
Aku tak sabar menunggu hari hari dimana Aku dan Yoseph akan pergi ke PRJ.
"Jo, jangan lupa ya besok pulang kuliah kita ke PRJ." kata ku ketika Yoseph mengantarku pulang.
"Pasti gue inget dong Bee, Bee hari ini gue gak masuk ke dalam ya. Nyokap tadi telp gue suruh pulang buru - buru, nyokap mau ngobrol apaan tau." kata Yoseph pada ku.
"Ok, salam ma tante ya, ya udah cepet pulang sana !" ku berikan helm pada Yoseph.
"Siap.. salam ma bonyok ya, calon mantunya hari ini gak mampir ha ha ha ha." kata nya mulai usil menggoda ku.
"Dasar lo Jo... sana pulang." terselip rasa senang di hatiku ketika Yoseph menyebut dirinya calon mantu.
Dengan senyum manis nya dia menatap ku "Eh calon istri gue, tunggu gue lulus ya. Jangan kemana - mana !! gue pasti lamar lo jadi istri gue."
"Ish si Jo, apaan siii..udah mami lo nungguin tuuuu." kata ku malu - malu tapi senang, dengan senyum ku berkata. "Gue tunggu ya."
"What Bee... coba bilang lagi !!! gue gak denger." Yoseph mencubit pipi ku.
"Ahh lo mulai deh ... iya.. gue tunggu lo sampe lulus .. rese lo Jo bikin malu gue aja " ku tepis tangan nya dari pipi ku.
"Senang nya.... gak jadi pulang ah.. jadi gak rela ninggalin lo nih Bee, biarin aja deh nyokap nungguin gue." kata Yoseph lalu menaruh helm di motor nya.
"Ish jangan ah, kasian mami lo. Jarang - jarang kan mami lo nyuruh lo pulang cepet. Pasti ada yang penting Jo. Kan besok kita ketemu lagi.. sana pulang !!" ku ambil helm nya lalu .. "Nunduk dong..sini kepala lo, tinggi banget sii lo." ku pakai kan helm ke kepala nya.
Kalau boleh ku memilih, aku akan menahan Yoseph untuk tidak pulang buru - buru. Entah mengapa hari ini aku ingin berlama - lama dengan nya. Tapi aku tidak boleh egois, Yoseph harus menemani mami nya hari ini.
"Jo.. udah sana pulang ya..besok pagi jemput gue.. terus pulang kuliah kita ke PRJ.. jangan lupa ya.. ada hal penting yang mau gue bilang." kata ku pada Yoseph.
"Iya deh gue pulang.. Masih kangen tau Bee .. pagi - pagi gue jemput ya, gak usah sarapan di rumah, kita sarapan di luar. Bye Bee mimpiin gue ya !!" Yoseph berpamitan pada ku.
Yoseph menyalakan mesin motor nya , lalu menggas motor nya . Aku masih memandangi kepergian Yoseph. Ku pandangi sampai aku tak melihat punggung Yoseph lagi. Hilang di tikungan depan jalan.
Mengapa hari ini berat sekali melepas Yoseph pulang. Rasa kangen menyelimuti " ahh rasa apa ini, mengapa gue kangen banget ma Jo. Padahal baru aja dia hilang dari pandangan ku " kataku dalam hati.
.................
Tak sabar aku menunggu pagi hari datang. Ingin secepatnya bertemu Yoseph. Aku telah jatuh cinta pada nya. Baru ku sadari aku sayang dia sebagai Yoseph bukan sebagai bayang - bayang Sea si cinta pertama ku.
Aku bahagia melewati hari - hari bersama nya. Semangat kuliah, semangat belajar tanpa ku sadari Yoseph lah yang menjadi penyemangat dalam hidup ku .
"Terima kasih untuk hari - hari indah yang lo beri untuk gue Jo . met malam, mimpiin gue ya." ku kirim pesan itu kepada Yoseph, ini adalah SMS termanis yang pernah aku kirim untuk nya.
cling... suara sms dari hp ku, cepat - cepat aku buka isi pesan itu.
Bahagia rasanya, padahal ini bukan pertama kali Yoseph bilang sayang pada ku. Tapi hari ini benar - benar terasa spesial.
Ups gini ya rasanya jatuh cinta, sudah lama aku baru merasakan rasa ini lagi.
Aku pernah merasakan rasa ini sudah lama sekali. Rasa yang aku rasakan untuk Sea si cimonku. Sudah lama sekali dan sekarang rasa itu datang lagi, tapi kali ini rasa itu untuk seseorang yang berwajah mirip Sea dia adalah Yoseph.
"Gue juga sayang lo Jo." kata kata itu hanya terucap dari mulut ku tanpa aku kirim kepada Yoseph.
Ku coba pejamkan mata, berpikir kembali apakah benar aku telah jatuh cinta pada Yoseph ?
Ya... aku sudah jatuh cinta dengan Yoseph, Dia telah berhasil mencairkan hatiku yang telah lama beku.
Dengan kesabarannya mengejar cinta ku, Yoseph telah meluluh kan hati ku.
Baru ku sadari, aku nyama bersama nya. Dia sangat berarti bagi ku. Aku tak ingin Yoseph terjerumus norko** . Mungkin karena rasa sayang ku pada nya. Mengapa aku baru menyadarinya.
Wajah manis Yoseph menari - nari di pikiranku. Tawa lepas nya mengusik otak ku, Senyum usil nya datang menggoda ku.
"Ah Jo... kenapa ganggu malam gue.. kangen.. pagi lama aja sii." ku peluk guling ku, ku coba pejamkan mata.
Ku lirik jam di dinding kamar ku, " jam 12 malam " guman ku, tapi mata ku sulit sekali terpejam. Aku gelisah menunggu pagi, mengapa malam terasa panjang.
Aku benar - benar gelisah menunggu pagi. Ingin cepat - cepat melihat wajah Yoseph. Sarapan pagi bersama, berboncengan motor. Akan ku peluk erat pinggang nya. Pikiran ku masih berkelana, mata ku masih sulit terpejam... Rindu... sangat rindu... ah rindu ini sangat menyiksa.
Ku lihat hp ku, ku lihat - lihat kontak yang ku save. "Jo usil" nama nya ku save dengan embel - embel usil. Ku tersenyum lalu ku edit nama Jo usil menjadi "My Jo." save.
ingin ku tekan nomer My Jo, lalu aku akan berkata "Hai Jo, gue kangen..kenapa pagi lama banget. Gue mau ketemu lo.. Luv u Jo." tapi ku hanya melihat nomer itu tanpa menghubunginya.
"Besok aja deh di PRJ gue bilang nya, jam segini juga dia udah tidur kali." ku lempar hp ku ke arah bantal ku.
ku lirik lagi jam dinding "Jam 1 pagi, aih Jo ganggu gue aja ... pergi.. pergi .. senyum lo manis banget sii.. rese ih nari - nari di pikiran gue." ku ambil bantal ku, ku tutupi wajahku dengan bantal dan berharap aku bisa menahan rindu ku pada sosok usil itu.
Ku ambil kembali hp ku, ku cari folder musik. Biasa nya mendengarkan musik membuat ku tertidur. Lalu ku nyalakan musik dari hp ku.
Lagu - lagu pengantar tidur mulai terdengar. Ku menikmati alunan musik, sedikit demi sedikit ku bisa mengusir bayang nakal Yoseph.
"Nite nite My Jo." ku peluk guling ku.
....