
Selesai mencari buku bersama Lintang di perpustakaan aku pun bergegas ingin pulang.
Lintang sempat mengajak ku makan, tapi hari ini aku sungguh tidak mood.
Ku tolak halus ajakan Lintang, aku beralasan hari ini aku harus pulang cepat karena ada urusan keluarga.
Ini bukan pertama kalinya aku menolak ajakan Lintang. Sudah sering dia mengajak jalan atau sekedar makan , tapi selalu aku tolak dengan berbagai macam alasan.
Bukannya aku tidak tau kalau Lintang sedang berusaha pedekate denganku. Tapi aku pura - pura tidak tau, itu lebih aman sepertinya.
Lintang anak yang baik, wajah nya pun diatas rata - rata. Tapi aku tidak lebih hanya menganggap Lintang teman kampus ku.
Ku lihat ada raut kecewa di wajah Lintang, tapi aku memilih untuk tidak memikirkan nya.
"Lain kali mau kan makan sama gue Bee." kata Lintang pada ku
"Liat nanti ya, gue gak bisa janji." aku pun tersenyum pada Lintang.
Aku masih memikirkan Yoseph, sungguh aku tak habis pikir dengan tindakan Yoseph.
.............
Malam itu aku bersiap - siap ingin tidur, ku ambil salah satu buku harian ku. Ku baca - baca kembali buku harian ku.
Masa - masa SMP ku, semua bercerita tentang cinta pertama ku.
Ku baca, ku tersenyum sendiri. Semua bercerita tentang Sea Cimon ku. Betapa aku sangat menyukai nya. Semua tentang dia aku suka.
Flashback memory ku tentang Cimon pun kembali.
Ada cerita ketika Sea mendekati ku dan menyapa ku. Aku hanya terdiam membisu, senyum dan pergi.
"Ah bodoh nya Bee kecil." aku tertawa sendiri.
Pernah suatu hari ada tugas dari guru ku membuat Strimin burung kakak tua. Memakai benang wol di bahan strimin lalu disikat dengan sisir kawat.
Saat itu aku meminta bantuan pada teman kakak laki - laki ku, kebetulan rumah ku sering dijadikan basecamp teman- temannya.
Teman kakak laki - laki ku yang membuat prakarya itu hihihi .
Esoknya aku pergi sekolah, disaat guru ku berkata "Ayo anak - anak kumpulkan tugas kalian." aku pun dengan santai mengeluarkan tugas ku dari dalam tas.
"Oh Tuhan, apaa ini..ishh si bang Opi kenapa cuma buat kepala burung aja. Gimana ini ??" aku pun kebingungan.
Bodohnya aku semalam, aku tidak mengecek lagi, waktu bang Opi menyerah kan tugas strimin ku aku langsung memasukkan strimin burung kakak tua itu ke dalam tas ku. Aku pikir bang Opi sudah menyelesaikan tugas ku.
"Gawat, dihukum deh gue." cepat - cepat ku masukan kembali prakarya ku ke dalam tas.
"Eh tapi kalau gak ngumpulin gimana ?? gak apa - apa deh kumpulin aja daripada gak sama sekali." aku pun mengambil kembali prakarya ku yang belum selesai itu.
Aku masih memegang ragu hasil prakarya ku eh lebih tepatnya hasil prakarya bang Opi karena memang dia yang buat.
"Kumpulin gak ya ??" aku kembali ragu, benar - benar bingung campur rasa takut saat itu rasanya aku mau menangis. SMP aku memang mudah sekali ingin menangis, hihihi cengeng ya.
"Sini punya lo !!" tiba - tiba suara itu mengagetkan ku. Ku palingkan wajah ku kearah suara itu, Si Cimon sudah berdiri di sampingku. Membuat aku salah tingkah, bila didekatnya aku benar - benar grogi.
"...... Eh.. buat apa" kataku padanya.
"Sini cepetan !!, tuker sama punya gue." kata Sea membuat ku tak percaya dengan apa yang ku dengar.
Aku hanya menunduk terdiam masih memegang strimin kepala burung itu.
"Sini !!!" Sea merebut strimin kepala burung kakak tua itu.
"Sea, kamu tidak menyelesaikan tugas yang ibu beri. Sana kamu berdiri didepan papan tulis." bu guru memarahi Sea.
Hari itu Sea si cimon ku menjadi penyelamat ku, pahlawan ku. Sungguh tak bisa ku percaya, dia mau membantu ku.
Dengan tersenyum dia berdiri didepan bersama anak laki - laki lain yang tidak mengerjakan tugasnya.
"Ah Sea.. kenapa lo baik sama gue ?" kata ku masih tak percaya. Sea mau menggantikan aku dihukum.
Aku hanya menunduk merasa bersalah karena aku Sea si Cimon cinta pertamaku jadi mendapat hukuman.
"Lagian ngapain sii tuh anak pake tuker burung kakak tua gue." kata ku masih tak percaya.
"Kok dia bisa baik ya, padahal selama ini cuek, jutek." kata ku dalam hati.
Aku perhatikan si Cimon yang berdiri menerima hukuman guru ku. Tidak ada raut menyesal di wajahnya. Dia sepertinya menikmati hukuman itu.
Selama ini Sea selalu bertengkar dengan teman satu bangku ku. Si cantik Emi sang Primadona kelas bahkan Primadona sekolah.
Entah mengapa mereka selalu bertengkar.
Pada suatu hari kelas ku sangat berisik. Ku lihat Cimon ku ikut bercanda dengan teman - temannya.
"Eh berisik." bentak Emi pada Cimon ku.
"Apa lo ??" kata cimon tanpa memperdulikan omelan dari Emi.
Emi marah lalu membuang tas cimon ku dari lantai tiga jatuh ke lapangan. Saat itu habis hujan dan lapangan masih ada genangan air sisa hujan. Isi tas Cimon bertebaran di lapangan sekolah, basah terkena genangan air.
Sontak Cimon ku marah , lalu menarik rambut sang Primadona sekolah. Mereka pun berkelahi. Lalu mereka berdua di panggil guru BP.
Oh Tuhan sungguh kacau saat itu. Itu pertama kali aku melihat wajah marah Sea si Cinta pertama ku.
Bila ingat itu aku ingin tertawa, lucu juga Cimon bisa marah dengan cewek cantik di sekolah ku. Cimon ku berkelahi dengan primadona sekolah. Entah apa yang ada dipikiran cimon saat itu.
Kadang kalau mereka bertengkar aku jadi serba salah. Aku bingung harus membela yang mana. Aku terjebak diantara perkelahian mereka.
Suatu hari Cimon mendekati ku
"Bee.." katanya padaku belum sempat dia melanjutkan perkataannya ,Emi sudah membentak dia
"Mau apa lo ?? mau gue cakar ?" ancam nya pada Sea.
"Ayo Bee jangan dengerin dia." kata Emi pada ku, Lalu Emi menarik ku mengajak ke Kantin.
Gagal sudah harapan ku untuk mengobrol dengan cinta pertama ku itu.
Aku dan Sea tidak pernah benar - benar bisa mengobrol berdua .
Emi selalu di sampingku, kemanapun kami selalu berdua.
Emi tidak tau kalau aku menyukai musuh besarnya. Entah bagaimana reaksinya bila dia tau aku cinta mati dengan musuhnya hha ha ha.
Aku tersenyum kecil memandang buku harian SMP ku.
"Pantas saja aku tidak pernah bisa dekat dengan Sea." kata ku tersenyum getir.
"Selamat malam Cinta pertamaku, semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi. Akan gue ungkapin semua rasa gue yang hanya untuk lo.. selalu untuk lo.. sampai saat ini" ku tutup buku harian SMP ku.
........