
...Author point of view....
Seorang penjaga rumah Kusumo langsung saja merasa panik setelah menerima info dari Ibu-ibu di depannya. Ada dua orang wanita yang memberitahu kabar tentang apa yang sudah terjadi pada menantu muda majikan mereka, segera satpam itu lari berbondong-bondong memasuki kediaman Kusumo.
Mobil Angga sudah di antar duluan oleh salah satu tetangga dekat, yang memang mengerti seluk beluk masalah. Dompet dan tas Aleaa di jok belakang itu pun juga sudah di berikan pada bodyguard milik Angga, yang berjaga di luar pintu utama.
Sedikit gemetar, saat setelah sampai di depan kamar tuannya, satpam itu mengetuk pintu dengan berat hati, namun pilihannya beralih menjadi memencet bel khusus untuk kamar yang tertera di atas samping pintu, agar ruangan yang kedap suara itu, dapat mendengar panggilan dari luar.
Angga yang notabenya sedang bersantai merasakan dinginnya ac, dengan tubuh yang tertidur di atas kasur empuk, lalu jangan lupakan hidung Angga yang sambil menikmati harumnya aroma Aleaa. Aroma istrinya sudah sangat melekat jelas pada kamar mereka.
Mendengar bel berbunyi, Angga langsung membalikkan tubuhnya. Malas membuka pintu, ia pikir Aleaa tidak akan se aneh itu. Secara Aleaa lah yang menguncikannya dari luar. Namun ternyata, semakin di diamkan, bel semakin berbunyi saja, membuat Angga merentak bangun dengan gemas.
“Apa sa-” ucapan Angga terpotong, saat setelah dengan begitu acuh ia membuka pintu yang sebenarnya tak terkunci.
Melihat yang di hadapnnya bukanlah Aleaa, Angga langsung menyatukan alisnya sinis, “Apa?” tanya Angga tanpa ba-bi-bu. Satpam itu meringis cemas, tangannya gemetar berkeringat.
“A-anu... Bu Aleaa di larikan ke rumah sakit Pak Angga!” jawab satpam itu gugup, namun sedikit cepat. Mendengar hal itu, Angga langsung panik bukan main. Satpam itu juga menyodorkan dompet dan tas yang tadi ia dapatkan dari bodyguard, buru-buru Angga lempar dompet dan tas ke atas ranjang.
Ia terkejut sekaligus gercep, gerak cepat. Angga berlari menuruni tangga, ia keluar dari pintu utama kediaman Kusumo, mendapati dua orang ibu-ibu tengah berdiri di depan pos satpam, hati Angga langsung menjadi tak enak.
“Halo pak Angga. Saya Laksmini, tetangga baru-”
“Katakan apa yang sedang terjadi.” seru Angga geram, memotong ucapan ibu yang bernama Laksmini itu. Laksmini langsung terdiam karena kaget. Sekaligus ada perasaan takut menghadap Angga yang sering di perbincangkan, sebagai seseorang yang galak dan kejam dalam dunia bisnis.
Radeaa, salah satu ibu yang aktif dalam lingkungan komplek pun langsung saja menjawab pertanyaan dari Angga, salah seorang yang ia kenal sebagai pemuda rekan bisnis suaminya.
“Begini Pak, Bu Aleaa di larikan ke rumah sakit sekarang, lebih baik Pak Angga segera menyusul, karena Bu Aleaa sudah lebih dulu di larikan ke rumah sakit.”
Mata Angga melotot gusar, ia segera berlari menuju garasi. Tidak ada sepatah katapun yang Angga ucapkan, rasa shock membuatnya segera melenggang pergi meninggalkan rumah. Satpam itu menggaruk rambutnya yang tak gatal, bingung menanggapi kecepatan mobil yang tuannya gunakan. Sangatlah cepat.
Pada akhirnya pagar rumah kembali di tutup oleh satpam itu, kedua ibu-ibu itu pun sudah pergi, kembali memeriksa keadaan dua orang yang tengah bertengkar tadi.
...★★★...
Disisi lain...
Bu Kusumo mau menangis saja rasanya. Mengingat Aleaa, menantu dadakan keluarga Kusumo, yang dapat membuatnya merasa nyaman dalam waktu singkat. Aleaa lah yang membuatnya merasa akan ada secercah kehidupan baru dalam keluarga besar Kusumo, yang sebenarnya sudah terpisah-pisah antar provinsi karena pekerjaan.
Keluarga Kusumo yang benar-benar utuh bukanlah hanya Angga, Bu Kusumo, Ayah Kusumo, Nenek Kusumo, dan juga suaminya. Namun ada keponakan, sepupu, bibi, dan juga paman. Mereka berkumpul sekali dalam setahun, dan itu pun di antara jadwal mereka yang memang tidak bersahabat. Kakak tertua, kakak termuda, lalu calon pewaris, dan lain sebagainya.
Angga bukan lah anak tertua di antara dua bersaudara ayahnya, sebenarnya Pak Kusumo memiliki kakak perempuan yang juga sudah memiliki anak, karena sebagaimana mestinya dalam peraturan keluarga mereka, cucu laki-laki pertama lah yang akan menjadi anak tertua. Berarti berhak akan seluruh aset, dan juga omset keluarga Kusumo.
Angga lah yang nanti akan meneruskan perusahaan ayahnya, ketika Pak Kusumo sudah tiada. Sedangkan adik laki-laki Angga yang sedang berada di asrama sekarang, menjadi anak tertua kedua, baru nanti anak perempuan dari kakak Pak Kusumo lah, yang menempati cucu tertua ketiga. Begitu pun seterusnya.
“Permisi, dengan Bu Kusumo?” seorang Dokter pria paruh baya kini keluar dari dalam ruangan, ia berdiri di depan pintu yang sudah terbuka.
“Dokter?! Ya, dengan saya Dok.” jawab Bu Kusumo cepat, Nenek Kusumo pun langsung mendekati Dokter tersebut.
“Baik, silahkan masuk.” ujar Dokter itu formal dengan senyum tipis. Akhirnya Bu Kusumo dan nenek Kusumo pun masuk untuk melihat kondisi menantu kesayangan mereka.
Terlihat Aleaa masih terbaring di atas ranjang rumah sakit. Kedua matanya terpejam rapat, wajahnya pucat, bibirnya kering, terdapat selang infus di tangannya.
“Tidak ada luka yang serius. Janinnya sunggug kuat, tidak terjadi hal apa-apa. Hanya saja Bu Aleaa harus di rawat, selama dua hari. Agar kami bisa memastikan bahwa kesehatan tubuhnya dapat kembali normal lagi.”
Ujar Dokter itu secara to the point. Bu Kusumo dan nenek Kusumo pun menghembuskan nafas lega. “Terimakasih banyak Dok.” ucap Bu Kusumo sopan, senyum lebar terbit di bibirnya.
Setelah mengucapkan “Sama-sama.” Dokter itu pun keluar meninggalkan Nenek Kusumo, serta Bu Kusumo di dalam ruangan. Mereka langsung menghampiri Aleaa, lalu berdiri di sisi kanan dan kiri ranjang rumah sakit Aleaa.
“Engghh.” lenguh Aleaa merasa ada beban tersendiri saat ia ingin membuka kedua kelopak matanya.
“A-abang mana Maah.. ” tanya Aleaa lemah, tanpa ada nada pertanyaan sedikitpun, karena kondisinya yang masih lemas.
“Kamu tuh baru pulih Aleaa. Udah cariin abang aja. Mending sekarang tidur dulu.” jawab Nenek Kusumo sedikit menggerutu.
“Tapi kan-”
“Sstt, biar nanti Angga Mama kabarin. Sekarang kamu tidur lagi aja. Nanti kalau udah maleman dikit baru kamu makan.” sela Bu Kusumo menghentikan Aleaa yang terlihat ingin menolak.
...Author point of view off....