My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Mereka menggodaku



Hari ini topik di studio musik menggodaku dan Yoseph.


"Lo udah kenal ma Yoseph kan Bee ?" Rio berkata padaku.


"Nah dia yang mau gue kenalin ke lo, Dia sahabat gue dari SMA. Sama kaya lo Jones." Rio menjelaskan padaku.


"Terus kalau jones emang kenapa, masalah buat gue?" kataku tersenyum pada Rio.


"Ya sama - sama jones cocok lah." kata Eva tertawa.


"Dasar kalian pasangan stress." kata ku pada dua insan itu.


Lalu kami pun tertawa bersama.


"Rio, udah gosip nya. Kaya anak perawan aja lo ikut gosip. Ayoo cepet latian." teriak Yoseph pada Rio.


"Iya.. iya.. bawel lo." kata Rio kepada Yoseph.


"Yank , gue latian dulu ya." Rio berbisik mesra pada Eva.


"Sipp." Eva mengacungkan jempolnya kearah Rio.


Aku dan Eva menonton mereka latian. Suara Yoseph sungguh merdu.


Lagu Nirvana yang mereka mainkan. Ku terus memperhatikan Yoseph. Wajah itu.. wajah yang sudah lama aku rindukan. Wajah yang mirip dengan Cimonku, tapi dia bukan orang yang aku tunggu.


"Ayooo.. diliatin terus.. luntur dah...Yoseph ganteng kan." kata Eva tersenyum nakal pada ku.


"Hmm iya.. ganteng." tanpa sadar aku menjawab Eva


"Nah ya.. cinta pandangan pertama." Eva terus menggoda ku


"Apaa cinta ? gak secepat itu keles.. ngaco lo Va." kata ku menjitat kening Eva.


"Awww sakit Bee." kata Eva memegang keningnya.


Aku tak menghiraukan teriakan sakit dari mulut Eva. Kembali ku tatap wajah yang mirip cimonku. Aku menikmati alunan merdu suaranya. Tak ku sangka dia mempunyai suara indah itu. Aku terbuai oleh nyanyiannya.


Sesekali Yoseph melirik kearah ku. Dengan senyumnya dia terus menyanyikan lagu itu. Seakan dia bernyanyi hanya untuk ku.


Tatapan lembut itu sungguh mengingatkanku pada Sea. Aku membayangkan andai itu Sea, bernyanyi untukku. Bahagia nya hati ku, tapi sayang orang itu bukan Sea dia Yoseph cowok yang baru saja aku kenal.


Aku sering ke studio milik Rio untuk menemani Eva. Aku tidak bisa memainkan alat musik. Eva pun tidak berbeda jauh denganku. Kami hanya team Horee hhahha.


Selama ini aku tidak pernah melihat Yoseph di kampus maupun di studio musik milik Rio. Ini pertama kalinya aku melihat Yoseph.


"Va, kata Yoseph dia udah pernah liat gue waktu kita mengikuti tes masuk di kampus." tanya ku pada Eva.


"Iya emang.. gue kan dateng bertiga sama Rio dan Yoseph. Masa lo gak liat ?" kata Eva lagi.


Aku hanya menggeleng kan kepala, mencoba mengingat - ingat. Tapi nihil tetap saja aku tak mengingat.


"Ha ha ha ha ngarang lo." kata ku membalas cubitan Eva.


"Dii gak percaya, tanya Rio aja kalau gak percaya !!" kata Eva lagi.


"Ngapain weee." cibir ku pada Eva.


"Yoseph baik kok orangnya, gak mungkin lah kita mau ngenalin lo sama Play Boy. Yoseph dari SMA jomblo." Eva masih mempromosikan Yoseph pada ku.


"Kasian cakep - cakep jomblo." tawa ku.


"Diiiihh dihhh gak ngaca dia.. sama ma lo nona jones." kata Eva mencubit pipiku.


"Rese lo Va." kata ku pada Eva.


"Yeaaa... makin oke aja suara lo Bro." Kata salah satu teman Rio kepada Yoseph


"Iya.. ada aura yang berbeda ya sama Yoseph hari ini." Rio melirik ke arahku.


Aku tau maksud Rio, dia menggodaku dengan Yoseph . Aku pura - pura tidak mendengar ucapan Rio.


Rio memang sering berkata padaku ingin mengenalkan temannya padaku. Entahlah apa yang di maksud temannya adalah Yoseph.


"Aus..latian hari ini udah dulu ya.. laper gue." kata Yoseph pada teman - temannya.


"Yuk kita cari makan." ajak Eva.


"Kalian pergi aja gii, kita - kita masih mau disini." kata salah satu temannya.


Yang dimaksud kita - kita adalah tiga orang temannya Rio dan Yoseph. Aku lupa siapa nama mereka.


"Yuk, naik mobil gue aja . Motor lo parkir sini aja." kata Rio kepada Yoseph.


"Iya, kita berempat naik mobil Rio aja. Adem irit bensin lagi lo." kata Eva pada Yoseph menimpali perkataan Rio.


"Ok.. mayan gue bisa ngadem sambil tidur." kata Yoseph.


"Tidur mulu lo ah, masa ada cewe kece lo tinggal tidur.. nyesel ntar lo" goda Eva pada Yoseph.


"Hmm iya juga ya ha ha ha ha" Yoseph melirik kearah ku.


"Kenapa lo liatin gue?" ku melotot pada Yoseph.


"Va, temen lo galak ya? tapi gue suka." katanya pada Eva.


"Uhuii, ayoo lo Bee. Lo gak akan bisa lolos dari cowok ganteng ini. Siap - siap ya." Eva malah makin menggodaku.


"Berisik kalian ini." ku percepat langkahku meninggalkan studio.


........