
"Hai kamu sini duduk sama gue !" sapa ramah seorang gadis berambut bondol kepadaku.
aku tersenyum ramah dan menuruti ajakannya. "gue duduk sini ya." lalu aku duduk disampingnya.
Gadis ramah itu menjulurkan tangannya mengajak berkenalan.
"Gue Emi, lo siapa?" katanya ramah.
"Gue Bee, salam kenal ya." kataku tersenyum.
Emi gadis imut berambut bondol, cantik, tinggi semampai dan ramah , sempurna banget nih cewe batin gue.
"Siang anak-anak." seorang guru masuk ke dalam kelas kami. Lalu diikuti beberapa guru lainnya masuk kedalam kelas.
"Siang Pak." serempak sekelas membalas salam guru kami.
"Selamat datang siswa siswi di SMP X, ini adalah tahun ajaran pertama kalian di SMP ini, Bapak harap kalian bisa mengikuti dan mentaati peraturan di Sekolah ini. Ingat bila ada yang melanggar peraturan sekolah, kami pihak sekolah tidak akan segan - segan memberi sanksi dan hukuman kepada kalian, tanpa terkecuali. Sekarang kalian semua berbaris dilapangan ! Selamat mengikuti masa orientasi siswa selama seminggu ini." Pak Guru memberi aba-aba agar murid-murid berbaris turun ke lapangan.
"Yuk Bee kita turun ke lapangan." ajak Emi kepadaku sambil menggandengku.
"Yuk, kita berjemur." Sambil ku raih tangan Emi.
"Hahhaha berjemur, bener juga lo." kata Emi tertawa.
"Iyalah siang - siang baris di lapangan. Apa coba kalau bukan di jemur." kata ku ikut tertawa bersama Emi.
Aku dan Emi baru kenal tapi bagiku terasa kami sudah lama kenal .
Senang rasanya mempunyai Emi sebagai teman pertamaku, Setidaknya ada yang mengajak aku mengobrol.
Dilapangan sudah berbaris murid-murid yang lain. Aku dan Emi berlari memasuki barisan.
Emi berbaris didepanku.
"Kita baris di sini aja Bee." ajaknya menarik tangan ku.
"Siap .." aku pun berbaris dibelakang Emi.
"Siang - siang gini panas matahari lagi cetar - cetar nya kita dijemur pikir gue. Gue gak kuat panas, aduh pasti muka gue kaya kepiting rebus nih." guman ku tanpa memperhatikan pembina upacara sedang berbicara.
Aku berdiri gelisah, panas, penat, pegel. Aku melirik teman - teman ku. Mereka sama gelisah nya dengan ku. Ku perhatikan satu - satu sepertinya tak ada yang memperhatikan pembina upacara memberikan pidato tentang apa.
"Ngomong apaan sii, lama amat.. Dia enak disitu adem.. disini panas woi, kaki gue dah pegel." gerutu ku dalam hati.
Ku lirik kanan kiri, ku lihat barisan anak laki - laki. Mataku mencari satu - satu siswa - siswa itu.
"Baris dimana ya dia." aku mencari sosok cowok kalem yang aku lihat tadi di dalam kelas.
Tak ku temukan, entah dia baris dibarisan mana. Mungkin di belakang, tapi aku tak berani menengok ke belakang.
Karena aku dan Emi tidak tinggi - tinggi amat, jadi aku dan Emi berada di barisan 3 dari depan.
Sedangkan si cowok manis dan kalem itu cukup tinggi , jadi pasti dia berada di barisan belakang.
Prok..prok..prok..semua bertepuk tangan, hihihi tanpa tau apa yg mereka tepukan gue ikut tepuk tangan aja deh, partisipasi batin ku sambil senyum-senyum gak jelas.
Emi menoleh kebelakang menatap wajah ku.
"Eh Bee tadi pak Guru bilang apa ?" tanya Emi.
"Gak tau, gak dengerin." kata ku tersenyum mendengar pertanyaan Emi.
"Lah, lo tepuk tangan ?" katanya lagi pada ku.
"Sama ..lo juga ngapain tepuk tangan, emang paham apa kata pak guru ??" jawab ku senyum senyum pada Emi.
Aku melirik jam, "Udah 30 menit belum selesai juga nih upacara, gak pada pegel apa ya??" tanyaku dalam hati tanpa meminta jawaban.
Ku colek Emi yang baris tepat didepanku.
Emi menoleh kebelakang. "Kenapa Bee ??" tanyanya padaku.
"Kaki gue pegel, lo gak pegel Mi ?" kataku pada Emi.
"Samaaaa." jawab Emi berbisik pada ku, Lalu dia menatap kembali ke arah pemimpin upacara.
"Balik kanan bubar barisan jalan." kata pemimpin upacara lantang.
"Yesss , selesai juga." senyum kecil aku dan Emi.
Emi menggandeng tanganku menuju tangga.
Kelas kami ada di lantai 3, kami melakukan upacara di lapangan lantai 1.
Jadi untuk menuju kelas , murid - murid kelas 1 harus menaiki tangga yang lumayan tinggi.
"Olah raga kita Mi." kata ku pada Emi yang masih menggandeng tanganku.
"Iya.. hhaha selamat datang di dunia SMP." kata Emi tertawa kepadaku.
"Iya selamat datang." aku mengikuti kata - kata Emi.
Sampai dikelas, murid - murid duduk dengan rapi di kursi masing - masing. Lalu ada seoranh guru masuk ke dalam kelas kami.
"Anak - anak ayo tenang, jangan berisik. Ibu mengijinkan kalian untuk istirahat 15 menit, setelah 15 menit kalian kembali lagi ke kursi masing - masing. Paham kalian semua ??" kata guru wanita yang berambut agak ikal itu, yang aku belum tau siapa namanya.
"Mi, cari kantin yuk..gue haus." ajak ku kepada teman pertamaku ini.
"Yuk.. sama, gue juga haus banget tadi abis dijemur." Emi menggandeng tanganku.
Kami pun berjalan bergandengan menuju ke arah kantin, Kakak - kakak kelas mulai menggoda Emi. Ya memang Emi sangat cantik, tapi ternyata Emi tidak seramah yang aku bayangkan. Tatapannya judes kepada kakak - kakak kelas. Hhahaha ternyata Emi hanya ramah kepada ku.
"Mi, tuh liatin cowok - cowok pada ngelirik lo." kata ku menggoda Emi.
Emi tertawa.. terus dia berkata "belum pernah gue cakar mereka." kata Emi padaku lalu dia tertawa,
Sontak aku pun ikut tertawa.
"Cantik tapi tidak genit, tidak tebar pesona dimana - mana, gue akan sangat senang bersahabat dengan nih anak." kataku kagum menatap Emi. Itulah Emi teman pertamaku.
"Yuk cepet antri bakwan kuah bakso, keliatan nya enak tuh Bee." kata Emi padaku, sambil menarik tangan ku.
"Apaan? ??" kataku.." gak ngerti apa itu bakwan kuah bakso ?? hhahhaa baru pertama gue dengernya.." tanya ku heran pada Emi.
Emi menunjuk kearah salah satu murid yang membawa mangkuk berisi bakwan kuah bakso " itu cintaaaaa !!!! itu yang di bawa cewek itu tuhh..itu bakwan kuah bakso." Emi berkata antusias.
".... owh itu, keliatannya enak Mi. Ayooo cepetan antri !!. Entar keburu kehabisan." kataku tak kalah semangatnya dengan Emi.
Lalu aku dan Emi memasuki antrian, mengantri untuk semangkuk bakwan kuah bakso yang baru pertama aku lihat.
"Baru tau gue Mi, bakwan dikasih kuah bakso." kata ku pada Emi.
"Hihihi sama, gue juga baru liat sekarang." kata Emi pada ku.
"Bee, lo antri sini dulu deh. Gue biar antri es, haus banget gue." kata Emi padaku.
"Ok deh sama gue juga haus , ya udah lo antri es gii. Antriin dua, entah bakwan gue antriin dua mangkok juga." kata ku pada Emi