
''baiklah terserah kamu saja''kata Rachel kemudian menjalankan mobil nya kembali karena sudah lampu hijau.''oh iya kenapa kau setuju untuk menjadi model?''tanya Rachel.''lagian tadi mami hanya bercanda dan lagi bukan nya kamu benci ya jika di foto?''lanjut Rachel bertanya lagi. ''iya tapi aku. ingin mencoba nya''jawab rafael anusiatus.
''baiklah baiklah terserah diri mu saja,asal itu tidak mengganggu belajar mu mami sih setuju setuju saja''balas rachel sambil tersenyum manis setuju dan mengelus rambut hitam rafael.
...•••••...
''ah benar,hampir saja lupa,bagaimana bisa aku melupakan hal ini''batin Rachel. ''iya''jawab Rachel. ''sebenar nya kita tidak menduga hal ini akan terjadi tapi terima kasih atas perhatian nya, kita bisa melalui ini'' lanjut Rachel berkata sambil tersenyum manis.
''baiklah kalau begitu saya permisi dulu'' kata Rachel berpamitan pada bu guru Rafael. ''iya hati hati di jalan''jawab ibu guru Rafael. Rachel dan Rafael pun berjalan menuju mobil nya dan meninggal kan sekolah itu.
''lain kali jika kau izin lagi mengapa tidak sekalian kau katakan bahwa ayah mu meninggal?''tanya Rachel sambil menyetir. ''mengapa aku harus mengatakan jika ayah ku meninggal? apa ayah ku belum meninggal''kata Rafael.
''ohh yeahh...''balas Rachel dengan malas. ''dulu saat Rafael kecil untuk menghindari masalah aku terpaksa berbohong pada Rafael kalau ayah nya sudah meninggal, jika di pikir-pikir seperti nya itu salah''batin Rachel berfikir.
''mami, kenapa mami melamun seperti itu? mami sedang menyetir mobil harus nya lebih fokus ke depan jangan melamun''kata Rafael mengingat kan.
''ahh iya iya'' jawab Rachel. ''mami lagi ngelamunin apa?''tanya Rafael pada mami nya. ''tidak ada''jawab Rachel sambil mengelus surai hitam anak nya.
''oh iya mami,ngomong ngomong tadi ada sebuah agensi model datang ke TK siang ini untuk mencari model anak kecil, kan ada yang bilang kalau aku cukup bagus''kata Rafael.
''apa?ohh putra ku yang sangat pintar dan tampan apakah ingin berbagi masalah keuangan dengan mami?''tanya Rachel. ''he'em lagi aku juga ingin menjadi model''balas Rafael berbinar.
''aiyoo memang nya kau sudah mendaftar?''tanya Rachel. Rafael pun mengangguk senang dan berkata ''ya,aku sudah setuju dengan mereka tadi''kata Rafael.
''apa?''kaget Rachel dan tak sengaja berhenti mendadak di tengah jalan,Untung saja bertepatan dengan lampu merah jika tidak mungkin pengendara lain nya akan marah-marah karena Rachel memberhentikan mobil nya secara mendadak.
''lah kok bisa Rafael yang salah, padahal kan mami yang nyetir''ucap Rafael tak setuju jika dia yg salah.
''baiklah terserah kamu saja''kata Rachel kemudian menjalankan mobil nya kembali karena sudah lampu hijau.
''oh iya kenapa kau setuju untuk menjadi model?''tanya Rachel.''lagian tadi mami hanya bercanda dan lagi bukan nya kamu benci ya jika di foto?''lanjut Rachel bertanya lagi.
''aku hanya ingin mencoba saja,apa salah nya?''jawab Rafael. ''tidak ada yang salah''balas Rachel sambil tersenyum menatap anak nya itu.
''jika aku beneran terpilih, gaji tahunan nya lebih dari lima juta''kata rafael senang. ''lalu kita akhir nya bisa membeli rumah, jadi kita tidak perlu lagi berpindah-pindah''lanjut Rafael.
''tidak!mami tidak bisa berjanji jika hal itu''ucap Rachel menatap ke arah anak nya khawatir.''ahh tapii...''kata Rafael memelas. ''baiklah nanti mami akan memikirkan nya lagi''jawab Rachel yang luluh akan sikap dari anak nya itu.
''oke,kalau begitu aku akan pergi untuk audisi besok''kata Rafael semangat. ''baiklah baiklah calon model mami yang tampann''ucap Rachel kemudian tertawa bahagia begitu pula dengan Rafael.
''Sudah lah nanti ku pikir kan tentang rumah''batin Rachel. ''oh ya benar,aku hampir lupa jika pemilik tanah bilang kalau rumah nya sudah terjual, kita harus segera pindah.. kalau putra ku loloss...''lanjut Rachel membatin.
''kalau putra ku lolos kita akan bisa membeli rumah dan kehidupan kami akan menjadi lebih baik lagi nanti nya''lanjut Rachel yang masih membatin.
''huhu putra mami masih sangat muda tapi sudah menghasil kan uang untuk membantu mami, mami sangat menyayangi mu''kata Rachel lebay. ''iss mami hentikan tingkah konyol mu itu''kata Rafael jengah.
^^^Tbc.^^^