
''meninggal dunia?''batin eiden ke bingungan.tiba tiba suara high heels terdengar di telinga mereka bertiga.
Tak..tak..tak..
semua pun menoleh ke arah suara dan tampak lah Rachel yang sedang berjalan menghampiri mereka mengenakan baju hitam polos dan sepatu merah terang nya dan tak lupa kaca mata bulat nya dengan rambut yang terurai serta senyum bodoh nya.
...•••••...
''apakah ini sudah cukup bagus''batin Rachel di sertai smrik tipis. ''harus kah kita berangkat sekarang juga?''tanya Rachel pada eiden dengan senyum palsu nya.
eiden menetap Rachel dengan kesal sambil berbatin ''warna baju nya hitam polos?Dann..sepatu merah terang.wahh cukup mencolok mata''batin eiden yang tengah kesal.
''huh,dia ini mau makan malam atau pergi ke pemakaman,jika ke pemakaman nanti yang ada orang orang menatap diri nya aneh karena sepatu merah terang nya''lanjut eiden masih berbatin.
''ahh apakah mami sedang tidak waras sekarang?apakah dia masih mami ku?jika tidak aku pasti akan sangat bahagia''batin Rafael yang tertekan melihat mami nya.
''ayo pergi,aku sudah siap kalian juga sudah siap jadi mau tunggu apa lagi ayo berangkat sekarang''ucap Rachel ke.udian berjalan pergi begitu saja meninggal kan ke tiga orang itu diam mematung.
eiden yang dari tadi selalu memantau pergerakan dari Rachel dan dia taak sengaja melihat Rachel yang sedang menyugar rambut nya ke belakang dan terpesona akan kecantikan dari Rachel meski tertutupi oleh kaca mata bulat nya itu.
mereka semua sudah sampai di luar dan tepat berdiri di depan mobil eiden.ruoa nya eiden membawa tiga mobil dua mobil hitam dan satu mobil putih yang berada di tengah tengah diantara mobil hitam.
bodyguard eiden membuka kan pintu untuk Rachel,Rachel pun masuk di susul oleh eiden,sedang kan Rafael dia di bawa pergi ke mobil yang lain nya dan mereka pun berangkat.
''oh apa kah aku sudah seperti nona bangsawan''batin Rachel yang merasa kurang nyaman akan perlakuan barusan apa lagi di saat diri nya mengingat para bodyguard eiden yang berbaris rapi menyambut kedatangan eiden dan diri nya serta Rafael.
perjalanan mereka memerlukan beberapa waktu untuk sampai,setelah tiba di tempat tujuan lagi lagi para bodyguard berbaris rapi dan membuka kan pintu untuk Rachel.
Rachel hanya bisa tersenyum tipis dan masuk ke dalam restoran tersebut dan langsung duduk di sebuah meja di susul eiden dan Rafael.
''selamat datang tuan nyonya dan tuan muda,semua makanan telah di sajikan selamat menikmati''kata pelayan sambil membungkuk dan pergi dari sana.
mereka bertiga pun mulai makan,di sana hanya ada keheningan yang melanda sampai di saat eiden yang berusaha memecah kan suasana hening itu dengan berdehen ''ekhem''dehem eiden yang di sengaja.
Rachel dan Rafael menoleh pada eiden,eiden yang melihat itu hanya tersenyum tipis sebelum memulai pembicaraan nya. ''oh ya rafael apa kamu suka dengan makan malam nya hari ini?''tanya eiden yang sedang berusaha memecah kan suasana hening dan sedikit canggung itu.
^^^Tbc.^^^