MY ARROGANT HUSBAND

MY ARROGANT HUSBAND
53 : nama anak kita abang!



...Author point of view....


Angga menghentikan langkahnya pada parkiran perusahaan, ia tidak kembali pulang setelah menyelesaikan masalah itu, ia langsung beralih kerja, menyelesaikan banyak hal yang sempat tertunda selama merawat Aleaa dua hari penuh, di rumah sakit.


Angga memasuki perusahaan dengan begitu gagah, seluruh karyawan yang berlalu lalang pun turut memberikan sapaan hangat padanya, yang hanya Angga balas dengan senyuman kecil, tanda menghargai mereka.


Angga tak menyadari, bahwa di ruangannya kini sudah terdapat Mr. Frank, yang menangani kasus tentang Cindy. Mereka mulai berbincang, hingga larut dalam dua jam obrolan. Setelah berbincang tentang Cindy yang sudah di temukan, serta para infotaintment yang bungkam karena mengetahui kabar kehamilan istrinya, Angga menjadi legah seketika. Desas-desus perselingkuhannya pun kini sudah dibantah, tanpa ia harus mengangkat suara.


“Kau harus datang ke rumahku Frank, kita bisa makan malam bersama. Keluargaku pasti merasa senang.” ujar Angga memberikan ajakan pada Frank yang jarang sekali tersenyum. Sama seperti dirinya.


“Ah, tidak usah. Aku akan langsung pulang setelah ini, lebih baik kita sudahi saja obrolan ini.” Frank tersenyum tipis, di ikuti oleh Angga yang tersenyum formal, namun begitu bersahabat.


“Oke, terimakasih atas bantuannya.” Angga berjabat tangan dengan Frank, keduanya pun masing-masing selesai berbicara.


Frank kembali ke perusahaannya, sedangkan Angga kembali fokus pada pekerjaannya, ia duduk di kursi kebesarannya, sambil memeriksa beberapa dokumen, dan menandatangani nya. Tiba-tiba saja ide iseng muncul pada otaknya. Angga ingin bermain instagram.


Angga buka ponselnya, lalu ia melirik akun sosmednya yang jarang sekali terpakai, namun dapat mengumpulkan ribuan followers begitu saja.


Tangannya menekan layar bagian foto, lalu ia memilih-milih pose sang istri, yang begitu banyak di ponselnya. Sudah dua puluh tujuh tahun hidup, Angga belum pernah sama sekali memposting foto perempuan di sosmednya. Hingga ia memilih untuk mengirimkan foto selfie Aleaa di ponselnya untuk feeds instagram.


@anggakusumo



❤️ 💬


13.000 like


anggakusumo Thinking of you keeps me awake. Dreaming of you keeps me asleep. Being with you keeps me alive.


View all comment...


Shirenlister Bwahahaha pak bos buciin.


Giska_ptrr kerjaan saya numpuk pak:)


Cintyatt Longlast.


Lindakusumo haduuhh Angga, mama kirain kamu kemana, ternyata di sini toh.


Anindry Cantik pak 😅


Kenzo.kusumo bang, kenzo bosen di asrama. Mau cepet-cepet nikah kaya abang.


Aleaakusumo hapus ih abang, alay bangeett


Aku_ayu Istrinya ngamuk tuh pak:"


Frank.drick haha, Bu Aleaa bilang aja seneng


Nonaktifkan komentar....


Angga menarik satu sudut bibirnya ke atas, ia tersenyum geli melihat reaksi istrinya yang jual mahal. Angga tahu, pasti Aleaa di sana sedang terpekik saking senangnya. Hanya saja, istrinya itu terlalu jaim jika memamerkan kemesraan mereka di muka umum.


Angga beralih mengerjakan dokumen-dokumen penting, ia mulai menghabiskan waktunya seharian di perusahaan. Hingga siang mulai menjelang sore, lalu sore berlalu malam. Langit mulai gelap, namun Angga masih setia di depan layar monitornya.


Angga mengusap wajahnya kasar, ia menghela nafas lelah, pukul sudah menunjukkan jam satu malam, Angga bergegas bangun dari kursi kebesarannya. Ia meraih tas kerja, serta ponsel yang tadinya tergeletak di dalam laci. Angga memutuskan untuk memakai supir saja, karena waktu sudah sangat larut.


Sampai di rumah - 02:00.


Angga bergegas menuju lantai dua rumahnya, ia langsung masuk begitu saja ke dalam kamar. Angga melepaskan kaus kaki, jas, kemeja, serta dasi secara asal. Membiarkan Aleaa yang akan merapihkannya besok.


Namun karena tak tega, mengingat Aleaa yang sedang hamil, Angga kembali memungut benda-benda yang tadi ia lempar, lalu ia segera masukkan ke dalam keranjang kotor di dalam kamar mandi.


Sekitaran 30 menit, waktu yang Angga habiskan untuk membersihkan diri. Ia sudah rapih memakai piyama, dengan rambut yang masih basah dan tampak acak-acakan, semakin menambah kesan tampan dalam wajahnya.


“Leaa, benerin posisi dulu.” Angga menaiki ranjang, melihat Aleaa yang tertidur setengah tengkurap ke samping, langsung membuat Angga bergegas merapihkan.


“Eunghhh.” lenguh Aleaa merasa tidurnya terganggu, Angga langsung menarik Aleaa kedalam pelukannya.


Ia gantikan posisi bantal yang menyanggah kepala Aleaa dengan lengannya. Angga mengusap punggung Aleaa naik turun, lalu ia kecup kening Aleaa dalam.


“Abang kenapa baru pulang..” lirih Aleaa serak, efek dari bangun tidur yang membuat suaranya terdengar kecil dan lesu.


“Lembur Leaa, besok abang akan menemanimu sepuasnya.” balas Angga lembut, sangat jauh berbeda ketika ia sedang berbicara dengan orang lain.


“Abang serius??” Aleaa langsung mendongakkan wajahnya semangat, walau matanya redup karena mengantuk, namun binar keceriaan itu terlihat jelas.


“Sejak kapan abang berbohong.” jawab Angga santai, yang langsung di hadiai cubitan pada perutnya.


“Aww, sakit Leaa!” ringis Angga ngilu, ia langsung menangkup pergelangan tangan Aleaa yang sedang berada di atas perutnya.


“Abang sering berbohong yeuu!” Aleaa mendelik gregetan, merasa gemas akan sikap Angga yang seolah tidak pernah berbohong padanya. Padahal sudah banyak kesalahan yang ia lakukan, baik di sengaja maupun tidak di sengaja.


“Astaga Leaa, sudah malam. Lebih baik tidur lagi, daripada ngomongin abang terus.” gerutu Angga malas, membuat Aleaa terkikik geli, merasa puas.


“Abang posting foto Leaa di Instagram ya bang?” tanya Aleaa yang sebenarnya tidak perlu lagi di tanyakan.


“Kenapa memangnya? Apa Leaa tidak suka?” kedua alis Angga terangkat.


“Ishh tidak abaang. Aleaa senang sekali hihihi. Abang ini seperti remaja labil saja.” ejek Aleaa menggoda Angga yang kini menatapnya tajam.


“Jangan seolah abang ini sudah tua ya, Sayang.” ujar Angga membawa bibir Aleaa kedalam ******* nya. Angga meremas dada Aleaa dari luar baju istrinya.


“Ish abang jangan mulai.” Aleaa terkikik merasa kegelian saat Angga memberikan kecupan-kecupan di lehernya.


Angga menghentikan aksinya karena sadar bahwa ia tidak ingin membuat istrinya terjaga tengah malam seperti ini. Angga kembali membawa Aleaa untuk memeluknya.


“Abang sudah pikirin nama untuk bayi kita belum sih. ” tanya Aleaa penasaran, memeluk perut Angga semakin kuat.


“Sudah sayang. ” jawab Angga sambil mengangguk sekilas, sebelum saat ia sudah membenamkan wajahnya pada pucuk kepala sang istri.


Angga sangat menyukai harum strawberry dari rambut Aleaa, ia sesekali mengecup rambut Aleaa gemas. Aleaa mendongak, namun hanya bisa menatap langit-langit kamar saja, karena wajah Angga yang sedang menyender di atas kepalanya.


“Namanya siapa abang? Abang tidak salah memilihkan nama kaan.” mata Aleaa memincing, ia hanya berniat menggoda suaminya saja, sebenarnya. Namun Angga sepertinya tampak tersinggung, hingga melepaskan pelukan mereka.


“Kau terlalu meremehkan abang, Leaa.” ucap Angga menahan kekesalannya, walau begitu, ia masih mempertahankan nadanya agar tidak berbicara keras.


“Leaa hanya bercandaa abang saayang... ” rengek Aleaa manja, sambil memajukkan bibirnya beberapa senti, berusaha membujuk Angga.


Aleaa meringis pelan, karena Angga yang memeluknya kembali, namun sambil mencubit bibirnya dengan jari telunjuk serta ibu jari pria itu. “Kamu semakin pintar merayu, Leaa.” ujar Angga sinis dengan senyum smirk di bibirnya. Aleaa tersenyum lebar, menunjukkan gigi-gigi putihnya yang rapih.


“Kan merayu untuk suami, Abang. Tidak apa-apa doong.” jawab Aleaa puas, “Leaa mau berbalik arah, Leaa pegaal.” Aleaa membalikkan tubuhnya, hingga Angga memeluknya dari belakang.


“Abang mengantuk Leaa, mau tidur. ” ucap Angga mulai terlelap ke dalam mimpi, namun Aleaa segera menahannya.


“Iishh, abang jangan tidur dulu! Jawab dulu, siapa nama bayi kita nantii.” rengek Aleaa penasaran, Angga berdecak kesal, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Aleaa.


“Kan masih ada hari esok, Leaa.” jawab Angga menyentil sekilas punggung tangan Aleaa.


“Tapi Leaa maunya sekarang abaangg.” Aleaa mengerucut kesal, Angga menghembuskan nafas pasrah.


“Namanya, Zafran Herjunot Kusumo. Zafran itu beruntung, sedangkan Herjunot itu ekspresif dan mudah berbicara. Kalau Kusumo, Leaa tahu sendiri kan?” Angga menggantungkan ucapannya, Aleaa mengangguk antusias.


“Bagus banget abang!!” ujar Aleaa tersenyum lebar, ia langsung menatap wajah Angga dari belakang, “Abang pintar sekali sih.” pekik Aleaa merasa bangga.


Bukannya senang, Angga justru menggerutu pelan, “Memangnya sebelum ini abang tidak pintar, begitu? ” tanya Angga sedikit kesal, Aleaa mengangguk meng iyakan, tanpa berniat merayu suaminya lagi.


“Sstt, sudah tidur. Sudah malam Leaa.” ujar Angga pelan, sambil mengarahkan kepala Aleaa seperti semula, tidak menghadapnya lagi.


“Abang jangan mimpi aneh-aneh loh ya, Leaa tidak suka.” gerutu Aleaa kesal, merasa sebal sendiri jika mengingat mimpinya tadi siang.


“Leaa melihat banyak perempuan yang menggoda abang, Leaa tidak suka tahu.” rungut Aleaa gregetan. Merasa gemas sendiri akan cerita mimpinya.


“Itu hanya mimpi Leaa, makanya kalau sebelum tidur itu baca doa, bukannya menghitung tas melulu.” jawab Angga acuh, karena sudah di ambang kantuk.


“Isshh abang, awas saja, pokoknya abang harus memimpikan Leaa saja!” kekeuh Aleaa lagi, Angga mengangguk pasrah, ia biarkan saja istrinya menggerutu sepanjang malam, toh selama hamil memang sebelum tidur Aleaa biasa begitu.


Pada akhirnya, keduanya pun terlelap tidur, Aleaa yang lebih dulu pulas dalam tidurnya, di ikuti oleh Angga yang juga terlelap, namun masih tetap mengusap perut istrinya penuh kelembutan.


...Author point of view off....