
"Eh Bee, jalan mana lagi nih ?" Tanya Yoseph membuyarkan lamunanku.
"Lo lurus aja ikutin jalanan sampe arah pancoran, nanti ada lampu merah lo belok kiri." Kata ku menjelaskan.
"Oohh arah Pancoran, iya tau gue." Kata Yoseph yakin.
"Bee, lo jomblo kan ?" Tanya nya lagi.
"Kepo lo, kalau iya kenapa ? kalau gak kenapa ?" kataku balik bertanya pada Yoseph.
"Klo lo jomblo gue kejar, kalau lo udah punya pacar gue rebut." Katanya dengan tersenyum.
"Dasar cowok aneh." gumanku pelan.
"Jadi intinya gue gak perduli lo jomblo atau pacar orang. Gue akan tetep kejar lo Bee." Kata nya tertawa.
"Apaan sii lo, gak jelas ih. Udah konsen aja bawa motornya." Kataku mengalihkan perkataannya.
"Ha ha ha ok nona galak, siap konsen sama lo eh konsen liat jalan." Kata Yoseph tetap melajukan motornya.
Aku berpikir Yoseph adalah cowok yang sangat terang - terangan, dengan santainya dia mengutarakan keinginannya. Tanpa basa basi, tanpa gombal - gombal. Begitu bebas nya dia mengutarakan isi hati nya.
Gue aja sama cimon cuma bisa memendam perasaan. Cuma bisa sembunyi - sembunyi memperhatikan. Parahnya lagi kalau Cimon nyapa gue berubah bisu dan mematung. Dia Yoseph dengan santai bisa mengutarakan apa yang ada di hati dan pikirannya.
"Eh .. lo selalu gini ya ?" Tanya ku pada Yoseph.
"Hmm maksudnya ?" Yoseph balik bertanya.
"Iya ketemu cewek.. terus lo tembak ?" tanya ku lagi
Yoseph malah tertawa kencang sekali.
"Yeee malah ketawa." Kata ku heran.
"Iya lah pertanyaan lo lucu, Ya kali gue tiap kenal cewek terus gue tembak.. eh Non kalau gitu pacar gue dah banyak kaga jomblo." Yoseph kembali tertawa.
"Kenapa lo aneh gue nembak lo gitu, Bee gue dah lama merhatiin lo, nah di Lab itu bukan suatu kebetulan. Gue tau lo janjian sama Eva di situ." Yoseph menjelaskan lagi.
"Maksud lo ?" aku bertanya heran, entah apa maksud cowok aneh ini.
"Kepooooo." Balas nya padaku.
"Resee lo." Kataku kesal.
Yoseph tertawa puas sekali, Aku hanya melihat kesal ke arahnya
"Penasaran ya Bee, kalau penasaran besok gue jemput ya ke kampus." Kata nya.
"Dii ngapain lo jemput - jemput gue ?? siapa juga yang penasaran ??" Kata ku gugup.
"Woi belok kanan, ngoceh aja sii lo.. kelewat kan tuuu." Kata ku gemes.
"Hha hah ha tenang aja keles, Gue tau rumah lo. Lewat kanan macet mba bro." Kata Yoseph.
"..... Ha..???" Aku terkejut, Tau darimana nih bocah pikirku.
"Kan gue bilang gue udah memperhatikan lo dari pertama gue liat lo. Gue liat lo pas tes masuk kampus. Lo duduk sama Eva, Gue dan Rio ada paling belakang." Yoseph menjelaskan pada Bee.
"Owww kok gue gak liat ?" Kata Bee .
"Terus lo tau rumah gue dari mana ?" Tanya Bee.
"Hmmmmm kalau itu rahasia hahhahahha biar lo penasaran." Yoseph menggoda ku.
Aku hanya terdiam, memperhatikan jalan kalau - kalau Yoseph salah jalan.
Ternyata Yoseph benar - benar tau jalan menuju arah rumah ku. Aku masih bertanya - tanya dari mana Yoseph tau rumah ku.
Apakah dari Eva atau Rio ?? Tapi Rio dan Eva tidak pernah mengantarku sampai rumah.
Rio dan Eva biasa mengantarku hanya sampai terminal terdekat.
"Non sampe nih, boleh mampir gak ?" Katanya padaku.
"Eh jangan .... jangan, bokap gue galak." Kata ku buru - buru turun dari motor.
"Makasih ya .. Gii sana pulang..." Aku memberikan helm pada Yoseph. Lalu aku berlari menuju rumah ku.
Aku menengok kebelakang , Yoseph masih ada disitu memandangi ku.
"Sana masuk !!!!" Kata Yoseph melambaikan tangannya.
"Sana pulang..husss" Aku balas melambaikan tangan. Lalu aku masuk ke rumah ku.
"Huffff... untung dia gak ikut masuk." Batinku lega.
Papa ku Sangat protektif, asli galak. Mana berani aku membawa cowok selain teman - teman rumah ku dan teman - teman Taekwondo ku.
Aku masuk perlahan - lahan ke dalam kamar ku.
"Hihihi untung papa gak ada." tawa ku lega.
Aku mengambil handuk dan mulai membersihkan diri.
"Lelahnya hari ini." Guman ku.
"Cowok aneh." Tanpa sadar aku berkata sendiri.
"Kenapa mukanya mirip banget ya ?" kataku lagi.
"Aahhhh kenapa juga gue jadi mikirin tuh bocah aneh." gumanku kesal.
"Cakep sii .. mirip banget.. senyum nya juga manis..ehh kenapa jadi gini." aneh dengan perasaan ku sendiri.
"Hmm Yoseph .. Sea.. dua orang yang berbeda.. berwajah sama.. senyum yang sama.. jadi kangen cimon" ku tutup wajahku dengan kedua tanganku.
"Sea apa kabar lo?, gue sampai saat ini masih jomblo ha ha ha. Gue masih nunggu lo Sea, kapan lo akan muncul" lekas - lekas ku pejamkan mata ku. Sungguh cinta monyet ini menyiksaku.
.......