My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Jalan Bareng Ke Studio Musik



"Hei.. udah selesai belum ?." Yoseph menepuk pundak ku.


"Bikin kaget aja lo, dikit lagi ..kenapa ?" tanya ku pada cowok iseng ini.


"Sini gue bantuin deh.. soal gampang gitu aja lama banget lo." Yoseph berkata sambil mengambil buku ku.


"Ih nih bocah kenapa siii.. sana ah.. gue bisa sendiri." jawabku sambil merampas buku ku dari tangan nya.


"Ya udah gue tungguin deh." katanya lalu duduk kembali di kursinya.


"Bee, Mau jadi pacar gue gak ?" kata Yoseph sambil memandangiku.


"Dasar cowok stress, baru kenal udah main nembak aja." kata ku tak menghiraukan ucapannya.


"Kata siapa gue baru kenal ? gue dah kenal lo dari lo tes masuk kampus ini." kata nya tersenyum.


"Masaaa." kata ku ragu.


"Iyaaaa... lo duduk sama Eva kan ? Lo juga sering ke studio Rio." kata Yoseph tertawa.


"Dii ngikutin gue lo ya ?" kata ku menatap mata nya.


"Jangan GR woii." kata Yoseph mencibir


"Gue, Eva dan Rio satu SMA." katanya menjelaskan.


"Oow pantes lo kenal Eva dan Rio." kataku mengangguk - angguk sambil terus fokus mengerjakan tugas kuliah ku.


"Udah selesai belum lo?" tanya Yoseph gak sabar.


"Udah nih, kenapa ?" kata ku tanpa melihat kearah Yoseph, tanganku sibuk membereskan buku - buku.


"Mau nyusul Eva ke Studio kan ?" tanya nya padaku.


"Ayo bareng gue juga mau kesana." lalu dia berlalu dari hadapan ku.


"Gue tunggu di parkiran motor." teriak Yoseph padaku.


"Bener - bener cowok aneh, gue belum jawab apa - apa main pergi aja." gerutu ku.


Aku pun bergegas keluar dari Lab Komputer.


"Beee.. disinii." teriak Yoseph sambil melambaikan tangannya.


"Lah tuh anak beneran nungguin gue." kata ku aneh.


"Gue jalan sendiri aja, lo jalan aja gii." kata ku pada Yoseph.


Yoseph lalu menghampiriku, ditangannya membawa helm.


"Nih pake, bareng aja lah.. satu tujuan juga." kata Yoseph seraya memberikan helm ke tangan Bee.


Akhirnya Bee mengalah dan memakai helm yang diberikan Yoseph kepadanya.


Bee mengikuti langkah Yoseph ke arah motor.


"Ayoo naik.. mayan kan dapat tumpangan gratis." kata Yoseph tersenyum kepada Bee


"Jangan ngebut - ngebut ya." kata ku pelan.


"Siap, cewek galak" Yoseph menjawab dengan nada bersahabat.


Yoseph melaju motor nya dengan pelan - pelan sesuai dengan permintaan Bee.


Jarak kampus dengan studio musik milik Rio tidak terlalu jauh.


Tidak butuh waktu yang lama mereka sampai di studio musik milik Rio.


"Akhirnya sampe juga, motor gue udah kaya siput. Pegel Bee bawa pelan - pelan." kata Yoseph kepada Bee.


Bee hanya tersenyum mendengar perkataan Yoseph. Dalam hati dia berkata "Yang suruh bawa kaya siput emangnya gue, gue cuma bilang jangan ngebut - ngebut. Ya gak pelan kaya tadi juga kaliii."


"Nih helm nya, makasih ya." kata ku lalu memberikan helm kepada Yoseph.


Mereka pun memasuki Studio musik milik Rio.


"Haiii.. sory ya gue telat.. baru kelar tugas gue." kata Yoseph pada teman - temannya.


Di studio sudah ada lima temannya termasuk Rio dan Eva.


Rio dan Eva sedang asik makan gorengan, duduk di lantai sambil bersenda gurau.


Pasangan ini memang selalu romantis dimana pun tempat nya. Aku selalu iri dengan kemesraan mereka.


"Hai Va, minta gorengannya." kata ku pada Eva lalu bergabung bersama mereka.


"Eeehh cieee kalian datang bareng - bareng." kata Eva menggoda ku.


"Gercep aja lo bro." kata Rio pada Yoseph.


"Apaan sii kalian, gak jelas." kata ku sambil mengambil gorengan.


"Hha hah ha hhaa Bee, muka lo merah." kata Rio menggodaku lagi.


"Panas di luar." kataku lalu memasukan gorengan ke mulut ku.


"Panas atau panasssss??" Eva mulai menggodaku.


"Ish Evaaaa jangan mulai deh." ku cubit pipi tirus Eva.


"Hmm lo sengaja ya lama ngerjain tugasnya, biar bisa bareng Yoseph. Ayooo ngaku lo Bee?" Eva berbisik kepadaku.


"Gue jitak lo ya Va, emang gue baru selesai. Lagian mana gue tau kalau dia juga mau kesini." aku memprotes ucapan Eva.


"Cowok aneh itu aja yang nungguin gue di Lab. Uppsss." aku keceplosan bicara dengan Eva.


"Cieee seneng dong ya ditungguin abang ganteng. Gimana Bee, Yoseph bilang apa aja sama lo?. Ceritain dong ?" kepo nya Eva mulai muncul.


"Ha ha ha apaan sii lo Va, gak ada..gak bilang apa - apa. Udah cepetan abisin tuh gorengan." ku ambil gorengan pisang lalu ku masukan ke mulut Eva.


...............