My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Gue sayang lo Jo maaf Cimon



Aku ambil buku harian ku, memang sudah menjadi kebiasaan ku menulis semua curhatan ku pada buku harian. Aku lebih leluasa bercerita apa pun kepada buku harian ku.


Dear diary..


Hari ini gue seneng banget, seharian gue habisin waktu bersama Jo.


Pagi - pagi masih memakai baju tidur, gue di culik Jo ke pantai. Tiup lilin di atas pasir, walau gak ada tart sungguhan tapi gue seneng.


Jo orang yang penuh kejutan, bisa - bisa nya kepikiran untuk ngerayain ultah berdua gue di pantai.. ah manis nya.. gue beneran baper di buat nya.


Dear diary..


Semakin lama gue kenal Jo, semakin gue liat banyak perbedaan Jo dengan Cimon gue.


Dan gue bisa melihat kalau itu ya Jo bukan Sea si Cimon gue.


Wajah mereka memang sama, tapi karakter mereka sungguh berbeda.


Jo bukan bayang - bayang cimon gue lagi.


Jo ya Jo.. Cimon ya Cimon..


Dua orang yang gue sayang.. Dua orang yang berbeda karakter walau mempunyai wajah yang sama.


Jo minggu depan gue mo bilang sama lo, gue sayang lo, gue nyaman bersama lo, gue gak mau kehilangan lo, gue udah terbiasa sama lo dan gue mau jadi pacar lo.


Waktu lo bilang tunggu gue sampe lulus dan akan melamar gue, ah gila.. gak percaya dengernya.. sumpah gue mau terbang.


Ha ha ha gak kebayang ya kalau kita beneran meried muda.


Seru ya nanti setelah wisuda, kita kerja bareng. Kita jadi pasangan muda.. aahhh gila kenapa gue jadi mikir sejauh itu ya.


Gue udah ketularan gila lo Jo.


Jo, gue mulai sayang lo..


Jo.. kok gue jadi kangen lo ya ?


hi hi hi hi Jo lo buat hari - hari gue berwarna setelah sekian lama cuma ada mendung .


Udah lama gue gak rasain rasa bahagia seperti ini.


Sejak gue patah hati ma cimon gue gak bisa move on.


Semua cowok yang deketin gue, gue tolak karena emang gue gak bisa move on dari Sea cinta pertama gue.


Sebelum lo hadir di hari - hari ku Jo..


Gue selalu nangis, kangen sama cimon gue.


Gue masih ngarepin Cimon gue dateng.


Bodoh ya gue.. padahal gue gak tau perasaan Sea ke gue.


Jo, terima kasih ... udah hadir di hidup gue.


Jo... jangan pernah menghilang seperti cimon gue.


Terus di sisi gue, gue mau terus liat tawa ceria lo.


Jo.. jangan buat gue patah hati ya !!!


Jo.... gue sayang lo....


Tunggu minggu depan ya.. akan gue ungkapin semua perasaan gue untuk lo.


Jo.. gue mau jadi pacar lo..


Selamat tinggal Cimon .. maaf gue akan merelakan lo..


Dimana lo pun berada gue mau lo Sea tetap bahagia..


Walau lo gak bisa jadi milik gue, gue akan berusaha mengikhlas kan lo.


Baik - baik ya Cimon..


.............


"Huuu.. gue gak mau telat, maka nya udah rapi.. ayoo ah cepet jalan." aku berbohong pada Yoseph, sejujur nya pagi ini aku ingin segera bertemu Yoseph. Aku ingin melihat wajah ceria nya.


Tanpa disuruh Yoseph aku duduk di motornya "Sini helm nya." kata ku pada Yoseph.


Yoseph sedikit heran dengan sikap ku pagi ini, tanpa berkata apa pun, Yoseph memberikan helm pada ku. Lalu melajukan motor nya dengan kecepatan rata - rata.


"Jo.. makasih ya untuk kemarin." kata ku pada Yoseph.


"Sama - sama, gue seneng kalau lo happy kemarin. Tahun depan aja ya tart sungguhan nya." Yoseph menoleh ke arah ku.


Aku tersenyum manis pada Yoseph, aku memeluk pinggang nya. Pagi ini aku takut kehilangan nya. Aku ingin memiliki Yoseph hanya untuk ku.


Aku ingin Yoseph hanya melihat kepada ku.


"Jo.. minggu depan ke PRJ yuk." ajak ku pada Yoseph.


"Hmm sama siapa ?" kata Yoseph pada ku.


"Berdua aja.. mau gak ?" kata ku ragu - ragu pada Yoseph.


"Serius Bee ?? Mauuu bangetttt." kata Yoseph berteriak kegirangan.


"Eehhh Jo, ishh setir nya dipegang.. bahaya tau.. jitak juga nih." kata ku panik, karena Yoseph melepas kedua tangannya dari setang motornya.


"Ha ha ha gue seneng banget Bee.. bener ya awas lo kalau berubah pikiran." kata nya mengancam ku.


Aku tertawa melihat ekspresi wajah Yoseph. Sungguh menggemaskan membuat ku ingin mencium nya.. "OMG.. mikir apaan sii gue." ku jitak kepala ku sendiri.


Sampai parkiran kampus, aku melihat Lintang yang sedang memarkirkan motor nya.


Lintang menoleh ke arah ku lalu tersenyum, ku balas senyuman Lintang.


"Ayoo Bee ..... !!!!" Yoseph menarik paksa tangan ku.


"Awwww.. ya Tuhan.. Jo masih cemburu pada Lintang." ku lambaikan tangan pada Lintang yang masih berdiri dekat motornya.


Lintang tersenyum dan melambaikan tangannya padaku. Lintang pasti tau kalau Yoseph masih cemburu kepadanya.


"Ishh Jo ,apaan sii ..ha ha ha.. lo jeoulos ya sama Lintang ??" aku menggoda Yoseph.


"Udah tau nanya, gak usah senyum - senyum sama dia." Yoseph menjawab ketus.


"Ha ha ha Jo, cakep kalau lagi marah ." ku raih tangannya.. "Yuk ke Lab." ku tarik tangan nya agar Yoseph mengikuti ku.


Yoseph tersenyum mengikuti langkah ku menuju Lab.


"Bee, gue gak akan lepasin lo." Bisik Yoseph lembut di telinga ku.


"Janji ya." ku arah kan jari kelingking ku pada nya... "Sini jari kelingking lo." kata ku lagi, lalu ku kaitkan jari kelingking ku pada jari kelingking Yoseph.


"Lo udah janji, gak boleh ingkar.. awas lo klo ingkar.. gue hajar." ancam ku pada Yoseph.


"Im promise Bee galak." Yoseph mengacak - acak rambut ku.


"Bee beneran ya minggu depan kita ke PRJ berdua aja, gak usah ajak yang lain ya." kata nya menatap pada ku.


"Iya berdua aja." kata ku pada Yoseph.


"Udah ah jangan liatin gue terus." kata ku salah tingkah, dari tadi Yoseph terus menatap ku. Membuat aku salah tingkah di buat nya.


"Kenapa ? mata - mata gue, protes aja lo." kata Yoseph masih terus menatap ku.


"Au ah.. mata - mata lo tapi jangan liatin gue..sana cari objek yang lain." kata ku mulai kesal.


"Iihhh mata gue mau nya liatin lo, gimana ? protes sama mata gue gii." Yoseph malah semakin menatap ku, Sepertinya Yoseph sengaja membuat ku salah tingkah.


"Resee dia... " kataku lalu kutarik ujung topinya sehingga menutupi mata nya.


Yoseph tertawa lalu dia merapikan posisi topi nya. Lalu dia kembali mengacak - acak rambut ku.


Kini aku mulai terbiasa Yoseph mengacak - acak rambut ku. Ku anggap itu sebagai salah satu bentuk sayang nya untuk ku.


Ups sayang ha ha ha ha.. mengapa aku baru menyadari nya.


.......