My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Senyummu Mengingatkanku



Kelas 3 ini aku benar - benar fokus mempersiapkan ujian nasional. Kegiatan Kejuaraan Tae Kwon Do mulai aku kurangi. Latian tetap aku lakukan tapi hanya di dojang ku dan GOR saja. Biasanya selesai latian di Dojangku aku nongkrong sebentar bersama teman - teman satu dojang dan seniorku.


Kami ngobrol, bercanda, gitaran di jembatan gak jauh dari Dojangku.


"Bee, sudah selesai latiannya." sapa lembut seorang pria. Dia adalah bang Jef, salah satu anak teman papaku. Bang Jef ini sering main kerumahku karena papanya cukup akrab dengan papaku.


"Baru selesai bang." kataku sambil melirik siapa cowok di sampingnya. Wajahnya gak asing.


"Aku pernah liat dia dimana ya ??" batinku sambil mengingat - ingat.


Bang Jef dan temannya ikut nongkrong di jembatan karena memang itu teman - temannya juga.


"Kenalin nih ade gue." kata Jef kepada cowok tinggi, sedikit urakan, rambut gondrong yang datang bersamanya.


Cowok itu menjulurkan tangannya dan menyebutkan namanya. Aku gak memperhatikan ucapannya. Aku masih berpikir pernah liat cowok ini dimana, aku gak asing dengan suara dan wajahnya.


Cowok yang datang bersama bang Jef ini tinggi , putih tapi tidak terlalu putih (mungkin karena malam jadi gelap) , rambut gondrong, memakai sweater, sedikit berantakan tapi wajah cakepnya masih terlihat.


Mengapa aku sedih ya melihat cowok ini. Perasaan apa ini ?? dag dig dug jantungku berdebar - debar rasa ini aku pernah rasakan kalau bersama cimon ku.


"Ahh tapi cowok ini bukan cimonku, dia berbeda.." isi dikepalaku berdebat.


Cowok itu habis menyebutkan namanya lalu berlalu meninggalkan kami.


"Jef, gue kesana dulu ya." katanya pada Jef. Aku sempat lihat dia menoleh ke arahku lalu tersenyum tipis. Entah apa arti senyumnya, sumpah senyum itu gak asing. Seperti senyum cimonku, senyum yang sudah lama aku rindukan.


Ingin aku tahan, "eh entar dulu, jangan pergi dulu??" tapi lidahku kelu, aku hanya bisa menatap punggungnya yang sudah mulai menjauh.


Aku masih berusaha mengingat siapa dia?


Mengapa berantakan sekali ??


Tapi mengapa terasa gak asing dengan cowok itu?


Apa aku terlalu kangen dengan cimon ku, sehingga senyum cowok itu mengingatkan ku padanya?


Semua pertanyaan itu tak kutemukan jawabnya.


Tiba - tiba ada rasa sedih.. sedih sekali. Aku masih memandangi cowok itu melangkah menjauh. Mengapa aku bisa sedih pada cowok yang baru aku kenal. Perasaan macam apa ini? Apa arti nya ini???


Mood ku berubah, suara gitar temanku sudah tak merdu lagi. Canda tawa teman - temanku tak lucu lagi. Apa yang mereka obrolin aku tak mendengarkan. Pikiranku masih tertuju pada cowok yang baru dikenalin bang Jef padaku.


"Siapa tadi namanya ya ? bodohnya gue ..gue gak denger tadi dia bilang apa." batinku menyesali.


Aku berpamitan pada teman dan seniorku, bang Jef juga masih ada disitu.


"All gue pulang dulu ya, masih ada PR yang belum gue kerjain." kata ku berpamitan.


"Ok, mandi lo bau asem." kata temanku usil.


Padahal mereka juga sama bau asemnya denganku. Habis latian belum mandi langsung nongkrong.


"Bang Jeff, Bee pulang dulu ya." kata ku sopan pada bang Jeff.


"Iya Bee, salam ya untuk mama papa." kata bang Jeff lembut.


Bang Jeff cowok tinggi, putih, ganteng. Dia teman main kakak laki - laki ku. Usia nya sebaya dengan kakak laki - laki ku.


Aku dan kakak laki - laki ku selisih 3 tahun, teman tongkrongan kakak ku juga adalah teman tongkrongan aku juga.


Aku dan kakak ku memang sering nongkrong bareng. Mungkin karena usia kami tidak terpaut jauh. Jadi obrolan teman - teman nya masih nyambung dengan obrolan aku.


Kakak laki - laki ku juga ikut latian Taekwondo, Dia menjadi senior ku di tempat ku berlatih.


Aku mencoba dan malah lebih mendalami olah raga bela diri ini daripada kakak laki - laki ku.


Aku sering mengikuti kejuaraan Taekwondo sedangkan kakak laki - laki ku sangat jarang mengikuti Kejuaraan - kejuaraan.


...................


Sampai dirumah aku mandi, makan ( hihihi abis buang lemak terus isi lemak lagi) tenang saja saat itu aku gak bisa gemuk - gemuk. Mau makan sebanyak apapun tetap kurus.


Habis makan aku masuk kekamar, aku ambil buku harianku.


Ku baca - baca kembali buku harianku.


"Ternyata udah lama banget gak ada cerita tentang cimon lagi." batinku sedih.


"Aishhh kenapa gue jadi inget cimon lagi." aku menjitak kepalaku sendiri.


Cimon yang entah kemana, Cimon yang gak pernah tau perasaan ku untuk nya. Cimon yang gak pernah sadar kalau diam - diam aku sering memperhatikannya.


Tapi dia cinta pertamaku, aku masih merindukan nya.


Kenalan sama cowok tadi jadi mengingatkan ku pada si Cimon yang telah susah payah aku lupakan.


"Kenapa makin dilupain, makin kangen ya... rese nih Cimon." gumanku lirih.


Malam ini aku merindukan Cinta pertama ku.


Sejak aku dengar dia sudah berpacaran dengan salah satu alumni SMP ku, aku bersusah payah untuk melupakan nya.


Beberapa kali aku mencoba membuka pintu hati ku untuk Pria lain, tapi tak pernah berhasil.


Aku masih memikirkan kan nya, aku masih merindukan nya, aku masih sangat - sangat menyukai nya.


Cowok yang tadi dikenalin bang Jef, entah mengapa mengingat kan ku pada Cimon ku yang telah menghilang tanpa kabar.


Senyum cowok itu, senyum yang sudah lama aku rindukan.


Ada rasa sedih menyelimutiku, perkenalan dengan cowok tadi mengacak - acak emosi ku.


Di saat aku berusaha untuk melupakan cinta pertamaku, aku malah mengingat nya kembali.


Kesibukan ku selama ini hanya sebagai pelarian agar aku bisa melupakan Cimon cinta pertama ku yang sudah membuat hati ku hancur, yang membuat ku patah hati sehingga susah sekali membuka hati untuk pria lain.


Cowok tadi, tatapan mata nya saat berkenalan mirip tatapan mata cimon ku.


Wajahnya juga mirip tapi cowok ini agak kusut, gondrong berbeda dengan wajah kalem cimon ku.


Tadi setelah berkenalan sekilas ku lihat ada rasa kecewa di wajahnya. Mengapa dia tiba - tiba murung dan berlalu pergi.


"Siapa ya teman bang Jeff itu, nama nya siapa tadi ya? masa gue tanya bang Jeff lagi .. ahh gak ah malu." aku berkata sendiri.


Atau kalau main ke rumah bang Jeff mungkin bisa ketemu lagi sama cowok itu.


"Beneran penasaran sama tuh cowok, kok agak mirip sama cimon gue.. gak mungkin itu cimon kan ? isi kepala ku mulai berdebat.


"Kalau itu cimon, masa dia gak ngenalin gue siii ??? bukan kali ah cuma kebetulan mirip aja." kata ku lagi.


"Coba tidur aja deh, siapa tau mimpi ketemu cimon hhaha." aku tertawa sendiri


....