My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Kau.. Mengingatkan ku pada nya



"Eva lo duduk dibelakang ya bareng gue." kata ku berbisik pada Eva.


Eva hanya tersenyum kecil menggoda ku.


"Kenapa lo senyum - senyum gitu, gak manis. Awas lo sama Rio ngerjain gue." ancam ku pada Eva sosok jahil namun menyenangkan ini.


Aku tau sifat usil kedua pasangan itu. Mereka pasangan yang senang sekali menjahili ku.


Eva hanya tertawa mendengar ancamanku.


" Tuan putri ayoo jalannya cepetan , tuan putri siput nih cocok nya." Yoseph tiba - tiba sudah berada dibelakang ku. Entah dari kapan cowok aneh ini ada dibelakangku.


"Ehhh rese lo, sejak kapan lo dibelakang gue." kata ku pada Yoseph.


"Duh nih bocah denger gak ya tadi obrolan gue sama Eva." batinku.


"Egp ah.. peduli amat gue dia denger atau gak ?" gumanku sambil mempercepat langkah ku menuju mobil Rio.


"Va, duduk dibelakang sana sama Bee." kata Yoseph pada Eva.


"Enak aja, gue gak biasa duduk dibelakang. Entar kalau gue muntah gimana? lo mau bersihin mobilnya." Eva melotot kepada Yoseph.


"Udah lo aja sii yang duduk sama Bee, tenang tuh anak dah jinak kok." kata Eva melirik ke arah Bee yang sudah duduk di belakang.


"Ah resee nih si Eva, sejak kapan dia mual kalau duduk dibelakang. Biasa nya juga kalau jalan bareng Eva dan Bee selalu duduk di belakang." gumanku.


Ku lihat Rio dan Eva senyum - senyum.


"Ayooo cepet ah.. lama lo." teriak Rio kepada Yoseph.


"Jooooo cepetttt gue dah laper." teriak Eva cempreng pada Yoseph.


"Jo?? siapa Jo? " tanya ku heran pada Eva. Karena tidak ada nama Jo di situ.


"Gue Jo." kata Yoseph padaku. Lalu dia duduk di sebelahku.


"Kenapa? muka lo jadi jelek gitu kalau lagi bingung." ledek Yoseph pada ku.


"Lo? kok Jo ?" tanya ku heran.


"Iya, nama gue kan Yoseph Joshua. Kalau dirumah gue dipanggil Joshua atau Jo panggilan kecil gue." Yoseph menjelaskan padaku.


"Iya gue sama Rio sering manggil dia Jo . Kebiasaan dari SMA." kata Eva menimpali kata - kata Yoseph.


"Gue ngantuk mau tidur dulu. Iyo nyetir yang bener lo, gak usah ngebut - ngebut." kata Yoseph memejamkan matanya.


Kutatap wajah nya, "Mirip sekali." lirihku.


"Sea, ada yang mirip sama lo. Ah Cimon gue inget lo lagi." batinku sedih.


"Sea.." kata ku pelan.


"Udah puas liatin gue nya" tiba - tiba Yoseph membuka matanya.


"Ah.. eh... apaan sii." jawab ku gugup, cepat - cepat ku melihat ke arah jendela.


"Va, Macet ya ?" kata ku pada Eva. Tapi tidak ada jawaban dari Eva.


Ku lirik ke arah Eva, "Dasar nih anak pantes gak denger." kata ku berguman. Eva sedang asik mendengarkan musik dari handphone nya menggunakan headphone.


"Siapa Sea ?" tanya Yoseph padaku.


"Eh apa ?" kata ku kaget Yoseph bisa tau nama Sea.


"Hello gadissss, tadi pagi di Lab lo panggil gue Sea. Terus tadi lo liatin gue lagi tidur, lo panggil gue Sea lagi. Siapa Sea?" tanyanya penasaran.


"Pacar lo ya Sea?" tanyanya menyelidik.


"Kepoo." jawabku singkat.


"Lo gak mau kasih tau, entar gue cari tau siapa Sea." kata nya tersenyum pada ku.


"Gue cemburu ada nama cowok keluar dari mulut lo." kata Yoseph mengedipkan matanya pada ku.


Degh.. jantungku tiba - tiba berdegup kencang. Senyum nya, mata nya oh Tuhan mirip sekali cimon ku. Aku diam tak bisa membalas perkataan Yoseph pada ku.


Pikiran ku kacau saat itu, Sungguh senyum Yoseph mengacak - acak hati ku.


"Serius Bee, gue cemburu. Jangan sebut nama cowok lain depan gue. Apalagi manggil gue Sea." Yoseph masih menatapku.


Sungguh salah tingkah aku dibuatnya. Cowok yang baru aku kenal sudah mengatakan cemburu kepadaku. Apa otaknya sudah koslet.


"Apaan sii lo, cemburu... kenapa harus cemburu ? kenal aja baru.. ngaco lo." kata ku pada Yoseph lalu aku cepat - cepat mengalihkan pandangan keluar jendela mobil.


Aku tak sanggup melihat tatapan matanya, senyumnya apalagi raut wajahnya. Semua mirip dengan Sea cinta pertamaku.


............