MY ARROGANT HUSBAND

MY ARROGANT HUSBAND
25 : nyangkut abang, panas!



...Author point of view....


Aleaa mengusap dada bidang Angga. Ia ciumi dada bidang Angga yang masih tertutupi oleh kaus putih yang Angga kenakan. Aleaa menelusupkan telapak tangannya ke dalam kaus itu. Lalu ia usap dari bawah perut Angga hingga dada bagian atasnya. Aleaa merasakan hawa panas di sekitar tubuhnya. Ia merasakan ada yang berdenyut di bawah sana, padahal belum memulai apa-apa.


“Aleaa, kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan?” tanya Angga memastikan. Di antara libidionya yang mulai menaik.


“Sadar, Pak.” ujar Aleaa memanggil Angga dengan panggilannya dulu. Membuat Angga mengerjapkan matanya tak percaya. Angga meneguk ludahnya kasar.


Aleaa meremas ujung kausnya. Lalu ia angkat perlahan kaus itu hingga berada di lehernya. Lagi-lagi Angga meneguk liurnya kasar. Tanpa malu Aleaa juga sudah menaikkan bra nya ke atas. Hingga terpampang lah tubuh polos Aleaa.


Setelah menarik lepas, Aleaa merasa tersipu telah melakukan hal se intim ini. Ia telah memperlihatkan bagian tubuhnya yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun selain dirinya sendiri. Tubuh Aleaa memang tidak terlalu menonjol, namun Aleaa memiliki tubuh yang kurus dan pinggang yang ramping. Seperti model-model majalah ternama.


“Apa Bapak akan membiarkan Leaa membukanya sendiri?” tanya Aleaa menggoda. Aleaa mengenyampingkan rasa malunya hanya untuk membuat Angga turn on terhadap dirinya.


Padahal tanpa Aleaa ketahui, tanpa harus seperti ini Angga juga sudah memiliki nafsu tinggi terhadap dirinya. Namun sebisa mungkin Angga menahan hal itu karena tak ingin membuat Aleaa merasa takut padanya.


“Saya hanya ingin menyaksikan mantan sekretaris saya menggoda bosnya.” jawab Angga dengan suaranya yang serak. Bibirnya tersenyum miring melihat perubahan raut wajah Aleaa yang memerah.


“Jadi dia ingin bermain peran? Baiklah.” ujar Angga dalam batinnya. Merasa sangat tergoda dengan permainan istrinya.


Aleaa mengusap permukaan dada Angga. Angga menggeram kasar menyadari bagian tubuhnya sudah mengeras di bawah sana. Aleaa menunduk menciumi dada Angga, hingga tubuhnya ia geser turun dan beralih menciumi perut Angga yang terbentuk keras.


Saat Aleaa sudah merasa tidak sabaran. Ia turunkan tangannya dengan takut. Matanya terpejam kuat. Angga menyadari gerakan isterinya yang semakin agresif. Ia biarkan Aleaa berbuat semaunya. Namun saat Aleaa menarik lepas gesper yang ia kenakan. Saat itu juga Angga mengepalkan kedua tangannya.


“Abang tidak tertidur kan?” tanya Aleaa polos. Mengerjapkan matanya lucu. Membuat Angga gemas, dan sontak membuka kedua matanya.


“Tidak, Sayang.” Angga menggeleng seadanya. Melihat hal itu Aleaa kembali semangat. Ia juga sudah kembali memanggil Angga dengan sebutan Abang.


Angga kembali terhanyut. Aleaa telah melepaskan celananya di bawah. Aleaa benar-benar melakukan hal ini. Aleaa menatap kaget milik pria yang baru pertama kali ia lihat. Aleaa menjadi gugup dan cemas. Menyadari bahwa benda di hadapannya sangat mengerikan.


Mengingat bahwa ia sudah menjadi seorang istri, Aleaa langsung mengubur rasa takutnya. Ia tidak ingin Angga melepaskan hasratnya di luar sana. Aleaa pun melepaskan kain segitiga yang masih tersisa dengan tekad yang bulat.


“Leaa, kalau tidak siap jangan di paksa ya sayang. Abang pasti kuat menunggu Leaa siap. Abang pasti-”


“Aww! Abang panas!”


Angga terlonjak kaget. Menyadari bahwa Aleaa sedang berusaha menyatukan adik kecilnya, dengan milik Aleaa. Sungguh, gadis yang berada di hadapannya benar-benar anarkis dan bar-bar. Aleaa ini bodoh atau memang kebelet kawin dengannya?


“Astaga! Apa yang kau lakukan Aleaa!” bentak Angga terkejut dengan apa yang istrinya lakukan.


Aleaa menatap Angga memelas, wajahnya menyiratkan orang yang sedang menahan rasa sakit dan perih. Angga langsung membangunkan dirinya, membuat Aleaa merosot ke atas pangkuannya. Aleaa mencengkram kedua pundak Angga dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Angga membawa pinggang Aleaa ke dalam rengkuhannya. Lalu ia cumbui tubuh Aleaa dengan tangannya. Meremas dada Aleaa yang berukuran sedang dengan kedua telapak tangannya. Aleaa menjerit tertahan dalam ciuman Angga.


“Abang nyangkut! Rasanya pedas, panas, abang tolong Aleaa. Cepat abang!” pekik Aleaa sambil meniup-niup wajah Angga dengan bibirnya yang tak bisa diam.


Angga mencoba sabar dengan tingkah laku istrinya yang sungguh luar biasa. “Apa yang kamu maksud nyangkut, Aleaa? Ini tidak nyangkut. Nanti juga enak. Siapa suruh kamu masukin duluan!” seru Angga dengan nada suaranya yang mengeras.


Aleaa mencebikan bibirnya kesal. “Ish abang cepat kenapa sih! Aleaa sedang kesakitan abang malah justru memarahi Aleaa. Dasar-” Angga langsung ******* bibir Aleaa kembali. Menghentikan ocehan istrinya yang tak pernah habis.


Angga bawa pinggang Aleaa untuk bergerak di atasnya. Penyatuan mereka yang awalnya membuat Aleaa menjerit sakit kini malah membuat gadis itu mendesah hebat.


“Ahh, Abang.” Aleaa menarik kepalanya untuk menjauh. Melepaskan ciuman Angga pada bibirnya.


“Enak sekali abang. Kenapa tidak dari awal saja abang menyentuh, Leaa? Kenapa harus Leaa yang melakukannya duluan. Ahhh, abang jangan gigit dada Aleaa. Hihihi, sudah tidak nyangkut lagi ya abang.” Aleaa sungguh ekspresif dalam menggambar kan situasi yang sedang terjadi lewat mimik wajahnya.


Angga merasakan rasa nikmat tiada tara dari tubuh istrinya. Baru kali ini ia mendapatkan perawan. Namun walau begitu, Angga tetap bermain lembut dengan Aleaa karena tidak ingin menyakiti gadis itu. Ah, maksudnya wanita. Karena Aleaa sudah bukan lagi seorang gadis sekarang.


“Arghh, Leaa. Enak sekali sayang. Istri abang sungguh menggemaskan.”


Aleaa semakin bersemangat, Angga membiarkan istrinya mengambil alih permainan. Walau awalnya Aleaa merengek kesakitan menyalahi Angga, namun sekarang wanita itu justru terus mengeluarkan suara-suara kenikmatan di antara mereka.


“Enak sekali ya abang. Sudah tidak nyangkut lagi.” ucap Aleaa tak bisa diam. Ia memeluk punggung Angga erat, Angga menahan tawanya yang ingin meledak.


“Sudah abang bilang ini bukan nyangkut namanya. Leaa ini polos atau bodoh sebenarnya? Ah, tapi abang senang karena Aleaa telah melakukan hal gila bersama abang.” balas Angga tak habis pikir dengan apa yang sudah Aleaa lakukan.


Angga memilih untuk menyusuri setiap jengkal tubuh Aleaa dengan kecupannya. Posisi mereka kian berganti, dan terus menerus melakukan penetrasi. Angga sudah menunjukkan sisi liarnya, kini Aleaa lah yang terkulai lemas di atas ranjang. Namun Angga masih enggan menghentikan kegiatan mereka.


“Aleaa lelah abang. Sudahh... ”


“Sstt, kau sudah membangunkan singa yang tertidur Aleaa. Rasakan akibatnya. ” balas Angga sambil tersenyum miring, ia mencium pelipis Aleaa dengan sayang, hentakkan masih dilakukannya di bawah sana.


“Kok hanya Aleaa yang merasa sakit sih bang... ” gerutu Aleaa tak terima, masih dalam kondisi tubuhnya yang terlonjak-lonjak menerima hentakan dari suaminya itu yang kini sudah berganti posisi berada di belakang tubuhnya yang tengkurap.


Angga menggeleng tak percaya, mendengar rengekkan manja yang keluar dari bibir istri pemarahnya itu. “Sakit seperti apa sih? Toh Leaa juga sekarang merasa. Aleaa bisa pelankan suaramu tidak?!” belum selesai menggoda istrinya, Aleaa sudah berseru kencang padanya.


“Diam abang!! Aleaa malu.” Aleaa menyembunyikan wajahnya pada bantalan di hadapannya. Yang berhasil menenggelamkan wajahnya.


...Author point of view off....