My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Tahun pertama SMP -Flash back masa lalu-



Flash back masa lalu ketika Bee SMP


............


"Ayoo cepat Bee nanti kamu terlambat !!!" suara Mama membuyarkan lamunan ku.


"Argggggg harus kah gue pergi kesekolah malas rasanya..Smp itu bukan pilihan ku." batin ku geram .


"Iya ..iyaa.. ini Bee juga udah rapi." jawab ku malas.


"Sini mama kuncirin rambutnya." tangan mama mulai membereskan rambut Bee.


"Ishhh mama sakit ah, Bee gak mau dikuncir." Bee mulai merajuk.


"INI ANAK.... !!! Penataran kata gurumu harus dikuncir 4." Mama masih berusaha membujuk Bee.


"OMG maaaaa, rambut Bee bondol gini..gak mau..malu di jalannya." Bee tetap tidak mau dikuncir.


Akhirnya mama mengalah "Ya udah Bee, sampai sekolah aja y di kuncirnya." Mama mencoba bernego.


"Hmm jawab Bee." sambil mengambil tasnya.


Bee berangkat ke sekolah barunya diantar mama, ini tahun ajaran pertama. Siswa siswi sudah mulai datang.


"Oo jadi ini SMP ku." batin Bee .


"Ayooo cepat Bee, kita cari kelasmu !!!" tangan mama menarik tangan Bee, Dengan terpaksa Bee mengikuti langkah Mamanya.


"Ish kenapa juga gue harus sekolah di SMP ini, mama nih semaunya aja daftarin di sekolah ini." raut muka kesal sudah mulai nampak di wajah Bee.


Mama mulai sibuk mencari Kelas baru Bee, dengan malas Bee mengikuti mamanya.


"Kenapa juga mama harus mengantarnya mencari kelas, malu - maluin aja. Gue kan dah SMP, argh dasar si mama." guman Bee kesal.


Bee melihat situasi sekolah baru nya, Ooo jadi ini ya suasana SMP,  beda sekali dengan SD nya.


Kelas 1 ada dilantai 3, pegel juga naik tangga. Bee melirik mama nya yang sudah mulai kelelahan. Bee senyum - senyum kecil.. "Hihihi siapa suruh daftarin gue disini."  Bee tertawa kecil.


"Nah itu kelas kamu Bee !!!, akhirnya ketemu juga.. Cepet nih anak jalannya kaya siput !" Bawelnya mama mulai keluar.


Mama sibuk mencari bangku kosong buat Bee.


" Nih sii Mama bener-bener malu-maluin gue deh. Gue juga bisa kali nyari bangku doang mah." Bee menunduk malu.


Dilihat sekelilingnya, "Argh cuma gue yang dianter nyokap sampe dalam kelas." Muka Bee mulai memerah.


"Bee duduk sini !!!" Mama menarik tangan Bee agar duduk dibangku pilihan mama.


Tangan mama mulai sibuk merapikan rambut Bee.


"Pasrah dah rambut gue diiket-iket mama, tau bakal dikuncir banyak gue panjangin nih rambut" Bee berkata dalam hati.


"Auwwww sakit ma, pelan - pelan dong ma." jerit Bee kesakitan.


"Ini udah pelan-pelan, emang kamu aja gak pernah dikuncir, perempuan kok kaya laki-laki." mama terus mengoceh, tanpa memperdulikan aku yang kesakitan.


Mama masih terus sibuk menguncir rambut Bee. Mama hanya fokus bagaimana cara nya agar rambut anak gadis nya bisa terkuncir rapi. Mama tak memperhatikan kalau anak gadisnya malu. Bagi Mama Bee masih lah anak gadis kecilnya.


Bee melirik melihat teman-teman barunya.


Gak ada yang dikenal satupun, iyalah mana ada yang kenal. Ini tahun pertamanya di SMP X.


Deg.. Bee melihat ada seorang cowok manis duduk sendiri sambil memperhatikan mama menguncir rambut ku.


Cepat-cepat ku mengalihkan pandanganku,  muka ku pasti memerah saat itu.


"Ada juga yang bening disini." Bee tertawa senang dalam hati.


Siapa cowo itu?


Cakep banget?


Tapi kok sendirian ya?


Banyak pertanyaan dalam hatinya, sehingga dia lupa rasa malu dan rasa sakit dirambutnya.


"Nah udah selesai, susahnya nguncirin rambut kamu." Mama menatap puas hasil karya nya menguncir rambut Bee.


"Kalau begini kamu terlihat seperti anak gadis" Mama tertawa.


"Ih mama emang kan Bee anak perempuan, sejak kapan jadi anak cowo" protes Bee pada mama


Degh jantung Bee berdebar kencang.. Bee merasa ada yang memperhatikannya. Bee mencoba menoleh kebelakang.. Aduh lagi- lagi mata cowok itu meluluhkannya.


Teng... teng ... tenggg.....Bunyi bell Tanda masuk sekolah berbunyi kencang sekali.


Teman - teman baru ku mulai memasuki kelas.


Suara mereka berisik sekali. Ada yang main dorong - dorongan, ada yang hanya diam lalu duduk, ada yang bergandengan terlihat akrab.


Ku perhatikan semua teman - teman baru ku.


Tak satu pun yang aku kenal, aku hanya terdiam kebingungan.


"Bell masuk, aduh gue duduk ma siapa nih ?" kata ku tanpa meminta jawaban dari siapa pun.


"Ma, mama keluar gii. Bee malu ah." kata Bee pada mama.


"Iya mama keluar." mama tersenyum.


"Ya udah cepetan mah, gak ada tuh orang tua yang di dalem kelas ." gerutu ku pada mama.


"Lagian mama ngapain sii ikut masuk ke dalam kelas, Bee udah gede kan. Malu ish" protes ku pada mama.


"Hahahha bukan nya terima kasih udah di kuncirin kamu malah protes mulu." kata mama pada ku.


"Ya udah Bee, mama keluar ya, selamat menikmati masa SMP mu gadis kecil." Mama berkata lalu bergegas keluar.


"O iya Bee, mama nungguin di kantin bawah ya." kata mama lagi.


"Pulang aja ma, Bee bisa pulang sendiri . Jangan aneh - aneh deh ma .Pulang aja ya gak usah nunggu di kantin bawah." kata ku setengah merengek pada mama.


"Ada - ada aja nih mama, masa gue ditungguin sii. Emang nya gue anak kelas 1 SD. Ampun deh." aku menutup muka ku dengan kedua tanganku.


Entah lah teman - teman baru ku memperhatikan percakapan ku dengan mama atau tidak.


Bila ada yang mendengar percakapan aku dan mama pasrah aja lah di bully juga. Tapi semoga tidak ada yang memperhatikan aku dan mama.


Terutama si cowok kalem itu, "semoga dia tidak mendengar percakapan aku dan mama.


Masa kesan pertama ku anak mami yang manja, sekolah pertama di tungguin mama nya." tanpa sadar aku berguman sendiri lalu tersenyum.


"Akhirnya mama mau keluar kelas juga." kata ku lega.


Mama ku memang super repot, aku yang sekolah, mama yang repot dari semalam.


Padahal aku juga bisa mempersiapkan semua perlengkapan sekolah ku sendiri.


Mama benar - benar masih menganggap ku gadis kecil nya yang cengeng yang harus selalu di jaga. Terus kapan mandiri nya aku ?.


Aku tertawa bila ingat kerepotan mama semalam. Aku teringat ketika kakak laki - laki ku mulai memasuki SMP , mama tidak repot sama sekali. Bahkan kakak laki - laki ku pergi sendiri ke sekolah nya. Kakak laki - laki ku pun mempersiapkan perlengkapan sekolah sendiri. Mama hanya duduk manis memperhatikan kesibukan kakak ku.


Apa mungkin karena aku anak perempuan maka nya mama repot dan khawatir sampai - sampai mengantarku ke sekolah hahahha sampai dalam kelas tepatnya.


Ya mau protes juga gak mungkin. bagaimanapun itulah sifat mama ku. Walau cukup bawel tapi baik hati. mama yang sangat aku sayangi dan ku hormati.


..............