My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Wajah Sama Itu Menjemputku



Ku ambil buku harian ku.....


"Sudah lama gue gak pegang - pegang nih buku." Kata ku sambil membuka lembar demi lembar buku harianku.


Mata ku tertuju pada lembar di masa - masa SMP ku, Ku baca perlahan. Di sana hanya ada cerita tentangnya. Semua tentang nya, dari awal aku melihat dirinya, melihat senyum nya, melihat canda nya. Semua tentang Cinta pertama ku ,semua berisi tentang Cimon tertulis jelas dibuku harian ku.


Rasa rindu kembali mendera, sampai saat ini aku masih sangat merindunya. Belum ada satu pun yang menggantikan Sea dalam hatiku.


Satu nama itu masih tersimpan rapi dalam hatiku. Satu nama itu masih tetap terukir indah. Belum tergantikan sampai saat ini.


"Sea.. gue kangen.. pa kabar Sea ??" kata ku lirih.


Ingatan semua tentang si Cimon muncul. Kangen, sedih, kecewa menjadi satu.


Ku peluk erat buku harian ku.


"Sea kapan kita bisa ketemu lagi?? gue mau liat lo... Rasa gue masih belum berubah..Rasa ini masih untuk lo.. gue kangen Sea." Air mata mulai menetes.


"Andai lo tau Sea.. sampai sekarang gue hanya liat lo.. cuma lo yang mengisi hati gue, Cuma lo Sea .. gue belum bisa lupain lo. Harus bagaimana gue Sea.... ????" Air mata ini gak mau berhenti mengalir.


Bodoh nya aku.. tapi mau bagaimana perasaan, hati ini siapa yang bisa atur. Aku pun tidak ingin terpaku hanya pada cinta pertamaku, tapi hati ku selalu menginginkannya. Aku tipe yang susah untuk jatuh cinta.


Sambil memeluk erat buku harian, akhirnya mata ku terpejam.


"Beee, ayo cepat bangun !!! mau ke kampus jam berapa ?" Teriak mama dari balik pintu kamar ku.


Aku menggeliat malas "Iya maaa.. ini udah bangun." jawab ku malas.


"Ups bantal ku basah, aku mengelap air mata yang membasahi pipi ku." Ternyata semalam aku tertidur sambil menangis batin ku.


Lekas - lekas ku membersihkan diri, Merapikan diri. Menyiapkan buku yang akan ku bawa ke kampus, lalu ku ambil tas ku.


"Ma, Bee berangkat ya.. nanti sarapan di kampus aja." Aku bergegas keluar rumah.


"Hai Bee, selamat pagi." Suara yang tak asing menyapa ku.


"Haaaa ??? Loo Jo ?? ngapain disini ??" tanya ku kaget pada cowok di depan ku.


Dia Yoseph cowok yang kemarin menyatakan perasaannya padaku, cowok yang mengantarku pulang dan cowok yang mempunyai wajah mirip si Cimon.


"Jemput lo lah .. kan semalam gue udah bilang akan jemput lo." Kata nya santai sambil menyerahkan helm pada ku.


Aku ingin menolak, tapi tiba - tiba suara papa ku terdengar. Cepat - cepat ku ambil helm dari tangan Yoseph.


"Ayooo Jo cepetan jalan.. ! males gue pagi - pagi di introgasi bokap." ku tepuk pundak Yoseph memberi isyarat agar dia me gas motornya.


"Hha hah haa okee Bee, gas ya." tawa Yoseph pecah melihat kegugupan ku.


"Gelo lo ya.. ngapain jemput gue ?" Kata ku pada Yoseph.


"Biar lo lebih mengenal gue. Gue serius sama ucapan gue kemaren. Emang lo pikir gue becanda ya ?" Yoseph berkata serius.


"Dasar cowok aneh." Kata ku lagi.


"What ??? never... " cibirku.


"Hha ha hha tunggu aja, akan gue buat lo jatuh cinta ma gue. Kita buktikan ya apa lo bisa berpaling dari gue." Yoseph berkata yakin.


"Silahkan coba.. gak mudah untuk gue jatuh cinta hha hhaa." Aku pun tertawa.


"Nona galak, kita sudah sampai." kata Yoseph pada ku.


"Terima kasih ya.. nih helm nya." kataku lalu ku berikan helm kepada Yoseph.


"Bee.. Thanks ya udah mau naik motor gue, dan gak marah gue jemput." Yoseph tersenyum manis sekali


"O iya Bee, panggil gue Jo aja." Yoseph menghampiri ku.


"Bee.. Jo.. cieee dateng barengan.. ketinggalan gosip nih sepertinya kita yank." Kata Eva menggoda ku dan Yoseph, tangannya masih bergelayut mesra di lengan Rio.


"Gue tadi jemput Bee di rumahnya." Jawab Yoseph santai


"Mantappp brooo.. langsung lo ya, gerak cepat dia." Rio berkata sambil mengacungkan jempolnya.


"Bee .. Jo.. congrats ya, cieeee diem - diem dah jadian aja kalian." Kata Eva melirik aku dan Yoseph.


"Apaan sii kalian ini." Gerutu ku.


"Belum Va, Bee belum jawab iya, tapi akan." Kata Yoseph senyum - senyum.


Dua insan itu pun tertawa "Semangatttt 45 bro !!! ini baru si Jo yang gue kenal." Rio menepuk - nepuk pundak Yoseph.


"Pasti... Bee siap - siap lo jatuh cinta sama gue, jangan menghindar ya." Lirik Yoseph pada ku.


"Apaan sii lo ah, pagi - pagi dah ngawur." Aku tergugup melihat mata nya. Entah aku gugup karena itu mata Yoseph atau mata yang mengingatkan ku pada cinta pertama ku, Mata Sea.. Sea ku yang entah dimana sekarang.


"Bee muka lo merah tuh hah ha ha hha." Eva mencubit pipi ku sambil terus tertawa.


"Awwww sakit Va.. Rese lo ah." kata ku sambil ku balas mencubit Eva.


"Bee gue lucu ya kalau muka nya merah gitu, bikin gemes." Yoseph mengacak - acak rambut ku.


"Eeehhh enak aja, sejak kapan gue jadi Bee lo ?" Protes ku lalu ku tepis tangan Yoseph dari kepala ku.


"Sejak pertama gue liat lo, gue udah yakin lo akan jadi Bee nya gue." Yoseph mengedipkan mata nya.


Lagi - lagi Dia membuat ku gugup, aku terdiam tak membalas ucapan nya.


Sungguh aku dibuat menjadi salah tingkah.


Mereka bertiga berhasil membuat wajahku memerah seperti kepiting rebus.


Aku pun berlalu meninggal kan tiga orang itu.


......