
''lalu jika bukan dia bagaimana bisa kau mengetahui keberadaan ku?''tanya Rian dengan marah. ''bukan kah kau yang memberitahu ku jika kau sedang berada di sini ya?dan kau juga menyuruh ku datang kemari''jawab cia dengan jujkur.
Rian kaget dan melepas kan cengkraman nya dengan kasar ''apa maksud mu itu hah?aku?aku apa?kapan aku menyuruh mu kemari?aku tidak pernah menyuruh mu kemari tau''kata Rian dengan emosi nya berteriak di depan wajah cia.
...•••••...
''berhenti berteriak di depan wajah ku''teriak cia tak terima wajah nya di teriaki. ''jika kau tidak percaya dengan perkataan ku bagaimana dengan pesan yang kau kirim''kata cia sambil merogoh tas kecil nya.
Rian mencengkram ke dua lengan cia dan menggoyang goyang kan nya dengan cepat ''mana cepat,cepat berikan''kata Rian yang mulai tidak sabar.
''e-eh aduhh hentikan itu membuat ku pusing''teriak cia yang sudah mulai pusing,Rian sadar akan apa yang di lakukan nya itu dan melepas kan cengkraman nya ''ekhem cepat''kata Rian yang sudah kembali cool lagi.
cia kembali merogos tas nya dan mengeluar kan ponsel dari dalam tas nya. ''ini baca saja''kata cia sambil menyerah kan ponsel nya pada rian,Rian mengambil ponsel itu dan mulai membaca pesan teks dari ponsel cia.
isi nya adalahhh...
'hey aku tunangan mu,lama tak berjumpa,saat ini aku sedang berada di xx datang lah dan temui aku,aku menunggumu cepat lah datang' itulah isi pesan nya.
''apa kau bodoh itu bukan aku''kata Rian dengan kesal. ''eh lalu siapa?''tanya cia bingung. ''eiden sialan,sialan kau eidennn''teriak Rian dengan kesal dan berlari masuk ke dalam lift meninggal kan cia yang sedang bingung sendiri.
di sisi lain yaitu di ruangan eiden,di mana eiden sedang sibuk menandatangani berkas berkas
''tuan ada kabar dari restoran hotel ini kalau Rian sudah berhenti bekerja''kata asisten pribadi eiden yang tiba tiba membuka suara.
''oh ya,bagus sekali''ucap eiden dengan senang di sertai seringai nya.asisten pribadi eiden merinding seketika sungguh bos yang kejam.
‘’aduh gini amat punya boss’’batin asisten pribadi eiden tertekan.
Disisi rachel yang kini sedang duduk kebingungan di dalam mobil. ‘’huh sejak dia mengatakan tentang tes DNA aku mulai bingung, bangaimana ini dengan sifat keras kepala nya bagaimana bisa aku melawansifat nya,pasti aku akan kalah,tapi..bagaimana jika hasil nya itu benar,ahhh kepala ku pusing sekali jika memikirkan nya,kalau terus begini aku pasti akan botak’’batin rachel frustasi.
Rachel terus membatin yang tidak tidak sampai suara rafael mengagetkan nya. ‘’mami kau sedang apa?fokus lah ke depan,memang nya mami sedang memikir kan apa sih sampai sampai membuat mami kehilangan fokus‘’tanya rafael yang membuat rachel terkejut. ‘’eh tidak,tidak ada’’jawab rachel yang kembali fokus menyetir.
‘’huh kali ini el percaya sama alasan yang di buat oleh mami,tapi ingat lain kali jangan seperti itu,itu bahaya tau’’kata rafael dengan cemberut.
^^^Tbc.^^^