yang jagain. Tenang aja temen lo aman deket gue." Yoseph tiba - tiba berkata pada Eva.


"Justru deket lo gue gak aman, tensi darah gue bisa naik. Baru ketemu aja udah ngeselin, ngajak ribut." kata ku menoleh ke arah Yoseph.


"Ha ha ha, sumpah lo lucu banget Bee." Yoseph tertawa puas sekali.


"Stress nih bocah.. ketawa lagi." omel ku pada Yoseph.


"Va, entar bilangin Rio. Gue agak telat ke Studio nya ya." Kata Yoseph pada Eva.


Aku melirik kearah Yoseph, Kaget ternyata Yoseph mengenal Eva dan Rio.


"Ok deh, Jo.. Bee..gue cabut duluan kalau gitu." kata Eva tersenyum pada ku dan Yoseph.


"Apaan siiii.. rese lo." kata ku pada Eva.


"Teman ..... ??? " tanya ku heran dalam hati.


Sejak kapan Yoseph menjadi teman Eva, mengapa aku tidak tau.


Selama di kampus bermain sama Eva, tidak sekali pun aku melihat Eva bersama Yoseph.


"Eva dan Yoseph kenal dimana ?" aku bertanya pada diri sendiri.


Aku menatap Yoseph, anak itu masih asik memutar - mutar tempat duduk nya.


Lucu sekali tingkahnya, aku hanya bisa menahan tawa ku.


Lalu aku mulai fokus menatap layar monitor ku. Berharap Yoseph tak tau aku memperhatikan diri nya.


"Eh kalian berdua.. yang akur ya, jangan berantem terus..nanti jadi suka." kata Eva menggoda aku dan Yoseph. Lalu dia melambaikan tangan nya pada ku.


"Dasar gelo si Eva." batinku kesal karena malu dengan perkataan Eva tadi.


"Udah suka dari awal." jawab Yoseph seenaknya, Tanpa memalingkan wajahnya dari layar monitor.


"Eh, Gue gak salah denger kan? apaan tuh barusan dia bilang .. ish jangan GR deh Bee." kata ku dalam hati.


Ku lirik ke arah Yoseph, laki - laki itu masih sibuk dengan tugas kuliahnya.


Ku Perhatikan wajahnya.. "OMG kenapa bisa mirip banget ya ?? " Aku masih tidak percaya.


"Liatin gue mulu dari tadi ..kenapa ? naksir ya?..iya..iya gue emang cakep." katanya tanpa menoleh kepada ku.


"Ais .. GR .. cowok narsis." kata ku kaget, ternyata Yoseph tau aku memperhatikannya. Segera ku palingkan wajah ku , ku tatap kembali layar monitorku.


"Eh Bee, kenapa dari tadi lo liatin muka gue terus ? ada yang aneh kah?" katanya padaku lalu menoleh ke arah ku. Dia memutar bangku nya sehingga dia berhadapan dengan ku.


"Iichh siapa yang liatin lo, GR lo ?" kata ku menahan malu.


"Hha ha ha, muka lo merah lagi Bee.. Lucu lo .. manis nyaaa." kata nya menggoda ku


"Ah rese lo .. sana ihhh udah liatin monitor lo aja, jangan gangguin gue . Gak kelar - kelar nih tugas gue." ku sambit dia dengan Tip Ex


"Gokil.. nih cewek galak banget !!!" Yoseph menangkap tip ex yang aku lemparkan padanya.


"Apa loooo !!!! Mau gue timpuk lagi ?" kata ku pada Yoseph.


"Santai siii... galak aja.. tapi makin galak..gue makin penasaran ma lo." Yoseph kembali menatapku.


"Kata - kata gombalan lo gak mempan untuk gue, sana cari korban lain.. salah sasaran lo." kata ku balik menatap Yoseph.


Mendengar itu Yoseph tertawa puas sekali.


Ku lihat tawa nya, bebas sekali tawa nya. Tawa nya pun sama seperti Cimon ku.


"Kita liat nanti ya, lo belum kenal gue. Nanti lo akan sayang sama gue." kata nya yakin sambil memutar - mutar bangku yang dia duduki.


"Coba sebisa lo cowok aneh.." kata ku tanpa memalingkan wajah ke arah nya.


"Tunggu aja, gue akan buat lo tetep di sisi gue." kata Yoseph yakin.


"Ishhh.. darah tinggi gue deket - deket lo, kasian ya pacar lo." kata ku pada Yoseph.


"Sayang nya gue belum ada pacar, ini lagi berusaha dapetin, lo mau jadi pacar gue Bee? " kata nya tersenyum pada ku.


"Oooalahhhh.... senyum nya, bikin aku meleleh.. manis banget." sesaat aku terpesona oleh senyum nya.


.............