
‘’ahhh’’teriak rachel karena di tarik tiba tiba oleh eiden,rachel yg belum siap apa apa kehilangan keseimbangan nya dan terjatuh di pelukan eiden.
‘’eiden sedikit sadar lahh,bukan kah kita akan berangkat pukul 9 nanti,jika kamu terus begini nanti kalau rafael melihat bagaimana’’kata rachel berusaha menyadar kan eiden.
...•••••...
Eiden memilih mengabai kan rachel dan mendekat kan wajah nya ke wajah rachel ‘’kau gila’’teriak rachel di depan wajah eiden. ‘’apa sih yg kau ingin kan sebenar nya’’ucap rachel lagi. ‘’kumohon sadar lah dan segera lepas kan aku''kata rachel memohon dann..
Cup..
Eiden mencium bibir tipis rachel,karena eiden tidak ingin melepas kan ciuman itu karena kesempatan tidak datang dua kali jadi eiden ******* bibir rachel dan menahan tengguk rachel untuk memperdalam ******* nya.
‘’Ummm mhhmm’’suara memberontak dari mulut racehel,tangan rachel pun juga tidak tinggal dian,tangan nya memukul pukul pundak eiden berusaha melepas kan ******* itu.
‘’ciuman ini..mengapa selalu terasa begitu akrab dan memabuk kan’’batin eiden yg tidak ingin melepas kan nya dan terus ******* nya. ‘’mencium nya..menyentuh nya..rasa nya aku tidak ingin kehilangan dia,aku hanya ingin dia menjadi milik ku seorang’’batin eiden.
‘’bersama nya setiap hari,melihat nya setiap aku ingin..dan melakukan apa pun yg ingin aku lakukan bersama nya..apakah aku benar benar mencintai nya…?’’lanjut eiden berbatin. ‘’rachel jadi lah wanita ku!!’’kata eiden dengan tiba tiba.
‘’jangan mimpi’’jawab rachel dengan kesal. ‘’jangan bercanda seperti itu dan lebih baik kau menjauh lah dari ku’’kata rachel yg berusaha menjauh kan diri nya dari tubuh eiden.
‘’alasan?’’tanya eiden dengan singkat. ‘’hah?alasan?’’ucap rachel bingung sendiri dan sempat berfikir sebentar.’’heh,eiden dengan identitas mu,banyak wanita jatuh cinta pada mu,kenapa kau terus mengganggu ku’’ucap rachel.
‘’tentu saja karena kau sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain,di dunia ini aku hanya menyukai mu’’jawab eiden.
Deg
Seketika jantung rachel berdetak kencang,wajah nya memucat,kepala nya juga terasa pusing,bahkan kini kaki nya sudah tidak cukup kuat untuk menompang tubuh nya membuat rachel merosot jatuh ke lantai,untung saja dengan sigap eiden memegang tubuh rachel jadi rachel tidak jatuh ke lantai.
‘’hey ada apa dengan diri mu?’’tanya eiden khawatir.rachel memegang kepala nya yg berdenyut kencang itu dan tak menanggapi ucapan eiden.
eiden makin panik karena tidak ada balasan yg keluar dari mulut rachel,eiden juga melihat wajah pucat rachel,badan nya juga sedikit dingin membuat eiden tambah panik dan langsung menggendong rachel,membawa nya masuk ke dalam kamar nya dan menidur kan nya di ranjang nya.
‘’kau kenapa ada yg sakit?dimana?kepala mu?bukan kah tadi kamu baik baik saja?kenapa sekarang jadi begini?tunggu aku,aku akan memanggil kan mu dokter dan membawa kan air hangat’’kata eiden yang menjadi cerewet namun merawat nya itu dengan raut wajah khawatir nya.
^^^Tbc. ^^^