
Latian pun telah usai, Bee bersiap -siap meninggalkan Dojangnya.
"Bee, jangan lupa besok ada latian gabungan persiapan KeJurCab." kata salah satu Sabaeum atau pelatih Taekwondo kepada ku.
"Siap beum, sangat - sangat siap." jawabku mantap sambil memasang kuda - kuda.
"Mantap, itu baru murid Sabaeum ya." kata pelatihku bangga sambil memberikan dua jempol kepada ku.
"Ya udah beum, Bee pulang dulu. Gerah mau mandi." aku pun segera memasukkan perlengkapan latianku kedalam tas besar ku.
Aku meninggalkan Dojang, kembali ke rumah. Mandi, makan lalu kembali ke kamarku. Karena kelelahan aku pun tertidur lelap, berharap esok segera tiba untuk bertemu cowok cool itu.
Esok hari aku sibuk mempersiapkan tas dari karung, name tag dari kertas karton, belum lagi pita warna merah putih untuk kunciran rambut.
masih seperti hari kemarin, aku tetap tidak mau dikuncir dari rumah. Karena selama ini memang rambut ku tidak pernah dikuncir. Bisa jadi bahan bulyan teman-teman rumahnya, bila melihat kunciran di rambutku.
Mama masih setia mengantar aku kesekolah. Sampai dikelas Mama kembali sibuk menguncir rambut ku, karena aku tidak pernah bisa menguncir rambut sendiri.
Emi menghampiri lalu tertawa melihat rambutku sudah dikuncir-kuncir.
Aku menoleh ke arah Emi, "kenapa ketawa?? rambut lo sama anehnya ma gue." kata ku protes mendengar tawa Emi.
Mata ku menoleh kebelakang "eh ada dia, masih duduk menyendiri, oo teman sebangkunya belum datang." gumanku pelan, mataku masih mencuri - curi pandang memperhatikannya.
Hari ke dua penataran masih sama seperti kemarin. Dan aku pun masih belum tau siapa nama cowok cool itu.
Hari - hari penataran sangat membosankan. Ada kakak kelas yang sok senior, ada yang sok cantik, ada yang sok galak, ada yang sok ganteng. Sungguh membosankan, Satu - satunya yang membuat ku semangat bersekolah adalah cowok kalem yang cakep itu.
Tiba hari terakhir penataran dan aku masih tidak tau nama cowok kalem itu. Aku hanya bisa sembunyi - sembunyi memperhatikan wajahnya, gerak geriknya, tawa nya. Aku begitu takut dia tau aku memperhatikannya.
"Ayo anak - anak baris di lapangan, pakai topi kalian." kata salah satu guru ku.
"Kemana topiku, hilang lagi." kata ku setengah menangis.
"Arghh ...." geramku kesal, aku masih betusaha mencari kekolong meja, kolong bangku tetap tidak kutempukan. Aku putus asa dan hampir menangis.
Cowok kalem itu tidak beranjak dari kursinya dan masih terus memperhatikan ku. Buru - buru aku keluar kelas tanpa topiku, pasrah apapun hukumannya nanti yang akan diberikan oleh kakak senior ku.
Upacara berlangsung singkat, aku hanya diberi peringatan saja oleh salah satu kakak kelas ku yang lumayan galak. Dan entah mengapa dia memberikan topinya untuk aku.
"Nih pakai, nanti selesai upacara pulangin !" dengan nada ketusnya lalu dia memberikan topi nya padaku.
Aku mengambil topinya ragu - ragu "terima kasih kak." jawabku takut - takut.
Sore itu aku selamat tidak mendapat hukuman dari kakak senior ku yang mengospek kami.
Selesai upacara aku mengembalikan topi itu. " Ini kak terima kasih " kataku masih takut pada kakak senior si cowok galak itu.
Aneh pikirku, belum hilang rasa anehku . Kakak kelas itu kembali dengan minuman mineral ditangannya.
"Nih Bee, hauskan." katanya seraya menyerahkan air mineral itu.
"Kakak tau namaku." tanyaku heran pada kakak senior ku yang galak itu..
"Tuh..jelas ada nama kamu kan." sambil menunjuk name tag ku.
Ha ha haa bodohnya aku, ya pasti dia tau namaku , Ada tulisan besar 'Bee' di name tag ku.
"Eh iya ada tulisan Bee ya kak." aku tersenyum malu pada kakak kelas ku.
Kakak kelas yang satu ini sungguh aneh, kadang dia galak sekali lalu bisa tiba - tiba baik sekali pada ku.
Ali nama kakak kelas ku yang galak ini. Dia salah satu anak OSIS dan anggota Pandara ( Paskibra ).
Hobby sekali menghukum aku dan teman - teman ku.
Aku tersenyum, "terima kasih kak, aku pulang dulu ya." aku berpamitan pada kak Ali dan berlalu dari hadapannya.
Seperti hari - hari lalu mama masih menunggu ku pulang duduk dikantin bawah. Lalu membantu melepaskan ikatan-ikatan di rambutku.
Aku mencari dimana dia, cowok yang membuat jantungku berdebar- debar.
"Ah dimana dia, gak ada sii." gumanku kecewa.
"Pasti dia sudah pulang." kata ku dalam hati. Entah kenapa ada rasa kecewa, sedih.. Aihhh perasaan apa ini. Mengapa cowok itu bisa mengubah emosiku ?? apa yang terjadi denganku?
" Ish tadi kak Ali pake ngajak ngobrol dulu si, udah pulang kan dia." gerutu ku lagi.
"Biasa nya dia nunggu bemo di depan gang sekolah, semoga aja dia masih ada disana." kata ku berharap.
"Ma, kita naik bemo aja ya ma. Naik bajaj boros, iritan naik bemo." bujuk ku pada mana.
"Sama aja Bee, naik bemo bayar dua. Terus turun dari bemo kita sambung angkot. Cape dobel - dobel" kata mama tidak setuju.
"Ah naik bajaj getarannya kenceng banget. Kuping Bee sakit ma." aku sedikit berbohong pada mama.
"Ya udah naik bemo aja kalau gitu." akhirnya mama mengalah.
Aku dan Mama menyetop bemo di depan gang sekolah. Kali ini aku meminta naik bemo dengan harapan bisa bertemu dengan cowok cakep itu. Hhaha masih ngarep.com . Ternyata zonk...tetep gak ketemu . Kecewa .. kecewa..dan kecewa
.............