
"Kita duduk sini aja Bee !!" Yosep membersihkan bangku taman dengan tangannya.
Aku pun duduk dibangku taman itu, Yoseph duduk dihadapan ku.
"Maaf ........" Yoseph tertunduk tak berani menatap ku.
"Maafin gue Bee, lo harus liat gue yang kacau." katanya masih tertunduk. Aku hanya diam mendengarkan Yoseph berkata.
"Bee... lo boleh marah, pukul gue tapi please jangan menghindari gue. Jangan cuekin gue." Yoseph mengangkat kepalanya dan menatap ku.
Degh... tatapan itu, tatapan yang sama dengan Cimon ku. "Ah..Mengapa disaat seperti ini aku masih memikirkan Cimon ku." aku pun cepat - cepat menghindari tatapan itu. Aku selalu luluh dengan mata nya, senyum nya. Entah aku berpikir itu mata , senyum milik Yoseph atau milik Cimon ku.
"Gue tau gue salah gak jujur sama lo Bee, jangan diem aja dong Bee !!" kata Yoseph menatap lembut pada ku.
"Sejak kapan lo kenal barang haram itu Jo ??" akhirnya kata - kata itu keluar dari mulut ku.
"Sejak SMA Bee." jawab nya singkat.
"Whattt SMA itu ????" kata ku marah.
"Terus sampai kapan lo mau make barang haram itu ?" tanya ku pada Yoseph.
Yoseph hanya terdiam dan tertunduk mendengar pertanyaan ku.
"Maaf Bee.. maaf." hanya kata - kata itu yang keluar dari mulut Yoseph.
"Jo gue gak mau lo menggunakan barang - barang setan itu, lepasin Jo." kata ku menatap Yoseph.
"Gue akan tunggu lo sampe bener - bener bersih, lalu gue baru mau jadi pacar lo, gimana ??" tiba - tiba saja aku berkata itu pada Yoseph.
"Serius Bee, lo lagi gak ngerjain gue kan." kata Yoseph tak percaya dengan ucapan ku.
"Iya gue janji akan berhenti. Pegang janji lo ya Bee." Yoseph tersenyum pada ku dan menggenggam tangan ku.
"Iya gue janji, dan selama gue nunggu lo gue juga gak akan deket sama cowok mana pun. Jadi lo gak usah marah - marah sama Lintang. Gue sama Lintang gak ada apa - apa." aku menjelaskan semua itu pada Yoseph karena aku sadar Yoseph cemburu pada Lintang.
"Maaf Bee gue marah liat lo sama Lintang, gue cemburu lo dijemput Lintang." Yoseph bicara dengan jujur.
"Makasih ya Bee. Tunggu gue, lo harus tunggu gue. Akan gue buktikan gue bisa melepas barang - barang setan itu." janji Yoseph pada ku.
Aku bahagia melihat senyum pada wajah Yoseph. " ..... apakah aku benar - benar menyukai cowok yang ada dihadapan ku ?? benarkah sudah tidak ada bayang - bayang Sea lagi pada diri Jo ??" aku tak tau jawab nya. Yang aku tau sekarang bagaimana cara ku agar Yoseph terbebas dari barang - barang haram itu.
"Sebentar ya Bee, gue beli minum dulu, haus kan ?" Yoseph tersenyum manisnya.
Aku hanya mengangguk terhipnotis oleh senyum nya.
Ku pandangi punggung Yoseph yang mulai melangkah jauh.
"Apa benar aku sudah membuka hati ku untuk Cowok itu" ku masih menatap punggung Yoseph yang semakin menjauh.
Tiba - tiba ingatan ku pada Cimon muncul. Dulu aku juga suka sekali melihat punggung Cimon ku dari belakang. Karena aku tak berani menatapnya dari depan.
Ketika Sea si cinta pertama ku berolah raga, diam - diam aku memperhatikannya. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan ku mengamati setiap gerak - gerik Cinta pertama ku itu.
Ketika Sea bersenda gurau, ketika Sea berjalan menuju kantin. Aku senang melihatnya dari belakang. Mungkin Sea tidak akan tau ada pemuja rahasia nya yang selalu memperhatikan nya.
Masa SMP, ku hanya sibuk memperhatikan si Cimon. Ketika Cimon ku di jewer guru matematika. Kasian sekali melihatnya, hampir tiap pelajaran matematika Sea dijewer guru ku.
Aku berhasil, nilai - nilai matematika ku selalu bagus. Guru matematika ku pun sering memuji ku. Tapi entah Sea melihat ku atau tidak.
Bila ada PR matematika , teman - temanku sibuk menyalin buku ku. Aku memang sengaja membiarkan buku ku berkeliling dan berharap Sea akan menyalin PR dari buku ku. Aku tak mau melihat Sea kena jewer lagi oleh guru ku.
Aku meninggalkan buku ku berkeliling dan aku pergi ke kantin. " Mungkin Sea malu kalau aku melihat dia menyalin buku ku " pikirku saat itu.
Tapi lagi - lagi Sea kena jewer guru matematika ku. " Sea kenapa gak ikut nyontek dari buku gue " aku pun kecewa.
Selama ini aku berusaha pintar di pelajaran matematika hanya untuk membantu Sea agar tidak di jewer terus. Aku ingin Sea melihat dan memuji ku.
Sea bukan anak yang bodoh, dia pintar di semua mata pelajaran kecuali matematika.
Aku tak khawatir dengan mata pelajaran lain. Oleh sebab itu aku ingin menonjol di pelajaran matematika hanya untuk menarik perhatian Sea pada ku.
Masa SMP , aku hanya tertarik memperhatikan gerak gerik Cimon ku. Semua tentang Cimon membuat ku penasaran.
Aku ingin tau tentang makanan kesukaaan nya, aku ingin tau apa hobby nya.
Aku ingin tau dengan siapa dia bermain.
Aku ingin tau semua kesibukannya.
Dan aku ingin tau siapa orang yang dia sukai ?
Aku hanya berani memperhatikan Cimon dengan diam - diam.
Aku hanya bisa menyembunyikan rapi - rapi rasa suka ku.
Aku tak mau Cimon mengetahuinya dan dia tak menyukainya.
Aku mungkin bukan tipe cewek yang dia sukai .Cimon ku cakep, putih, tinggi dan banyak gadis yang menyukainya.
Aku hanya seorang gadis pendiam, cupu, tidak banyak mempunyai teman.
Gadis yang lebih suka membaca komik diam - diam diatas atap sekolah.
Aku gadis yang bila bosan di dalam kelas akan kabur ke kantin untuk bersembunyi lari dari jam pelajaran.
Aku gadis yang rajin bolos dan langganan guru BP. Sudah dipastikan si Cimon tidak akan pernah menyukai ku.
Ingin rasanya bercanda dengan nya, bermain bersama dengannya, pergi dan pulang sekolah bareng dengannya karena rumah kami searah. Tapi itu susah untuk dilakukan, Dia selalu bersama teman - teman nya.
Walaupun pulang sekolah bareng rame - rame, Aku tidak bisa mengobrol dengan si Cimon. Aku berjalan bersama teman perempuan ku ,dia pacar teman sebangku si cimon.
Aku suka sekali bila pulang bersama teman - teman ku. Ada si Cimon ikut jalan pulang bareng, walau pun cimon tidak mengobrol dengan ku tapi aku senang bisa mencuri - curi pandang dengan si Cimon.
Bisa melihat dia bercanda dengan teman - teman nya.
Bila Cimon melihat kearah ku, aku akan salah tingkah di buatnya. Cimon hanya tersenyum pada ku . Senyuman yang selalu membuat ku tergila - gila dengan nya.
"Bee... minum nih." suara Yoseph membuyarkan lamunanku.
...........…
" Hmm kemana ya ?? kalau ke studio gue lagi males ah, masih kesel gue liat lo waktu itu " kata ku sambil melotot pada Yoseph.