
Kami bersenda gurau sambil menikmati makanan yang sudah tersedia di meja.
Sesekali Yoseph menatapku, aku tau itu tapi aku memilih untuk tak menghiraukannya.
Eva dan Rio masih terus menggoda kami. Ku lihat Yoseph santai saja dengan godaan temannya. Jujur aku risih saat itu, dijodoh - jodohkan seperti itu.
"Uffff emangnya gue gak bisa cari pacar sendiri." Batin ku gemas.
Ku melirik ke arah Yoseph, "Cakep ih nih cowok, rambut gondrong, tinggi, putih, kalau tersenyum manisnya." tanpa sadar aku mengaguminya.
"Aishhh apaan sii gue ini... terpesona sama Yoseph.. ah mungkin karena wajah itu, Wajah yang sama. Wajah yang membuat aku patah hati padahal gak pacaran." Batin ku.
Masa SMP, masa bocil dimana aku baru pertama kali menyukai seorang pria. Pertama kali aku begitu perduli dengan seorang Pria, Pertama kali dimana aku merasa kehilangan dan pertama kali juga aku patah hati.
Cinta monyet tapi tidak bisa aku lupakan selama bertahun - tahun.
Selama itu pula aku tak bisa menyukai pria lain. Aku tetap terpaku dengan Cinta pertama ku.
"Woi ngelamun aja , udah jangan dipikirin. Gue gak minta jawaban sekarang. Gue tunggu sampai kapanpun lo siap Bee." Kata Yoseph mengacak - acak rambutku
"Dih nih cowok bener - bener ya." Ku tepis tangannya dari kepalaku.
"Baru kenal udah songong." omel ku lalu ku rapikan rambutku.
"Lo gemesin sii." katanya tertawa.
Ku lihat tawanya begitu lepas. Dia begitu ekspresif. Tak percaya aku kalau Yoseph selama ini jomblo. Dengan wajahnya yang bening, Mudah saja bagi dia mendapatkan seorang pacar. Sifatnya yang periang ,gak mungkin kalau gak ada yang suka ma nih cowok .
"Udah malem, cabut yuk !" Ajak Eva.
"Anterin gue ke studio lo dulu, motor gue disitu." kata Yoseph.
"Siap bos Jo, apa siii yang gak buat lo." Rio tersenyum.
Lalu kamipun kembali ke studio musik milik Rio. Eva kembali duduk di depan disamping Rio yang sibuk menyetir. Aku dan Yoseph duduk di belakang .
Aku kembali melihat ke arah jendela, aku menghindari tatapan mata Yoseph.
Entah mengapa aku begitu grogi bila disampingnya.
Jalanan malam ini tidak terlalu macet sehingga tidak butuh waktu lama kami pn
sampai di studio musik milik Rio.
"Sampai.. silahkan turun nono dan tuan." Kata Rio kepada ku dan Yoseph.
Lalu aku dan Yoseph turun. Ku lihat Eva masih duduk manis disamping Rio.
"Va, lo gak turun ??" Kata ku pada Eva.
"Sory ya cinta, gue mau lanjut jalan sama ayank mbeb." Kata Eva tersenyum nakal.
"Tuh kan ada ayank Yoseph." jawab Rio sambil melirik ke arah Yoseph.
"Jo titip Bee, anterin sampe rumah, awas lo macem - macem !" Ancam Eva pada Yoseph.
"Siap Va hihihi " Yoseph malah cengengesan.
Hmm aku mulai tau siasat mereka. Eva dan Rio memang sengaja meninggalkanku bersama Yoseph , agar Yoseph mengantarku pulang.
"Awas ya kalian, liat aja besok !" gerutu ku dalam hati.
"Ayoo non mau pulang gak ? udah malem loh entar ada yang nyulik." Yoseph menepuk pundak ku.
"Gue naik taksi aja lah." kata ku pada Yoseph sambil berlalu meninggalkannya.
"Eh Bee, jangan gitu lah. Segitu takutnya lo sama gue ? emang muka gue serem apa ?" Kata Yoseph menahanku pergi.
"Ayolah Bee, gue dah janji sama Eva dan Rio mau nganterin lo pulang. Bisa marah mereka kalau tau lo gak gue anterin pulang." Yoseph mencoba meyakinkan ku.
"Pake nih helm nya, kalau gue macem - macem lo bisa tereak deh." Yoseph menyerahkan helm pada ku.
Akhirnya ku ambil juga helm itu, lalu ku pakai.
"Ngapain juga gue tereak, gue balchagie aja lo langsung." dalam hati ku.
Hihihi sedikit info, Balchagie itu salah satu nama tendangan di Tae Kwon Do. Tendangan menukik tepat sasaran ke arah muka atau kepala. Aku Black Belt alias sabuk hitam di Tae Kwon Do. Olah raga yang kutekuni sejak masih kecil. Jadi aku sedikit percaya diri bila pulang agak malam. Aku bisa menjaga diri.
"Gitu dong Bee." Senyum Yoseph meluluhkan ku.
"Udah cepetan jalan, ngebut gue hajar lo." Ancamku pada Yoseph
"Wow sadis juga lo Bee." Yoseph pun tertawa.
"Gak ngebut gue, biar lamaan ya sampe rumah lo. Kasih tau jalan - jalannya, nyasar gue gak tanggung jawab." Yoseph berkata pada Bee.
"Iya bawel lo ah." kata ku pada Yoseph.
Motor pun melaju dengan kecepatan sedang. Sepanjang jalan Yoseph banyak bercerita. Entah apa yang dia bicarakan aku tak begitu mendengar nya.
Pikiranku masih mengembara ke masa SMP ku, dimana disitu ada Sea. Cimon ku, cinta pertama ku. Orang yang sangat aku sukai. Menyukai nya secara diam - diam. Memperhatikannya secara diam - diam.
Cemburu pun secara diam - diam.
Bodohnya aku..terbelenggu Cinta pertama sekian lama tanpa bisa move on.
Sekarang aku pulang dengan Yoseph, cowok yang mempunyai wajah mirip si cimon alias Sea. Mengapa ada wajah yang begitu mirip. OOo Tuhan bagaimana aku bisa melupakan Sea.
Yoseph masih saja terus berbicara, entah apa yang dia bicarakan. Suaranya terbawa angin, aku hanya diam seolah - olah mendengarkan ocehahan nya.
Yoseph tau gak sii lo sekarang gue lagi mikirin Sea. Wajah mirip lo membuat gue kangen sama Sea. Aaa rese lo, kenapa mempunyai wajah yang mirip ????