
Genap tiga bulan sudah hari - hari ku tanpa Yoseph. Sepi, tidak ada tawa, setengah jiwa ku pergi.
Aku kini bukan mahasiswi lagi, aku telah mengundurkan dari kampus lebih tepat nya di DO karena bea siswa ku telah dicabut.
Aku bekerja sebagai accounting pada sebuah perusahaan milik salah satu kenalan mama ku. Aku mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaan. Sudah cukup galau ku, aku harus melanjutkan hidup walau cintaku telah pergi untuk selama - lama nya. Aku yakin Yoseph tidak ingin melihatku terus menangis, dia akan sedih disana.
Sepulang kerja, aku akan berlama - lama di warnet. Menjelajahi dunia maya, ber chating ria bersama orang - orang yang tidak aku kenal. Aku hanya ingin melupakan Yoseph, aku masih sangat merindukannya.
Sejak Yoseph meninggalkan ku, hidup ku benar - benar berubah. Kuliah ku berantak kan, aku lebih suka menghabiskan waktu di dunia maya daripada di dunia nyata.
Taekwondo yang sudah menjadi hobby ku sejak kecil pun sekarang aku tinggalkan. Banyak Kejuaraan Taekwondo yang aku lupakan. Pelatih ku sudah beberapa kali menghubungi ku untuk membahas kejuaraan yang harus aku ikuti. Tapi aku tetap menolak, sudah tidak ada semangat bertanding lagi, jiwa atlet ku seakan ikut mati bersama perginya my Jo.
Setiap hari aku berselancar di internet. Mendapatkan teman - teman baru dari dalam negri maupun dari luar negri. Aku bisa tertawa, bercanda di dunia maya, sejenak aku bisa melupakan kerinduanku pada sosok yang tak akan mungkin bisa aku temui lagi.
Aku aktif pada salah satu group di dunia cyber. Awalnya tiap tiga bulan sekali kami mengadakan gathering. Kadang di Jakarta, kadang di Bandung, kadang di puncak. Sekiranya masih di Indonesia aku berusaha akan hadir. Kalau sudah di luar negri aku tidak bisa menghadiri, karena aku tidak bisa mendapatkan cuti dari kantor. Lagi pula tiket yang lumayan mahal sayang rasanya hihihi.
Karena seringnya aku mengikuti gathering, aku mulai akrab dengan teman - teman cyber ku. Aku mulai mengenal dunia malam, aku mulai mendatangi tempat - tempat clubbing.
Ya dunia ku kini berubah, Bee yang dulunya atlet Taekwondo kini menjadi Bee si anak dugem. Dengan mendengarkan musik keras - keras dan melompat - lompat mengikuti irama di tempat clubbing aku bisa melupakan keterpurukan ku.
Hampir tiap akhir pekan aku dijemput teman - teman cyber ku. Kami menghabiskan waktu di dunia malam. Aku sangat menyukai teman - teman baru ku ini. Sedikit demi sedikit gaya hidupku pun mirip mereka.
Aku hanya menyukai musik keras itu, Bee si anak dugem tidak pernah menyentuh alkohol maupun rokok. Yess aku masih bersih dari barang haram. Walau kadang aku ikut - ikutan membuat tatto, tapi itu hanya tatto sementara yang bisa di hapus.
Ada teman pria, yang sudah lama aku kenal di cyber. Dia seperti abang untukku, dia yang selalu menjaga ku. Dia bekerja di korea selatan. Sewaktu dia bekerja di korea selatan, aku dan dia kerap berkomunikasi di group cyber dan disalah satu aplikasi chating. Aku dan dia bertatap muka via cam, setiap pulang kerja aku dan dia berkomunikasi.
Sudah satu bulan dia kembali ke Indonesia. Setiap hari dia menjemput ku di kantor tempatku bekerja. Kebetulan setelah aku bekerja aku kost di salah satu kost wanita di daerah jakarta barat. Jarak kost dan tempatku bekerja sekitar lima belas menit bila naik motor.
Untuk melupakan cimon ku saja butuh waktu lama sekali. Hingga Yoseph mampu meluluhkan hati ku. Setelah aku membuka hati untuk Yoseph dia meninggalkan ku. Sama seperti cimon ku yang menghilang dan meninggalkan ku.
Trauma merasa ditinggalkan masih sangat kuat. Aku tidak ingin jatuh cinta, kehilangan sungguh membuatku rapuh. Ditinggalkan seseorang yang sangat aku sayangi membuatku sangat terpuruk.
Dunia ku sekarang penuh dengan hiruk pikuk malam. Aku sangat menikmati lampu - lampu malam di ibu kota. Dugem bukan hal asing lagi bagi ku. Itu seakan telah menjadi candu untuk ku.
Tertawa bersama, melompat menggoyang kan tubuh mengikuti irama musik yang di mainkan DJ untuk kami. Aku sangat menikmatinya, hilang penat ku. Cimon dan Yoseph sementara bisa menjauh dari otak ku.
Ku genggam air mineral di tanganku dan sesekali aku teguk air dari botol digenggaman ku. Aku tidak pernah jauh dari table ku, melompat dan menggoyangkan tubuh ku cukup dari samping table ku.
Bila aku melantai menjauh dari table ku akan banyak hidung belang disana yang menghampiri. Aku tidak menyukainya, aku datang hanya untuk melompat mengikuti irama musik yang dimainkan DJ. Bukan untuk yang lain apalagi mencari mangsa para hidung belang.
Begitulah akhir pekan yang aku lalui, tidak jauh dari dunia malam yang sebagian orang akan menganggap nakal. Aku tidak perduli dengan pandangan orang tentangku.
Aku memang menyukai dunia baru ku ini. Tapi aku masih berada di rel yang tepat, aku tidak akan terlalu jauh keluar dari rel. Sampai saat ini aku masih bersih dari barang - barang yang menyesatkan. Walau tidak bisa aku pungkiri semua temanku memakai barang - barang haram itu. Itu adalah urusan mereka, aku tidak akan menggurui nya. Cukup asal mereka tidak memaksaku untuk menggunakannya.
Mereka cukup care dan baik pada ku. Kami sering mengunjungi clubbing di Jakarta maupun daerah Bandung. Kalau ada libur panjang atau sesekali aku mengambil cuti, aku akan pergi keluar kota bersama mereka.
Dengan menyibukkan diri di dunia baru ku ini sedikit demi sedikit aku bisa melupakan mereka dua cinta ku yang meninggal kan ku. Sang cimon yang menghilang entah kemana dan My Jo yang meninggal tepat di hadapanku. Terkadang aku membenci mereka yang sudah meninggalkan ku. Sering aku memaki mereka dalam lelap ku. Tapi rasa benci dan marah ku tidak kalah besarnya dengan rasa sayang dan rinduku untuk mereka.
Dua orang yang mengisi hati ku, dua orang yang membuatku menangis, dua orang yang membuatku terpuruk ...Ya ..ya.. dua orang itu yang mempunyai wajah yang sama. Dua orang yang masih sangat aku sayangi. Dua orang yang sangat aku rindukan.
Rindu.. sangat rindu.. ku melompat semakin tinggi, aaaampun DJ mainkan musik lebih keras lagi.... semakin keras.. hingga dua orang itu pergi dari ingatanku. Aku berharap hari ini aku amnesia sehingga aku bisa melupakan cintaku.. Tuhan tolong ambil ingatanku tentang dia..