My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Tahun Ke Tigaku



Tiba saat kelulusan kakak kelasku. Sedih rasanya harus pisah dengan kakak - kakak kelasku. Aku cukup akrab dengan mereka. Ada Satu kakak kelasku , Andre namanya. Andre seperti abang untuk ku. Tiap bel istirahat Andre menghampiri kelasku. Kelasku tidak jauh dari kantin dan mushola. Jadi kalau dia mau ke kantin dia akan berhenti di depan pintu kelasku.


"Bee... ayo cepat keluar.. lama lo..!!!!." teriaknya dari pintu kelasku.


Tidak perduli ada guru atau tidak, sepertinya sudah jadi kebiasaannya tiap jam istirahat mampir didepan pintu kelasku.


"Berisik lo, pergi sana !!!" balasku sambil mengepalkan tinju ku padanya.


Tanpa menghiraukan perkataan ku, selama aku masih di dalam kelas. Andre akan terus berteriak mengganggu ku.


"Andre berisik kamu !!!" Guruku memarahi Andre dan menutup pintu kelasku.


Tak habis akal Andre akan berteriak dari jendela kelasku.


"Pak..pak.. liat tuh si Bee nyontek." teriaknya sambil mengejek ku.


Dari bangku kelas ku aku mengepalkan tinjuku "Awas lo ya entar !!!" ancamku pada kakak kelas ku yang super jahil itu.


Teman - teman sekelasku sudah hapal dengan sifat Andre yang suka mengganggu ku.


Melihat tingkah Andre yang usil, teman - teman sekelas ku akan mulai tertawa.


Ada juga yang menggoda ku.


"Bee, tuh udah di jemput pacarm" kata salah satu teman ku.


"Pacar dari Hongkong.." kata ku protes pada temanku.


Aku dan Andre cukup akrab, karena kami sama - sama mengikuti Ekskul Paskibra dan Pencinta Alam.


Bercanda, berantem sudah biasa bagi aku dan Andre. Aku menganggap Andre seperti abang. Walaupun Andre cukup pecicilan, usil tapi dia adalah orang yang baik dan ramah. Asik kalau berteman dengan nya.


Banyak teman sekelas ataupun adik kelas yang menyukainya.


Andre itu anak yang periang, pecicilan, fans nya banyak. Aku sering menjadi kurir cintanya.


"Kak Bee, titip surat ya buat kak Andre, ini coklat untuk kak Bee." kata salah satu adik kelasku.


HihiHi kelemahan ku terletak pada makanan. Karena sudah disuap dengan coklat, aku pun menyampaikan surat itu ke Andre.


"Nih surat... !!!!! lagi" kataku sambil memberikan amplop bergambar hati ke Andre.


"Ha ha ha ha, dapat surat lagi." kata Andre tertawa.


Entah dibalas atau tidak surat itu, tugas ku sebagai kurir cinta sudah selesai.


Pernah suatu hari, tepatnya hari ulang tahun Andre. Kami sudah menyiapkan telur, tepung terigu untuk menimpuk dan mengguyur Andre dengan tepung terigu ( acara khas bila ada yang berulang tahun di sekolah kami ).


Tapi acara yang sudah kami siap kan gagal.


Tau kah kalian, Andre sudah menyiapkan telur dan tepung terigu juga.


Jadi bila ada yang menimpuk atau memandikan Andre dengan tepung terigu, Andre akan membalas menimpuk dan memandikan tepung terigu itu pada sang penyambit.


Itulah cara dia kabur dari sambitan - sambitan telur yang sudah kami sediakan.


Kami semua berlarian di lapangan, karena hari itu yang tidak beulang tahun pun kena timpukan telur dan tepung.


Andre bersembunyi dibelakang ku, sambil memegang pundak ku untuk menjadi tameng nya.


Rambut, baju ku semua banyak telur dan tepung terigu. Pada hari itu aku tidak membawa baju ganti. Karena tidak menyangka kalau aku akan menjadi tameng Andre.


Dengan rambut dan baju yang kotor dengan telur dan tepung terigu, aku pulang dengan menyetop metromini.


Bisa kalian bayangkan betapa bau amis dan kotornya aku saat itu.


Kami biasa pulang beramai - ramai. Di dalan metromini aku menjadi pusat perhatian. Betapa malu nya aku saat itu.


"Anak sekolah ini bau amis ya ..." teriak Andre di dalam metromini, dia pun tertawa puas.


"Berisik lo !!!!! dasar kutu.. ini semua gara - gara lo. Ngapain lo ngumpet dibelakang gue, gue jadi kotor dan bau amis gini. Sampe rumah pasti gue di omelin nyokap nih." kataku sambil menginjak kaki Andre.


"Aauuuu... sakit Bee, Lo jangan deket - deket gue ah. Bau amis banget lo." kata Andre mendorong badanku agar menjauh dari nya.


"Nah iya.. bener juga gue bau amis dan kotor." senyum ku pada Andre. Tiba - tiba jahil ku muncul.


Malah sengaja aku mendekati Andre, ku ambil sisa - sisa telur dan tepung terigu yang menempel pada rambut dan badanku, lalu aku peperin ke rambut, muka dan seragam Andre.


"Nih... kado ultah buat lo.." kata ku tertawa puas.


"Sekarang kita sama - sama bau amis dan kotor ..hahhahahahha." tawa ku pada Andre.


"Ahh.... Bee... apa - apaan sii lo, mulai deh.. bau ini .." protes Andre padaku sambil dia membersihkan wajahnya yang banyak tepung.


"Lah.. emang kan harus nya lo yang di sambit telur dan tepung woii... bukan gue." kata ku sambil menjulurkan lidah ku.


Bila ingat keakraban kami, sedih juga berpisah dengan mereka. Sepi rasanya, biasanya Andre akan teriak - teriak didepan kelasku, sekarang tidak ada lagi teriakan itu. Setiap hari dia menjahiliku, sekarang gak ada lagi kejahilan - kejahilan itu.


"Nih spidolnya, tanda tanganin seragam gue." kata Andre memberikan spidol kepadaku.


Gue tulis di kerah seragam nya "Akhirnya gue bebas.. ttd Bee." tulisku di kerah baju seragam putih abu - abunya.


.................


Tahun ke tiga di SMEA S, Gak terasa sekarang aku sudah kelas 3 . Kegiatan ekskul mulai aku kurangi. Kepemimpinan Di Paskibra, PMR, Pecinta Alam, OSIS sebentar lagi berpindah tangan ke adik kelasku. Kami anak kelas 3 fokus mempersiapkan ujian.


Sesekali aku masih mengikuti kegiatan Pecinta Alam.


Walau Andre sudah lulus dari SMEA S, Tapi dia dan beberapa Alumni masih sering datang kesekolah. Kadang kami camping bareng bersama anak - anak Pecinta Alam. Andre dan aku sama - sama mengikuti Ekskul Paskibra dan Pecinta Alam.


Teman - teman sekelasku banyak yang mengira Aku dan Andre berpacaran. Tapi beneran kami tidak berpacaran. Kami seperti kakak adik. Asal kalian tau Aku semasa sekolah tidak mempunyai pacar. Jomblo abadi julukan ku.


Masih trauma dengan cinta pertamaku pada Cimon yang tak terbalas. Aku takut kehilangan dan patah hati, hiks rasanya gak enak.. sumpah gak enak banget.


Masa - masa sekolah aku isi dengan berbagai kegiatan positif. Gak ada waktu untuk pacaran. Gak punya pacar pun kalau aku mau latian ada teman ku yang setia mengantar.


Kadang suka iri melihat teman - teman di GOR (Gelanggang Olah Raga). Latian keringetan terus ayank nya nyamperin.


"aduh cape ya yank, ini minum dulu." sambil di lap in keringet temen gue.


"Ah rese , bikin iri gue aja." kataku


Temanku hanya tertawa mengejek "makanya cari pacar, jomblo kok awet kaya pake formalin." ejek temanku.