
''aku takut kamu menjadi panik mencari ponsel ini, jadi aku langsung pergi mencari mu untuk mengembalikan ponsel ini''lanjut nya menjelas kan.
semua orang yang sedang menonton menjadi terdiam bagai patung yang sedang berdiri begitu pula dengan manajer jui, berbeda dengan Rafael yang sedang mengumpat ke pada manager Jui.''bodoh..sungguh betapa bodoh nya''kata Rafael sambil menatap datar manager Jui.
...•••••...
''kau... kau.. sungguh berani nya kau memanggil ku bodoh! aku yakin kau pasti punya ibu tetapi kau tidak punya ayah''ucap manager Jui disertai dengan amarah nya.
yang mendengar ucapan manager jui menjadi sangat marah sekaligus kesal pada manajer jui, dengan amarah yang begitu besar Rachel langsung menendang kaki manager Jui dengan keras sehingga membuat manager Jui terjatuh, nah kebetulan saat Rachel menendang manager Jui dia sedang berdiri di pinggir kolam renang membuat manager Jui terjatuh ke dalam kolam renang.
byurrr...
''ahhh... kauu''ucap manager Jui marah. ''berani nya kamu menendang ku''marah manajer Jui.''lihat lah ini yang mami bilang pada mu, kita tidak akan menyerang kalau kita tidak di serang tapi jika seseorang macam-macam dengan atau dengan kamu mami akan melayani nya dengan senang hati''ucap Rachel sambil menunjuk ke arah manager Jui yang tengah berada di kolam renang.
Rafael yang sedari tadi melihat dan mendengarkan perkataan dari mami nya hanya mengangguk-anggukan kepala nya mengerti.
''rafaell... ingat lah kalau seseorang yang marah dulu pasti akan kalah, jadi kamu jangan sering marah-marah sama mami ya hahaha''kata Rachel sambil mengelus pucuk kepala dengan lembut di sertai tawa di akhir ucapan nya.
''umm, aku mengerti. tapi mami kau menendang nya sampai terjatuh ke kolam hari ini pasti dia akan membuat masalah denganmu lain kali, jadi mami harus hati-hati''kata Rafael memperingat kan.
''haha baiklah baiklah mami mengerti, berani menyentuh mami mami akan membalas nya lagi nanti, Rafael tidak perlu khawatir pada mami mami sangat kuat kok''balas Rachel. ''ya ya mami sangat keren!''kata Rafael sambil terkekeh pelan.
''baiklah anak mami yang tampan ini, kita sudah waktu nya untuk pulang,ayo pulang''ajak Rachel kemudian menggenggam jari kecil Rafael. ''oke''balas Rafael singkat sambil membalas genggaman dari sang mami.
mereka berdua pun pulang ke rumah mereka dengan aman damai dan selamat sentosa.
Skip ke esokan hari nya~
kring...kringg...kring..
suara jam alarm berbunyi di sebuah kamar.''ugh berisik''kata seorang wanita sambil mematikan alarm tersebut. wanita itu pun bangun dari tidur nya ada melihat jam rupa nya dia hampir saja telat untuk pergi bekerja,dengan segera dia langsung pergi mandi.
setelah selesai mandi dia langsung memakai baju nya dan langsung ke dapur untuk membuat sarapan pagi.''aiyo aku hampir telat lagi lebih baik aku buat roti selai saja buat rafael''guman nya di sela sela mengambil roti.
ya wanita itu adalah Rachel, lagi dan lagi dia akan terlambat bekerja selalu saja seperti itu. jika kalian tanya di mana Rafael mungkin dia sedang mandi jadi tidak sempat membangun kan mami nya.
tok tok tok
suara pintu kamar Rafael yang di ketok oleh Rachel ''rafael sayang ayo bangun kita sarapan pagi dulu,mandi nya jangan lama lama nanti bisa telat''kata Rachel memperingat kan.
Clek
pintu kamar rafael terbuka lebar, anak kecil itu membuka pintu dengan perlahan tapi pasti, ''ya mami ayo kita pergi makan dulu''kata Rafael dengan seragam yang sudah terpakai di tubuh nya.''oke ayo''balas Rachel kemudian berjalan ke arah meja makan begitu pula dengan Rafael di belakang nya.
ke dua ibu dan anak itu pun sarapan pagi bersama, setelah selesai sarapan seperti biasa Rachel segera mengantar Rafael pergi ke sekolah nya,nah jika Rachel sudah mengantar Rafael baru dia akan pergi bekerja.
namun sebelum sampai di hotel tiba-tiba ponsel rachel berdering menandakan ada orang menelfon. ''ya hallo''kata Rachel menyapa. ''ya Rachel,di mana kamu cepat kemari ke ruangan ku sekarang tak perlu waktu lama kamu harus segera sampai''kata orang di sebrang sana yang tak lain adalah seorang lelaki yaitu bos hotel tempat Rachel bekerja.
tut..tutt..tutt...
bunyi telefon yang di matikan secara sepihak,bos Rachel bahkan tidak memberikan sedikit kesempatan bagi Rachel untuk berbicara.
''aiss benar benar dehh,ini ada apa lagi coba,pagi pagi udah di panggil aja''guman Rachel.
berapa menit kemudian Rachel pun tiba di parkiran hotel khusus karyawan dengan segera Rachel pergi menuju ruangan bos nya depan ruangan bos nya Rachel dengar suara orang menangis dengan kencang.
''huahhh....hoahhh huhu huuu''suara orang menangis di balik pintu di mana tempat bos Rachel berada. ''woahh suara tangisan yang sangat keras dan sungguh dapat merusak telinga''guman Rachel dalam batin.
tok tok tok
Rachel mengetuk pintu dulu sebelum memasuki ruangan bos nya itu, setelah mengetuk pintu itu baru rachel langsung masuk,di dalam rachel melihat manager Jui yang sedang menangis dengan keras.
''woooo huhuuu hoahhh hiks hiks hikss''suara tangisan dari manajer Jui.
manager Jui itu sedang menangis dengan keras sedang kan luasnya hanya bisa menenangkan manager Jui saja supaya bisa lebih tenang. ''ok ok tenang,jangan menangis lagi okee''kata bos pemilik hotel menenangkan manajer Jui berbeda dengan rachel dia hanya bisa menatap manajer jui dengan tatapan malas.
^^^Tbc.^^^