MY ARROGANT HUSBAND

MY ARROGANT HUSBAND
06 : aku berubah drastis!



Entah apa maksud dari kata nafsu yang Pak Angga katakan tadi, intinya para maid membawaku kesebuah ruangan yang bernuansa merah muda. Seluruh desain interior sangat elegant dan juga megah. Banyak sekali dress yang menggantung di setiap sisi. Aku merasa seolah sedang berada di dalam dunia barbie sekarang.


Aku duduk di atas kursi meja rias yang sudah terdapat banyak sekali makeup diatas nya, banyak sekali merk merk branded yang ku ketahui yang terdapat disini. Banyak juga produk lokal yang sudah lama aku inginkan, namun tak kesampaian juga karena harganya yang mahal. Tapi sekarang, semua keinginan ku sudah berada tepat di depan mata.


Aku paham sekarang, maksud dari nafsu itu apa. Mereka mulai meraba dan membuat lukisan indah di wajahku yang jarang sekali terpolesi makeup. Sungguh lihai para maid mendadandani ku sekarang. Mereka layaknya makeup artis yang begitu profesional.


Aku menikmati semuanya. Ini begitu indah untuk di abaikan, tapi tiba-tiba pikiranku berjalan ingin menanyakan suatu hal tentang hal yang mengganjal di benak hatiku sedari tadi. Ingin kutanyakan nama maid yang dekat dengan Pak Angga dan terlihat begitu akrab dengannya.


Aku berdehem mengusir kegugupan saat ingin menanyakan suatu hal. “Hai, ” sapaku dengan raut wajah bodoh yang tidak paham bagaimana caranya memulai obrolan. Mereka langsung menoleh serentak, dan membungkukkan tubuhnya sekilas.


“Siapakah orang yang dekat dengan pak- Ehm, suamiku.” tanyaku canggung, merasakan tatapan mereka yang seolah ingin membunuhku saja. Tapi diantara yang lain, terdapat seseorang yang sedang merias ku, ia tersenyum lembut.


“Dia maid terkecil kami, dia anak dari kepala maid disini. Dia anak Bibi Jie.” jawab perias itu yang ber-name tag Layla. Aku mengangguk mengerti dengan tersenyum senang, setidaknya ada yang mau merespon pertanyaanku.


“Lalu?” tanyaku menggantung, aku tidak enak jika ingin bertanya lagi, tatapan tajam yang maid lain lemparkan padaku, seolah membuatku kesal sendiri.


Perias itu tampak peka, ia memberikan instruksi agar semua maid keluar dari ruangan, walau mereka samasekali tidak berbisik di depanku, yang pastinya aku bisa merasakan tatapan tak mengenakkan yang terlempar untukku.


“Aku tahu apa maksudmu nyonya, pasti kau cemburu ya melihat kedekatan mereka.” ujar maid itu menggoda diriku, buru-buru aku menggeleng keras, aku tidak ingin dibilang cemburu. Tidak ingin.


“Hahaha, kau ini ada-ada saja nyonya.. ” balasnya melihat gelengan kepalaku, aku mendesah pasrah, mungkin ini bukan waktu yang tepat untukku tahu atas hubungan mereka berdua.


Aku menggigit bibirku ngilu, duh pasti ini kasus adik-abang lagi, tidak ada adik-abang sungguhan jika mereka tidak sedarah. Walaupun memang ada, tapi siapa yang bisa menahan pesona Pak Angga, jika menjadi abang bagi adik-adikan' nya itu.


“Sudah selesai nyonya, sekarang waktunya mengganti pakaian mu.” ucap Layla tiba-tiba diantara lamunanku, aku mengangguk walaupun masih melamun.


Aku menurut saja, lagipula memang sudah waktunya untuk aku menyesuaikan pakaian dengan keluarga Kusumo. Aku tidak ingin membuat malu diriku sendiri jika nanti harus bersanding dengan Pak Angga, aku tidak ingin terlihat seperti pembantunya.


Aku segera mengganti baju diruang pakaian, sebuah baju menarik perhatianku, beruntung layla tidak memaksaku untuk menggunakan baju yang aku tak suka, ia memberikanku pilihan untuk memilih dress sesuai keinginanku.


Pilihanku jatuh pada dress pendek, yang sangat simple dan polos, aku memilihnya karena pakaian ini seperti menguarkan aura elegan dan juga simple. Jadilah aku memilih untuk mengenakkan nya. Aku keluar dan mendapati Layla yang menutup mulutnya terkejut, aku menyeringit heran, lalu aku berjalan karah kaca untuk bercermin, mataku membulat, mendapati penampilan wajahku saat ini.





...★★★...