
Dr. Wren menceritakan hasil perbincangannya dengan Lassy.
Seperti yang dijanjikan Lassy kemarin, Lassy memang tidak punya kelainan apa
pun. Di sini, Bryan merasa bersalah karena sudah tak percaya pada kekasihnya.
Dia juga berniat minta maaf saat mereka bertemu lagi nanti.
Masih menurut cerita Dr. Wren, Lassy melakukan semua itu
karena merasa diabaikan oleh Bryan. Makin hari perhatian yang diberikan Bryan
padanya harus makin besar. Saat jauh dari Bryan, rindunya tidak tertahankan. Sedangkan
Bryan sendiri tidak bisa ditelepon sesering awal hubungan mereka dulu. Lassy
juga merasa sakit hati, cemburu istilahnya, tiap kali Bryan menyebutkan nama
orang asing di depannya. Lassy tidak tahu kenapa dia menjadi seperti itu sejak
menjadi kekasih Bryan, yang jelas dia terlalu posesif.
“Dia menyukaimu sejak lama. Sangat beralasan kalau dia jadi
posesif setelah mendapatkanmu!” Tidak seorang pun yang menginterupsi cerita Dr.
Wren. Pekerjaan pun terlupakan demi mendengar cerita cinta Lassy terhadap Bryan.
“Dia jatuh cinta padamu sejak pertama kali bertemu. Kau ingat pertemuan pertama
kalian?”
“Di rumah sakit?”
Dr. Wren mengernyitkan dahi. “Jadi kau benar-benar lupa.
Lassy sudah mengingatkanku bahwa kau tak akan ingat pertemuan pertama kalian.”
Dia tersenyum menenangkan, seperti psikolog-psikolog lain yang menghadapi
pasien dengan ramah. “Jauh sebelum itu, kalian pernah bertemu. Ingat soal CPR
yang kau lakukan padanya beberapa tahun lalu?”
Bryan garuk-garuk kepala. Teman-temannya yang pernah jadi partner Bryan ikut berpikir. Kapan Bryan
pernah melakukan CPR pada Lassy? Siapa tahu mereka jadi partner Bryan ketika kejadian itu berlangsung. Sayangnya tidak ada yang ingat. Bryan sendiri hanya mengingat ciuman yang dia curi dari Lassy
ketika kekasihnya itu tertidur di ranjang rumah sakit. Itu pertama kalinya
Bryan merasakan berciuman dengan Lassy. Sebelum itu agaknya tidak pernah.
“Dia bercerita bahwa pernah mengalami kecelakaan kapal
bersama koleganya. Kapal yang ditumpanginya bocor dan tenggelam. Tidak ada korban
jiwa karena banyak orang membantu polisi untuk menyelamatkan korban. Kau
menyelamatkan beberapa, salah satunya Lassy.”
“Dia tenggelam?” Bryan sudah menggali ingatannya soal
kejadian yang diceritakan Dr. Wren, tapi sama sekali tak menemukan gambaran kejadian
itu. “Setahuku Lassy bisa berenang.”
Dan memang Lassy bisa berenang.
“Sekarang dia memang bisa berenang, tapi dulu dia belum
bisa!”
Bryan salah satu detektif yang punya ingatan kuat. Semua
kasus yang pernah ditanganinya bisa dia ingat dengan sangat detail, tapi tidak
dengan kasus kapal bocor. Lagipula kapal bocor tidak termasuk dalam kasus
kejahatan yang pernah ditanganinya.
“Aku tidak pernah menangani kasus kapal bocor.”
Tapi seorang petugas berpakaian polisi menginterupsi
pembicaraan dua orang dengan belasan pendengar itu. Petugas itu hanya polisi
biasa, tapi berani melangkah ke depan Bryan dan Dr. Wren, juga seluruh polisi
berpangkat di kantor ini.
“Detektif Bryan, saya sedang berpatroli di tepian danau
pemancingan. Saya ingat betul Anda ada di sana kala itu. Membantu evakusi
korban kapal bocor dan menyelamatkan beberapa orang.”
Dia menceritakan detail kejadian. Bryan tengah tidak sengaja
lewat. Tidak sedang tugas atau mungkin sedang istirahat siang, yang jelas dia
ada di sana waktu itu. Menolong beberapa orang. Lassy adalah yang terakhir
ditolong Bryan. Karena terlalu lama jatuh ke air, Lassy pingsan dan Bryan
memberinya CPR. Dia terus bersama Lassy yang terlihat trauma sampai ambulan
datang, setelah itu dia pergi.
“Nona Liem pernah menemui saya dan menanyakan tentang orang
yang menolongnya. Karena waktu itu banyak sekali yang menolong Nona Liem, saya
tidak tahu kalau Anda yang dimaksudnya.”
“Ya, dia benar!” Dr. Wren berterima kasih sebelum polisi itu
menyingkir. “Lassy mencarimu beberapa tahun belakangan ini. Dia bilang sangat
senang ketika akhirnya kau muncul sebagai detektif yang menangani kasusnya.
Mulai dari situ dia melakukan segala cara agar kau bisa dimilikinya. Dia
melakukan segala cara agar kau hanya melihat ke arahnya.”
“Maksudmu, dia sangat mencintaiku?”
Agak tidak percaya mendengar kenyataan bahwa Lassy sudah
mencintainya dari dulu. Bangga tapi miris. Senang tapi juga kasihan. Kalau tahu
kejadiannya seperti itu, dia akan membalas perlakuan Lassy lebih dari apa yang
sudah dilakukannya.
“Mencintaiku dari dulu?”
“Begitu yang kudengar dari Lassy sendiri.”
Cerita Dr. Wren membuat banyak orang iri pada Bryan. Hanya
karena pertolongan kecil plus CPR,
Bryan dicintai Lassy dari bertahun-tahun yang lalu.
“Lassy terobsesi padamu. Aku sudah memberinya pengertian
dan dia mengerti. Dia berjanji tidak akan melakukan pengrusakan lagi pada siapa
pun, termasuk dirinya sendiri. Dia juga bilang akan menekan keposesifannya
padamu. Karena detektif sepertimu tidak begitu peka terhadap hal yang berkaitan
dengan perasaan, dia tidak akan bermain teka teki lagi. Dia akan terbuka,
mengatakan apa yang dia suka dan tidak dia suka secara langsung padamu.”
Didengarnya enak. Lassy telah mengerti dan berjanji untuk
menumpahkan perasaannya hanya pada Bryan. Tidak boleh lagi melibatkan orang
lain, apalagi sampai melakukan tindak kriminal. Tapi bagian Dr. Wren mengatakan
bahwa detektif tidak begitu peka terhadap hal yang berkaitan dengan perasaan
tadi, agak mengganggu. Menurut detektif paling senior di kantor ini, Chang, semua
detektif penuh perasaan. Tidak perlu percaya perkataan Dr. Wren tadi. Detektif
yang tidak pekaan itu hanya mitos.
merancangnya!” Kali ini Dr. Wren membuat semua orang mengangguk percaya.
***
Bams ditangkap, tapi tidak ada Lassy di tempat penangkapan
itu. Polisi yang menangkap Bams menginterogasinya begitu keras. Sedikit
melakukan kekerasan fisik malahan, tapi Bams tidak mengatakan apa pun soal
Lassy. Bahkan dia bersumpah tidak tahu apa-apa soal penculikan. Dia memang
melakukan kecurangan di perusahaan, tapi tidak melakukan penculikan terhadap
mantan Bos-nya itu.
Sedangkan pemilik asli mobil yang digunakan untuk menculik
Lassy itu mengatakan kalau mobilnya sudah dijual pada orang lain empat tahun
lalu. Pemilik berikutnya mengaku belum merubah nama kepemilikan mobil sampai
seminggu lalu mobilnya rusak dan dibawa ke bengkel. Sampai sekarang dia belum
mengambil mobil itu karena ada bagian yang harus diganti. Dan karena pihak
bengkel mengatakan butuh waktu dua minggu untuk membenahi mobil itu sampai
beres, pemiliknya belum mengambilnya sebelum tanggal yang ditentukan.
Ketika polisi mengunjungi bengkel, mobil itu ada di
tempatnya. Mobilnya sudah bisa dipakai, tapi butuh beberapa perbaikan kecil.
Pemilik bengkel tidak tahu menahu kalau mobil itu pernah digunakan untuk
penculikan. Tapi bengkel punya CCTV, dari sana diketahui kalau salah satu
karyawan telah memakai mobil itu tanpa sepengatahuan pemilik bengkel.
“Aku memang yang memperbaiki mobil itu dan membawanya
keluar, tapi bukan aku yang melakukan penculikan. Kemarin aku sangat butuh
uang, jadi aku menyewakan mobil itu sehari semalam, tapi orangnya sudah
mengembalikannya tadi pagi. Aku tidak tahu kalau mobil itu digunakan untuk
menculik orang,” terang si karyawan sambil gemetaran di depan detektif yang
menginterogasinya. “Orangnya hanya bilang butuh mobil untuk mengangkut barang.
Dia mau pindahan katanya.”
Foto yang ditunjukkan polisi diakui si karyawan sebagai
penyewa mobil, tapi dia tidak tahu nama juga tempat tinggal pelaku. Dia hanya
tahu bahwa pelaku menyebutkan suatu daerah tanpa sengaja. Dia mengira bahwa di
sanalah orang-orang itu tinggal dan berniat pindahan ke pusat kota Delta.
Para detektif mengecek daerah itu. Bukan daerah terpencil,
tapi perumahan elite. Menurut data kependudukan, tidak ada satu pun orang mirip
pelaku penculikan tinggal di daerah itu. Sedangkan petugas kependudukan tidak
bisa mengidentifikasi wajah pelaku dengan tepat. Ada lebih dari seratus orang
dengan wajah mirip pelaku tersebar di negara ini. Sementara keluarga, teman,
dan sebagian kolega dinyatakan tidak ada hubungannya dengan penculikan Lassy.
Mereka tidak diberitahu bahwa Lassy menghilang atau lebih tepatnya diculik.
Biar penculikan ini ditangani kepolisian saja.
“Orang ini terlihat familiar!” ujar seorang polisi berbadan
gempal. “Aku beberapa kali menghadiri pelatihan kesatuan security dan bodyguard, orang-orang
berperawakan seperti itu setipe dengan bodyguard. Kebetulan aku pernah melihat wajah yang seperti
itu.”
“Kau pernah melihatnya?” Kapten Bay penasaran. “Dia ikut
perusahaan mana?”
“S&B, penyalur security dan bodyguard terbesar kedua yang base camp-nya
berada di pinggiran kota Beta. Aku ingat karena dia adalah satu dari beberapa
orang berbakat dan loyal. Kemungkinan sekarang jasanya sudah dipakai orang.”
“Kita harus cari tahu siapa orang atau perusahaan yang
memakai jasanya. Tax, datangi S&B. Cari tahu data diri orang itu dan cari
tahu juga di mana dia ditempatkan!”
“Siap, Kapten!”
“Kau, kau dan kau!” tunjuk Kapten pada sembarang anak
buahnya. Salah satunya Luo yang sudah kembali pulih dari kelaparan hebat yang
melandanya tadi pagi. “Ikuti alur pelarian penculik itu. Periksa CCTV setiap
jalan, cari kemungkinan persembunyian penculik itu di dekat jalur pencarian
kalian!”
“Siap, Kapten!” koor mereka semua.
.
.
.
Penculik Lassy sudah diketahui nama dan tempat tinggalnya.
Orang itu dipekerjakan sebagai bodyguard oleh pengusaha minuman kemasan yang baru-baru
ini meluncurkan produk. Yoghurt rasa-rasa. Tender pembuatan iklannya
dimenangkan oleh perusahaan Lassy, sama seperti produk-produk sebelumnya. Dan
pembuatan iklan yoghurt-nya sedang berjalan. Hubungan keduanya pun bagus sampai
detik ini, tidak ada motif yang tepat untuk pemilik perusahaan itu menculik
Lassy.
Para detektif mendatangi rumah pengusaha itu. Letaknya tepat
di perumahan elit yang tidak sengaja disebutkan pelaku penculikan. Mereka
datang untuk meminta keterangan soal bodyguard-nya. Kalaupun ada keterkaitan penculikan yang
dilakukan bodyguard itu dengan Bos mereka, pengusaha itu akan diamankan.
Setelah sampai di sana, mereka tidak mendapati pemilik rumah
dan bodyguard yang dimaksud. Kata salah satu pembantu, majikannya sedang dalam perjalanan bisnis.
Sedangkan bodyguard itu tidak bersama majikannya ketika berangkat.
Telepon si majikan dimatikan. Pembantu itu tidak bisa
memberi keterangan lebih banyak lagi. Sedangkan anggota keluarga lain tidak ada
di rumah. Terpaksa para detektif mencari jalan lain.
“Nomor penculik itu tidak diaktifkan, rumahnya pun kosong
saat ini. Kita akan mulai mencari ke rumah saudara-saudaranya?"
“Tahan sebentar!” kata seorang petugas. “Aku menemukan
identitas pengendara mobil itu. Nama, alamat, serta nomor telepon. Aku akan
meneleponnya.” Dia menoleh ke belakang, temannya sedang mengutak atik komputer
di sana. “Jay, aku akan menelepon. Lacak nomornya!”