My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Ultah terindahku



.............


Suara dering handphone ku membangunkan ku. Ku raih hp ku dengan mata yang masih setengah terpejam tanpa melihat siapa yang menelpon aku reject panggilan suara itu.


"Ahh ganggu orang tidur aja." kata ku kesal, belum sempat aku ingin melemparkan hp ku di kasur, hp ku berdering kembali.


"Masih ngantukkkk... rese nih hp." dengan sangat terpaksa akhirnya aku raih juga handphone ku.


"Beeee bangunnnn !!!" suara yang tak asing langsung berteriak .


"Jo ??.. geloo nih anak." pikir ku sambil melihat jam di dinding kamar ku.


"Jam setengah lima pagi ini, Joooo.. rese lo . Ngapain pagi - pagi gini telp gue." kata ku marah pada Yoseph.


"Cepetan keluar, gue didepan pintu rumah lo. Kalau lo gak keluar gue tereak nih biar seisi rumah lo keluar." Yoseph berkata setengah mengancam


"Jangan gila deh Jo, bentar gue keluar." kata ku kesal.


"Hadeuhh dasar bocah stress nih, mau ngapain sii dia ??" kata ku sambil berlari keluar masih mengenakan piayama pendek ku.


Ku buka pintu rumah ku, benar saja Yoseph sudah ada didepan rumah ku.


"Pagii Bee... ayoo ikut gue." kata Yoseph sambil menarik tangan ku.


"Jo.. tunggu gue kunci dulu nih pintu." kata ku pada Yoseph.


"Mau kemana lo pagi - pagi gini, gue belum mandi . Gue ganti baju dulu deh." kata ku pada Yoseph.


"Udah gitu aja, mandi gak mandi muka lo sama judesnya." kata Yoseph kembali menarik tangan ku.


Dengan muka yang setengah ngantuk, aku terpaksa mengikuti Yoseph menuju motornya.


"Nona galak ku yang judes sini kepala lo." kata Yoseph sambil memakai kan helm ke kepala ku.


"Jo mau kemana sii ?? masa pagi - pagi udah nyulik anak gadis org lo.. gue masih pake baju tidur, jangan jauh - jauh ya." kata ku pada Yoseph.


Yoseph hanya tersenyum padaku.


"Pegangan yang kenceng.. lets goooo." lalu Yoseph melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan kencang.


"Joooooo... jangan ngebut." aku berteriak pada Yoseph sambil memegang erat pinggangnya.


"Ha ha ha ha... tenang Bee . Gak bakal jatuh deh." Teriak Yoseph pada ku malah semakin ngebut.


"Loh kok.. ini ke arah pantai ancol siii." kata ku heran pada Yoseph.


"Iya.. emang gue mau bawa lo ke pantai ha ha ha." Yoseph tertawa.


"Ah stress lo Jo, malu ah gw pake baju tidur gini." kata ku pada Yoseph.


"Gak apa - apa, kan lo pake sweater gak ada yang liat baju tidur lo." kata Yoseph tersenyum.


"Yukk.. duduk disana !!" Yoseph menggandeng pundakku.


Dengan banyaknya pertanyaan dalam otakku, aku menurut saja Yoseph mengandengku menuju pantai.


"Duduk sini ya, tutup mata Bee ! Jangan ngintip." kata nya pada ku.


"Mau ngerjain gue lo ya, gue jitak lo Jo." kata ku sambil menutup mata ku.


"Gak kok.. cuma mau ngasih kejutan aja." kata Yoseph.


"Udah... ayoo buka mata lo Bee." Yoseph berkata pada ku dengan suara gembira..


"Apaan ini ??" tanya ku pada Yoseph, karena aku tak melihat apa pun kecuali pasir yang dibentuk menjadi gunung.


Lalu Yoseph menancapkan lilin di gunung pasir yang dia buat itu.


"Selamat ulang tahun cewek galak yang paling gue sayang , maaf gak ada kue tart, gue cuma beli lilin nya aja. Tahun depan ya gue beliin tart yang enak." kata Yoseph lembut.


Walau itu bukan kue tart tapi aku melihat ketulusan hati Yoseph.


"Manis nya, ah Jo.. lo bikin gue baper dah." ku tatap Yoseph dengan hangat.


"Make a wish dulu Bee, terus lo tiup lilin nya ya." kata Yoseph pada ku.


Aku berdoa dalam hati lalu ku tiup lilin itu.


"Sudah..makasih ya Jo." kata ku bersungguh - sungguh.


Yoseph itu memang suka membuatku tersenyum dengan kejutan - kejutannya. Dan pagi ini dia benar - benar membuat ku tersenyum. Baru kali ini aku ke tempat rekreasi pagi - pagi dan masih mengenakan baju tidur ku.


Aku tak habis pikir ada saja ide nya yang membuat ku senang.


"Bee seneng gak ? liat pantai pagi - pagi berdua gue." kata nya sambil tiduran di pasir.


"Iya seneng, makasih ya Jo. Ini ultah yang berkesan untuk gue. Terima kasih lo selalu ada untuk gue.. itu kado yang terindah untuk gue." kata ku lalu aku ikut tiduran di atas pasir.


"Bee kenapa lo takut laut ?" kata nya pada ku. Aku memang pernah bercerita padanya kalah aku takut laut. Laut sangat menakutkan untuk ku.


"Gue takut tenggelem." kata ku asal. Aku juga tidak tau pasti kenapa aku takut akan laut.


"Bee nanti kalau gue meninggal, gue mau di kremasi. Nah abu nya di sebar di laut, jadi lo jangan takut lagi sama laut ya.. ada gue.. gue akan selalu jagain lo." kata Yoseph santai.


"Apaan sii lo Jo, jangan bilang gitu ah. Gue gak suka denger nya.." aku tersentak dengan perkataannya .


Ku menatap marah pada nya.


"Ha ha ha iya Bee , maaf.." Yoseph tertawa.


"Bee, mau makan mie gak." Yoseph menunjuk ke arah ibu - ibu yang menjual kopi, pop *** .


"Mauuuuu..laperrr.. enak nih dingin - dingin gini makan mie." kata ku semangat.


"Bentar ya, gue beli dulu. Lo duduk manis disini, jangan kemana - mana !!!" kata nya lalu berdiri sambil membersihkan pasir yang menempel di baju dan celana kargo nya.


Lalu berjalan ke arah penjual pop*** keliling itu.


Aku menatap pantai, pantai pagi ini sungguh indah . Entah karena hari ini hati ku sedang bahagia. Lalu ku pandangi Yoseph yang sedang menunggu si ibu menyeduhkan air panas ke tempat mie itu.


Ku lihat Yoseph sedang bercakap - cakap dengan si penjual. Sesekali ku lihat dia tertawa. Tawa lepas nya sungguh aku menyukai tawa nya itu.


Lama aku perhatikan Yoseph dari tempat aku duduk. Wajah itu memang sangat mirip Cimon ku, tapi bukan karena wajah itu aku menyukai Yoseph ..Ya walau awal nya memang aku dekat dengan nya karena aku penasaran dengan wajah mirip nya.


Semakin lama aku mengenal Yoseph, aku menyukai sikap nya yang hangat , ceria, ramah. Yoseph selalu membuat ku tertawa, ya walau Yoseph pencemburu tapi itu karena rasa sayang nya pada ku.


Yoseph tidak suka kalau aku terlalu akrab dengan cowok yang tidak dia kenal.


Salah satu nya Lintang, tanpa sepengetahuan ku Lintang babak belur di hajar oleh Yoseph.


Saat itu tidak sepenuhnya salah Yoseph, ya Lintang pun tidak salah juga.


Waktu Yoseph memperingati Lintang untuk menjauhi ku. Lintang malah berkata kalau dia menyukai ku dan menantang Yoseph berduel.


Aku heran mengapa anak cowok menyelesaikan masalah dengan berkelahi. Aku saja yang Atlet Taekwondo tidak suka berkelahi kecuali dikejuaraan.


"Bee nih makan." Yoseph memberikan mie panas itu pada ku.


"Terima kasih Jo." ku ambil mie dari tangan Yoseph lalu memakan nya dengan lahap.


Kami menghabiskan waktu seharian berkeliling pantai Ancol. Aku sungguh bahagia, ini adalah ultah ku yang tak akan terlupa.


"Jo.. gue mulai menyukai lo." batin ku tersenyum.


.....,.......