MY ARROGANT HUSBAND

MY ARROGANT HUSBAND
12 : aku kecewa abang!



"Kau sungguh rela melepaskannya bersamaku Alea?" tanyanya dengan nada tak percaya, aku mengangguk sebagai jawaban, walau rasa cemas akan sakitnya kali pertama bercinta itu pasti ada.


"Tapi, setelah abang menyentuhku, abang tidak boleh lagi bermain dengan wanita diluaran sana.. " ujar ku memastikannya, aku tahu ini akan menjadi berat untuknya, hingga aku mendengar helaan nafas berat.


Abang menjadi goyah seketika, ia tidak dengan pendiriannya, Aku tidak ingin menyerah, aku akan melakukannya walau secara perlahan, aku bangun dari posisi berbaringku, lalu kududukkan tubuhku dengan posisi setengah tertidur miring. Tangan kananku ku gunakkan sebagai penyanggah tubuhku agar tidak terjatuh, sedangkan tangan kiriku berada diatas pahaku yang bertumpuk.


"Kenapa Abang ragu? Apakah tubuhku ini tidak indah ya?" tanyaku dengan nada yang kubuat sesedih mungkin, ia menjadi tergagap-gagap, tanganku yang tadi berada diatas paha, kini jatuh diatas lengannya.


"Dia menginginkan sentuhanmu abang.. " cicitku mengambil tangannya, lalu kuletakkan diatas pahaku.


"Kau menggodaku Aleaa.." geramnya berupa desisan yang menahan sesuatu, tanganku dengan sangat amatir, kujatuhkan diatas dada nya, bisa kurasakan dada bidangnya yang keras.


"Aleaa istri Abang, seharusnya abang menghargai Alea.. " bisikku lirih, diantara rasa takut. Kuturunkan telapak tanganku berada di perutnya, lalu kuturunkan lagi membuat matanya memejam refleks.


Ku susupakan tanganku untuk masuk kedalam kaus nya, matanya terpejam menikmati sentuhanku, menikmati? Aku tidak tahu, apa yang ia rasakan saat ini, mungkin setelah aku melakukan hal ini, ia akan segera mengunciku di dalam kamar.


Tanganku yang sudah berada di balik kaus nya, menjadi merembet naik ketas dada nya, ku usap dada bidangnya yang keras dengan lembut, aku tidak tahu bahwa abang memiliki bulu di dadanya.


"Aleaa.." lirihnya benar-benar terpejam, aku menggigit bibir bawahku refleks, merasakan tangan besarnya yang meremas kuat bokong ku secara tiba-tiba.


"Jangan bermain-main denganku Aleaa.. " bisiknya lirih, aku mencodongkan wajahku secara pelan, ia menggeram lirih saat bibirku hampir saja menyentuh bibirnya.


Tapi tak akan kubiarkan dia menyentuhku selagi ia masih ingin menyentuh wanita lain, yang bukan diriku.


"Aleaa ingin mandi. Abang juga harus mandi, biar tidak kesakitan itu nya. " tekan ku jelas, dengan mata yang menatapnya tajam, ia mendelik dengan rahang yang mengeras.


"Kalau seperti ini, kau yang memancingku untuk bermain dengan wanita lain Aleaa! " sergah nya sedikit kasar, kedua telapak tangannya mengusap wajahnya sendiri dengan gusar.


"Aleaa tidak pernah memancing abang untuk melakukan itu dengan wanita lain! Aleaa memancing abang agar abang mau mengambil hak yang seharusnya abang ambil, tapi kalau abang tidak mau berhenti bermain dengan wanita diluar sana, Aleaa tidak akan membiarkan Abang menyentuh Alea lagi setelah ini!" ujarku tajam seperti sebuah ancaman, kulihat matanya membesar tak terima, ku acuhkan saja dia, dengan berjalan menuju kamar mandi sambil melepaskan pakaian.


Diam-diam aku kecewa, saat mengintip dari balik pintu kamar mandi, melihat dirinya yang sedang mengenakkan pakaian, sambil menelfon dengan posisi berdiri.


Aku menunduk tanpa sadar, ada rasa kecewa yang hinggap dalam diriku, aku yakin pasti abang tidak tergoda, dan akan lebih memilih untuk bermain dengan wanita lain.


Aku tertawa hambar, melihat sikapku yang seperti kupu-kupu malam barusan, padahal aku melakukan itu agar Abang memilih, namun pilihanku salah, seolah menjadi cermin bagi diriku, bahwa aku dan tubuhku tidak ada apa-apa nya dibanding wanita yang berada di sekelilingnya.



For your information : Cerita ini menggunakan alur maju, cerita ini juga mengandung unsur dewasa. Bahasa baku hanya sebagian kecil, plot nya juga sangat ringan.