MY ARROGANT HUSBAND

MY ARROGANT HUSBAND
43 : skandal panas abang!



...Author point of view....


Pak Kusumo berjalan gusar ke arahnya, tangannya ia kepalkan berusaha tidak lepas kendali, apalagi menyadari bahwa menantunya berada di sini.


“Aleaa, lebih baik kamu ke atas dulu. Ada hal keluarga yang perlu di bicarakan.” ujar Pak Kusumo melembutkan nada bicaranya.


Aleaa merasa tersinggung seketika, “Tapi kan Leaa juga sudah menjadi menantu di sini, Pa.” ucap Aleaa menahan wajahnya yang memerah, menahan tangis. Aleaa masih sangat sensitif di masa kehamilannya.


Pak Kusumo menepuk keningnya seolah lupa, dengan begitu lucu. “Maksudnya Papa, Papa masih ada urusan dulu dengan suami kamu. Layla, cepat bawa Aleaa ke atas.” ujar Pak Kusumo cepat, Aleaa di bawa pergi oleh Layla tanpa bisa di tahan.


Alis Angga tertaut, matanya menajam tak suka. Tatapan ayah dan anak pun kini beradu. “Ada apa Pa?” sergah Angga cepat. Ia menatap kepergian Aleaa dengan bingung.


Belum genap dua menit Angga bertanya, bogem mentah langsung jatuh tepat di rahangnya yang kokoh. Ibu Kusumo bangun dari duduknya, ia berlari berusaha menahan tangan ringan suaminya. Nenek Kusumo berjalan menghampiri cucunya, namun segera ditahan oleh Pak Kusumo.


“Berhenti!” sergah pak Kusumo penuh amarah, ia melayangkan tangannya pada udara, memberikan instruksi pada asistennya untuk mendekat.


Mengetahui apa yang harus ia lakukan, asisten Pak Kusumo langsung saja memberikan koran pada Tuannya tersebut. Tubuh Angga tersungkur jatuh karena pukulan dari papanya yang secara tiba-tiba. Ia tidak membuka suara ataupun melawan dan memberontak.


“LIHAT ANGGA! LIHAT BAIK-BAIK!” seru Pak Kusumo kasar dan keras, sambil melemparkan koran itu tepat pada tubuh Angga.


Angga langsung saja memeriksa isi dari koran tersebut, matanya membelak terkejut melihat judul-judul serta isi berita di setiap lembarannya. Tak hanya satu koran yang papahnya lemparkan, namun beberapa koran Angga terima.


Matanya membulat, tangannya mencengkram sisi koran dengan kasar, wajahnya mengeras karena amarah. Apalagi melihat judul-judul yang menurutnya sangat ngawur dalam isi berita.


HOT! PEBISNIS MUDA ANGGA KUSUMO, TERTANGKAP BASAH MENDORONG SEORANG WANITA PADA PESTA MALAM.


Tidak hanya itu saja, banyak judul clickbait, yang sangat tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Angga menggeram marah, ia langsung bangkit dari duduknya, namun saat ia berdiri, matanya menangkap judul paling bejat, yang membuat Angga kesal setengah mati.


CERAI KAH? BARU SEBULAN MENIKAH. ANGGA KUSUMO SUDAH SELINGKUH!


Angga melempar koran itu kasar, ia menyentak maju tubuhnya, “Itu tidak seperti apa yang kalian lihat! Semuanya salah paham!!” seru Angga meninggikan ucapannya.


Pak Kusumo membuang nafasnya kasar, “Salah paham?! Dimana bukti salah pahamnya Angga?! Papa akan bantu kamu menyelesaikan ini semua. Bahkan Papa bisa saja menghapus berita-berita sampah itu sekarang juga. Tapi Papa hanya ingin masalah ini di tuntaskan karena memang ini tidak sesuai dengan apa yang Papa lihat..” ucap Pak Kusumo menekan setiap kalimatnya.


“Aleaa istri Angga Pa. Dia berhak tahu. Hanya Aleaa yang akan percaya sama Angga nantinya.” balas Angga merasa tak terima.


“Percaya bagaimana? Kamu akan jelaskan ke dia, kalau kamu memang pergi ke pesta pada malam itu?” tanya Pak Kusumo congak, membuat Angga terdiam seketika.


Yang dikatakan Papanya memanglah benar, Aleaa tidak akan mudah mempercayainya, bahkan terlebih lagi, mungkin Aleaa justru akan membencinya.


“Untuk sementara waktu kamu harus mengunci Aleaa di dalam kamar dulu Angga. Jangan biarkan ia bermain ponsel ataupun media yang lainnya. Hanya untuk dua hari ini saja, dua hari ini akan Papa pergunakan untuk mengurus semuanya. Dan lebih baik, sekarang kamu menemui Cindy.” ujar Pak Kusumo mulai melunak.


Angga menghela nafas berat, namun akhirnya ia mengangguk. Bu Kusumo melirik penuh cemas ke arah Angga, dadanya tiba-tiba saja terasa sakit. Entah apa dosa anaknya selama ini, hingga bisa membuat rumah tangannya di terpa masalah seperti ini.


“Aleaa biar Nenek yang tangani, tapi Nenek ingin kejujuran dari kamu dulu Angga. Apakah kamu memang datang bersamanya pada saat pesat itu?” tanya Nenek Kusumo lembut, Angga menghela nafas dibuatnya.


Ini bukan salah media sepenuhnya, ini salahnya juga, karena pergi bersama Cindy di pesta saat itu. Apalagi dirinya adalah seorang yang sedang di sorot. “Iya bener, tapi Angga bersumpah. Angga benar-benar menyesal. Saat itu Cindy berusaha meniduri Angga.” ujar Angga jujur, lewat apa yang ia tangkap pada malam itu.


Angga menyadari gerak gerik Cindy yang mulai tak biasa, namun ia tidak ingin menerka-nerka dengan perempuan yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.


Tapi ternyata kepercayaan itu buyar ketika tanpa sengaja Angga melihat Cindy memasukkan serbuk ke dalam minumannya. Angga tidak ingin menolak atau menggagalkan, ia hanya ingin tahu niat terselubung dari Cindy.


Dan sesuai ekspetasinya, bahwa tubuhnya terasa panas karena obat perangsang yang pernah ia gunakkan dulu, di masa mudanya. Terlalu biasa meminum alkohol, membuat Angga tak terlalu terkecoh akan hal itu.


Hingga akhirnya ia mendorong Cindy, sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya. Soal ia mengumpat Cindy *****' itu, kesadarannya memang masih full. Dan Angga menyadari hal itu sepenuhnya. Tak peduli Cindy akan membencinya setelah itu, yang Angga pikirkan hanyalah bagaimana ia bisa terus bersama dengan Aleaa.


“Nenek tidak ingin membenarkan perilaku kamu juga Angga, dengan berpergian bersama wanita lain, dan datang ke pesta.” ujar Nenek Kusumo datar, mereka pun akhirnya berlalu pergi meninggalkan ruang tamu.


Angga mengepalkan kedua tangannya, ia berjalan menuju halaman belakang, tempat paviliun berada. Semuanya langsung saja mengikuti langkah Angga, terutama kepala bagian ART yang bekerja.


“Sekali lagi kau berulah, aku tak akan melepaskanmu Cindy. ” geram Angga dalam batinnya mengancam.


...Author point of view off....