My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Mulai Fokus di Taekwondo



Acara pelantikan sudah usai, Rei mulai bersikap biasa. Walau aku tau dia berpura - pura bersikap biasa. Di api unggun, Rei bermain gitar ditemani para fans nya.


Aku tersenyum melihat itu "Syukurlah aku masih bisa berteman, Rei cowok yang baik, asik. Tapi maaf aku masih menyayangi cimonku." batinku lirih


"Ah cimon, dimana lo? Udah bahagia mungkin dengan yani ..arghh kenapa gue gak pernah benar - benar lupain lo." geramku tanpa sadar aku meremas - remas rumput yang aku duduki.


Aku masuk ke tenda, mengambil topiku. Malam semakin larut. Udara di Cibubur bertambah dingin. Aku berusaha bergabung di api unggun.


"Selamat tinggal Cimon.. Gue akan meneruskan hidup gue." tekad ku dalam hati. Aku bergabung di api unggun bersama teman - temanku. Bercanda, bersenda gurau untuk melupakan cinta pertama ku yang kandas.


"Bee, Mau lagu apa ?." kata Rei tersenyum.


"Forever and one, Helloween." kata gue asal .


"Siap kakak." Rei mulai menyanyikan lagu itu.


Lagu itu mengapa terdengar sedih, apa aku menyesal menolak Rei batinku..


"Ah bukan..bukan karena itu..mungkin aku merindunya..masih merindunya... cimon." kata ku dalam hati.


Aku berusaha bercanda, tertawa, main cela - celaan.


"Ya gue pasti bisa melupakan lo cimon jelek, cimon yang buat gue patah hati padahal gak pacaran." tanpa sadar aku tertawa kecil, bodohnya aku patah hati pada seseorang yang bahkan bukan milikku. Patah hati pada seseorang yang tak menyadari kalau aku begitu menyukai nya.


Tanpa terasa hari sudah pagi, Habis sarapan bersama aku pamit pulang. Lelah, ngantuk, cape, penat. Tapi aku tak bisa tidur di dalam tenda. Aku pergi ke menara tempat biasa aku menghabiskan waktu bila di Cibubur.


"Hai menara, apa kamu merindukanku, seperti aku merindukan dia." kataku lalu aku meletakkan tasku, tasku aku atur untuk menjadi bantal.


" ....Ah gue tidur sebentar disini aja, nyamannya." kata ku sambil meletakkan kepalaku di tas yang sudah aku sulap menjadi bantal.


Angin diatas menara cukup kencang, adem, anginnya bikin ngantuk.


Tidak lama kemudian aku sudah terlelap. Lumayan lama aku tertidur, hari hampir sore lalu aku menuruni menara dan beranjak pulang.


Hari - Hari aku lalui dengan Full kegiatan. Aku aktif di Eskul sekolah. Aku pun masih aktif Tae Kwon Do. Lumayan sibuk atau tepatnya menyibukan diri. Dengan full kegiatan dan Kejuaraan Tae Kwon Do aku mulai melupakan Cimon ku. Aku fokus menjadi Atlet Tae Kwon Do.


Latian ke Dojang- dojang unit lain bersama senior dan pelatihku. Aku punya banyak teman di unit - unit lain. Hari - hari kulalui dengan latian..latian.. dan latian.


Karena aku perempuan sendiri di dojang ku jadi aku mempunyai banyak bodyguard hhahaha. Teman- temanku tidak pernah menjauh dariku.


Pernah suatu hari dikejuaraan Tae Kwon Do . Ada seorang Atlet menghampiriku mengajak kenalan. Cowok keren, tinggi , putih seneng dong ada cowok cakep gitu ngajak kenalan.


Tiba - tiba ada yang menggandeng pundak ku. "Ayo sayang, kita beli minum dulu." kata Agus salah satu teman satu unitku. Sontak aku kaget, belum sempat aku protes. Aku sudah ditariknya.


"Ishhh gagal lagi dapet gebetan." gumanku kesal pada Agus.


"Rese lo ah." kataku kepada Agus, sambil kutendang kakinya.


Dengan wajah ngeselinnya dia cengengesan. "Buaya dia Bee, terima kasih lo udah gue selametin dari buaya buntung kaya dia." katanya tertawa puas.


"Nih, minum aus kan lo.. masih berapa partai lagi lo turun??" kata Agus seraya memberikan air mineral kepadaku.


"Masih 4 lagi, gue ke final. Doain ya gue dapet emas . jawabku sambil meminum air mineral yang dibelikan Agus untuk ku.


Kami kembali bercanda, Aku dan Agus latian di dojang yang sama. Aku menganggap Agus sebagai adikku. Umurnya lebih muda Selisih 3 tahun dariku. Tapi dia selalu memanggil namaku tanpa embel - embel kakak. Agus salah satu atlet andalan dojangku. Aku dan Agus biasa menjadi Atlet cabutan Dojang - dojang lain.


Aku dan Agus cukup akrab, Agus juga akrab dengan keluarga ku begitupun sebaliknya aku.


Aku dan Agus sering mewakili unit - unit lain untuk menjadi atlet unit lain di Kejuaraan Taekwondo.


Jadi tidak heran kalau kami sering jalan bareng.


Agus selalu menjemputku dengan Vespa nya.


Bukan hanya latian saja dia menjemputku, tapi ngapelin pacar nya juga membawa ku.


Aku sering menolak untuk ikut dia pacaran.


"Ogah ah.. lo pergi aja sendiri, jadi nyamuk dong gue." kata ku suatu hari.


"Ya Bee, ayo lah ikut ya. Kalau gue sendirian bokapnya gak ngijinin santi untuk keluar." katanya memelas.


Jadi aku dibawa Agus untuk ngapelin agar Santi bisa keluar.


"Malam om, Santi nya ada." kata ku suatu hari pada ayahnya Santi.


"Eh Bee,, iya ada.. Santi nih Bee udah jemput." kata ayah santi.


Lalu Santi akan keluar jadi seolah - olah Santi pergi bersama ku. Nah si Agus sudah menunggu di lapangan basket biasa mereka bertemu.


Mereka berdua malam mingguan, aku akan duduk anteng makan bakso yang memang Agus belikan untuk ku.


Itulah malam minggu ku, selalu menjadi nyamuk mereka. Ngeselin kan, tapi mau bagaimana lagi, aku akan luluh bila di suap makanan.


Bila mereka sudah puas dengan malam minggu mereka, aku yang akan mengantar Santi pulang ke rumah nya. Mengembalikan Santi kepada orang tuanya.


"Nasib nasib.. jomblo gini amat ya." batin ku tertawa.


Lalu aku dan Agus akan pulang dengan Vespa nya. Dijalan Agus akan bercerita tentang Santi. Aku selalu menjadi pendengar setia nya.


Awalnya Agus mengincar Ratna teman sekelas Santi. Agus mendekati Santi hanya ingin mengetahui tentang Ratna yang kebetulan sahabat Santi.


Entah bagaimana kejadiannya akhirnya malah Agus berpacaran dengan Santi bukan dengan Ratna. Kisah yang sulit bukan ??


Ratna dan Santi anak Taekwondo club lain, kami berbeda Club tapi sering latian gabungan.


Kami sering bertemu kalau ada kejuaraan - kejuaraan Taekwondo.


Kadang sering Club nya dan Club ku menjadi musuh di matras kejuaraan.


Dua kubu akan mensupport masing-masing atletnya. Sungguh seru bila kami meneriakan yel yel masing-masing club untuk mendukung atlet kami.


Di sana Agus dan Santi akan menjadi musuh. Tak jarang setelah selesai kejuaraan musuhan mereka masih berlanjut.


Lucu kan, ada senang nya aku bila mereka berantem. Aku gak harus ikut si Agus pacaran. Bebas tugas jadi nyamuk mereka.


Hihihi kasian sii, tapi biarin aja deh toh paling lama mereka musuhan hanya 1 minggu.


........