
"Pagi tante, Bee nya ada ?" tanya suara didepan pintu rumah ku.
"Ada Bee baru selesai mandi, kamu teman Bee ?" tanya mama lembut pada tamu itu.
"Saya Lintang tante, teman kampus Bee. Kebetulan saya satu kelompok dengan Bee." Lintang menjelaskan pada mama ku.
"Oo.. ayo tunggu Bee di dalam saja !!" ajak mama pada Lintang.
"Terima kasih tante." jawab Lintang sopan, lalu mengikuti mama masuk ke ruang tamu.
Mama mengajak Lintang masuk, lalu mempersilahkan Lintang duduk.
"Tunggu sebentar ya, tante panggil Lintang dulu . Mau minum kopi atau teh ?" kata mama kepada Lintang.
"Air putih saja tante, kebetulan tadi saya sudah ngopi dirumah." kata Lintang sopan.
Mama tersenyum lalu meninggalkan Lintang di ruang tamu.
"Bee cepat, ada teman kamu tuh nunggu di ruang tamu." mama mengetuk pintu kamar ku.
"Iya ma, sebentar Bee keluar." kata Bee dari dalam kamar, sambil terus merapikan rambutnya yang sudah mulai panjang.
Sejak mulai menjadi mahasiswi Bee memang sengaja memanjangkan rambutnya.
"Siapa ya pagi - pagi udah ada yang dateng, Jo gak mungkin ah.. mama kenal kalau sama Jo . Lagi pula sudah dua minggu Jo gak aku gak ketemu Jo, gak mungkin dia menjemput." pikirku .
Lalu ku meraih topi ku yang tak pernah aku lupa bawa bila keluar dari rumah. Ku ambil tas ku dengan berlari kecil aku keluar dari kamar ku.
Dari SMP aku suka memakai topi, bukan untuk gaya - gaya an, tapi aku tidak kuat terkena panas sinar matahari lama - lama.
"Eh lo... Lintang ... tau dari mana rumah gue ??" tanya ku kaget ketika melihat Lintang yang duduk di ruang tamu ku.
"Ha ha hha kebetulan beberapa hari lalu gue pernah liat lo pas pulang Bee. Gak sengaja jadi tau rumah lo. Gak apa - apa kan lo gue jemput ? kita berangkat bareng ke kampus. Jo udah gak jemput lo kan ?" kata Lintang padaku.
"What ..?? hmm." kata ku aneh.
Aku heran mengapa Lintang tau kalau Jo tidak menjemput ku.
"Ahh ya sudah lah, nanti saja aku tanyakan." batinku sambil melihat jam di tangan ku.
"Ayo kita berangkat, ntar kita telat." ajak ku pada Lintang.
"Ma... Bee berangkat ke kampus dulu." aku berpamitan pada mama.
Dalam perjalanan aku masih tak habis pikir, mengapa pagi ini Lintang menjemput ku ke kampus. Banyak pertanyaan dalam otak ku, tapi aku memilih diam saja. Karena memang aku sedang tidak mood berbicara.
Pikiran ku masih dipenuhi dengan Cimon dan Yoseph.
Pagi ini jalanan tidak terlalu macet, kami pun sampai kampus . Aku turun dari motor Lintang lalu menyerahkan helm kepada Lintang.
"Makasih ya Lintang, gue masuk duluan ya." kata ku pada Lintang, lalu ku serahkan helm pada Lintang.
"Gak masalah Bee, tiap hari gue anter jemput lo juga gue rela banget... sumpah deh." Lintang mengambil helm dari tangan ku, dia tersenyum ramah kepada ku.
"Ha ha ha gak usah lah, gue gak mau ngerepotin lo . Gue biasa jalan sendiri kok." kata ku menolak halus tawaran Lintang pada ku.
"Sama sekali gue gak merasa di repotin lah Bee, justru gue seneng bisa berangkat ke kampus bareng - bareng lo." Lintang berkata pada ku.
"Makasih ya, tapi besok lo gak usah jemput gue lagi ya." aku hanya bisa tersenyum pada Lintang.
"Takut sama Yoseph ya Bee, lo pacaran sama dia Bee? hmmm." tanya Lintang dengan raut wajah kecewa nya.
" ...awwwww.." aku menjerit, tiba - tiba ada yang menarik tangan ku. Ku menoleh siapa yang sudah menarik tangan ku.
"Jo... apa - apaan sii Lo... lepasin tangan gue." kata ku melotot ke arah Yoseph. Ku lihat wajahnya memerah karena marah.
Sungguh membuat ku takut.
"... Eh ..Lo, udah gue bilang jangan deketin Bee. Kalau sampai gue liat lagi lo deketin Bee, jangan salah in kalau gue akan bertindak lebih sama lo. Ini peringatan gue !!!!" kata Yoseph marah menunjuk pada Lintang, tanpa melepaskan tangannya dari lenganku
"Eh.. Jo apa - apaan sii lo, lepasin ah. Tangan gue sakit Jo." rintih ku sambil berusaha melepaskan tangannya dari lengan ku.
"Ayoo ikut gue.. !!!" Jo menarik ku.
Aku mengikuti langkah Jo, ku lihat raut cemburu di muka nya.
Lintang berlari mau mengikuti aku dan Yoseph. Aku menatap Lintang dan tersenyum, lalu ku gelengkan kepala ku memberi kode jangan mengikuti kami.
Aku tak mau melihat Yoseph dan Lintang berkelahi karena ku, aku memilih mengalah dan pasrah Yoseph menarik tanganku. Aku pun mengikuti langkah kaki Yoseph ke arah dimana motor nya.
Yoseph memakai kan helm ke kepala ku. Ku hanya terdiam menuruti nya. Aku tak mau keadaan menjadi tambah kacau kalau aku menolak. Eva dan teman - teman lain pun hanya melihat saja pada kami.
"Naik Bee ... !!! " Yoseph menyuruhku agar naik ke motornya.
"Mau kemana ? gue ada kuliah hari ini." kata ku pada Yoseph
Yoseph menatap ku, kali ini wajahnya sudah agak tenang. Lalu berkata pelan padaku " please Bee." dengan suara putus asa nya.
Dengan terpaksa aku duduk di motornya. Lalu kami pun meninggal kan dari kampus. Hari itu kami bolos kuliah.
Yoseph melajukan motornya ngebut sekali, aku berpegangan erat di pinggang Yoseph
"Jo, jangan ngebut." pinta ku pada Yoseph.
Jo hanya terdiam tidak berkata apa pun, dia mulai memperlambat laju motor nya.
Aku pun terdiam tidak berkata apa - apa lagi pada nya.
Kami tiba di sebuah taman kota, Yoseph memarkirkan motornya dan mengajak ku duduk di taman itu.
"Gue baru ke taman ini, mau ngapain kita disini Jo ??" tanya ku pada Yoseph.
"Ini taman favorit gue Bee." Yoseph berkata pada ku.
Yoseph meraih tanganku , lalu dia menuntun ku memasuki taman. Aku hanya menuruti dan mengikuti langkah kaki Yoseph. Ku lihat wajahnya, "wajah manis ini kalau marah serem juga ya ??" batinku.
Sudah dua minggu baru ku lihat lagi wajah Yoseph. Ku pandangi lagi wajahnya, dua minggu tak bertemu Yoseph berantakan sekali. Wajahnya bertambah tirus, berat badannya juga berkurang.
"Apa yang lo lakuin dua minggu ini Jo ????, berantakan banget diri lo." aku bertanya sendiri dalam hati.
Sedih melihat sosok Yoseph di samping ku. Dimana Yoseph yang selalu tersenyum ceria ???
Dimana Yoseph yang selalu tertawa ???
Sekarang di hadapan ku hanya Yoseph yang pemarah, Yoseph yang pendiam.
Aku rindu Yoseph yang pertama kali aku temui.
...........