My Cimon My Secret Love

My Cimon My Secret Love
Perasaan Aneh Apa Ini...



Teng...teng...teng... Bell berbunyi.. Semua murid berteriak..Asikkk waktunya pulang.


Aku dan Emi pun tertawa senang.


"Yess akhirnya bel pulang bunyi juga." batin ku senang.


Aku keluar kelas bersama Emi. Dibawah mama sudah menunggu.


"Astaga mama, kenapa ada dikantin bawah." ku geleng - gelengkan kepala ku.


"Bee gue duluan ya" kata Emi menepuk pundak ku.


"Ok, sampe ketemu besok ya." kataku sambil melambaikan tangan ke Emi.


Ku berlari kecil ku hampiri mama.


"Mah, ngapain disini... Ih kan malu udah gede masih ditungguin." gerutu ku sambil sibuk membuka kunciran rambutku.


Aku lalu duduk dikantin bawah bersama mama


"Arghh ... susah bener ini iketan rambut, mama sii iketnya kenceng." protesku pada mama.


Mama berdiri membantuku melepaskan semua kunciran dirambutku.


Dengan telaten mama membuka satu persatu ikatan- ikatan karet yang menghiasi rambutku.


Mataku tiba - tiba menangkap sosok itu, cowok yang membuatku penasaran.


"Dia.. dia melewatiku, ih malu deh lagi dibukain kunciran..haduh dia liat gak ya??" buru- buru kupalingkan wajahku, agar cowok kalem itu tidak melihat ku.


"Udah selesai Bee." kata mama tersenyum puas.


"Yuk kita pulang !!" ajak mama pada ku.


Aku berdiri mengambil tas ku, lalu mengikuti langkah mama meninggalkan kantin sekolah.


Cowo itu masih berdiri dipinggir jalan, mungkin menunggu dijemput atau menunggu bemo lewat pikirku.


Mama menyetop bajaj yang melintas, dan mama sibuk tawar menawar harga dengan supir bajaj.


Sesekali aku melirik ke arah cowok itu, entah cowok itu tau aku memperhatikannya atau tidak.


"Cool banget." batinku, Aduh kenapa jantungku berdebar gak karuan gini kalau liat cowok itu. Padahal dari kecil teman - teman mainku cowok semua. Dan ini bukan pertama kali aku liat cowok bening. Teman - teman kecil ku juga ganteng - ganteng dan bening - bening. Tapi aku gak pernah deg - degan gini. Apa yang terjadi denganku. Perasaan apa ini???


perasaan ini pertama kali aku rasakan.


"Ayoo Bee naik." kata mana menyadarkan lamunanku.


"Iya ma." jawabku mengikuti mama naik ke bajaj itu.


Bajaj melewati si cowok cool itu, pandanganku masih tak bisa lepas darinya.


"Kenapa dia nunduk aja sii, nyari koin jatuh apa? kok gak liat gw." batinku sedikit kecewa.


Sesampai dirumah, aku terus memikirkan cowok itu. Tatapan pertama kali nya dengan senyum kecilnya tidak bisa kulupakan.


"Aduh kenapa gue jadi inget dia terus, perasaan apa ini ?" aku bertanya - tanya dalam hati.


"Beeee.. Beee.. latian gak? " suara itu , suara yang sudah aku hapal.


"Iya latian Yan.." teriak ku tak kalah kencang dengan teriakan Ryan.


Ryan adalan teman kecilku sekaligus teman latian Taekwondo ku. Aku dari kecil mengikuti latian Taekwondo, maka nya tak heran kalau teman-temanku lebih banyak cowok.


Aku dan Ryan teman dari kecil, selain Ryan ada Sandi, Anib, Yudi, Boy, Dedi dan aku perempuan sendiri. Mereka semua sebaya dengan aku.


Ryan dan Dedi 1 dojang (tempat latian Taekwondo). Sedangkan ke empat temanku tidak mengukuti latian Taekwondo.


Diantara teman kecil ku Ryan yang paling tinggi dan putih, selain hobby taekwondo Ryan juga hobby basket.


Aku mempunyai teman akrab lima orang cowok, diantara lima cowok itu aku paling akrab dengan Ryan. Ryan sering mendapat surat cinta dari para fans nya. Bila Ryan mendapatkan surat, dia akan memberikan pada ku untuk dibaca.


Kadang aku diminta nya untuk membalas surat - surat dari fans nya.


Aku dan Ryan sering pergi bersama untuk latian. Kadang Aku dan Ryan pergi ke dojang lain untuk latian gabungan.


Aku sangat menyukai ilmu bela diri ini, Disaat aku marah, sedih, senang aku bisa melampiaskan tendanganku pada target.


Aku juga sering mengikuti kejuaraan Tae Kwon Do dan sering menjadi Atlet cabutan unit lain. Berbeda dengan Ryan dan Dedi mereka berdua tidak pernah lolos seleksi sehingga tidak bisa mengikuti kejuaraan Tae Kwon Do.


Entah mengapa hari ini aku tidak semangat latian. Kedua temanku sampai heran melihat tingkahku.


"Bee kenapa lo? tumben lesu? sekolah baru lo gak enak ya?" kata Dedi.


Aku hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan itu. Pikiranku masih mengembara memikirkan cowok yang tadi siang aku lihat dikelas.


Badanku di dojang tapi pikiran ku tidak di dojang ini. Senyum manis cowok itu terus menari - nari di pikiranku.


Wajah kalem nya sudah menyita semua perhatian ku.


"...Oh Tuhan, kenapa gue jadi mikirin dia." kata ku bingung.


Bila memikirkan cowok itu mengapa ada perasaan aneh di dadaku. Aku juga bingung dengan perasaan aneh ini. Perasaan semacam ini baru pertama kali aku rasakan.


"Sumpah dari pertama liat tuh cowok, kenapa gue jadi terus mikirin nya." kata ku heran sendiri.


"Siapa ya nama dia ?" aku bertanya dalam hati.


"Eh Bee.. noh lo di suruh pake body, bengong aja lo" Ryan membuyarkan lamunanku.


"Ah siap... fight lawan siapa juga gue gak takut." kata ku semangat.


Bila mendengar kata fight aku jadi bersemangat. Bayangan cowok itu pun sedikit teralihkan.


Ryan membantu ku mengikat semua tali - tali pada body protector ku, ku pakai headgar di kepalaku. Untuk fight kita harus memakai perlengkapan protector yang lengkap. Demi menjaga keselamatan diri sendiri dan lawan fight kita.


Aku cinta olah raga ini... sangat.. sangat menyukai nya.


Sekilas info fight adalah pertarungan satu lawan satu sesama taekwondoin.


.............