
Seseorang itu tersenyum misterius karena Rachel tidak sadar mungkin karena sudah lelah dalam pesta tadi apa lagi saat tiba di rumah Rachel langsung berganti pakaian tidur dan menghampiri putra nya jadi itu sebab nya dia merasa kelelahan setelah bercerita dongeng dan tertidur di samping putra nya.
seseorang itu pun membawa Rachel pergi dari kamar itu dan membawa nya ke tempat lain nya.
...•••••...
cit cittt...
suara burung burung bersiul, langit yang semakin terang menandakan pagi akan tiba.
sinar matahari melewati celah jendela kamar yang di tempati rachel membuat rachel terusik tidur nya.
rachel membuka pelan mata nya dan seketika dia melotot kaget akan pemandangan di hadapan nya itu.
ia kaget karena tadi malam ia sangat ingat dengan jelas kalau dia tidur di kamar putra nya.
tapi sekarang ia bingung kenapa bisa bangun di kamar eiden dengan posisi eiden yang memeluk diri nya pula, mana lagi tangan nya berada di dada eiden yg sedikit terbuka itu.
''t-tangan ku''guman rachel. ''wahh sejak kapan eiden memiliki tubuh yang bagus''guman rachel dalam hati karena sedang terpesona oleh dada bidang eiden.
'' kalau saja kancingan baju tidur nya sedikit di buka ke bawah lagi pasti aku bisa melihat pemandangan yang lebih indah lagi''lanjut nya dalam batin lagi dan tanpa sadar sedikit mengelus dada bidang eiden.
tiba tiba...
grepp
sebuah tangan kekar memegang pergelangan tangan rachel dan hal itu membuat rachel terlonjak kaget.
''yaakk''teriak nya dengan kaget dan dengan refleks berusaha melepas kan genggaman tangan orang itu.
dengan kesal eiden menarik tangan rachel.
''kau..''ucap eiden dengan suara bangun tidur nya.
Deg..
''a-ada apa dengan ku?''batin rachel bingung. ''bukan nya dia hanya mengatakan kata kau dengan suara parau nya t-tapi kenapa?kenapa jantung ku bisa sampai berdetak dengan kencang begini''lanjut nya.
rachel menatap eiden dengan polos membuat eiden terkekeh gemas.
''kau membangun kan singa yang sedang tidur nona''sarkas geo.
rachel kaget ''ahh a apa yang ku lakukan barusan aaa..gawat bisa bisa nya aku ketagihan memegang dada nya''batin rachel menahan malu.
''m-maaf aku tidak sengaja ha-habis nya kenapa bisa aku di sini dan bukan nya di kamar rafael''ucap rachel dengan gugup.
''ohh kau menyalah kan ku?''tanya eiden sambil menatap tajam ke arah rachel.
rachel menciut ke takutan di pelukan eiden,dan dengan sedikit keberanian ia mendongak kan kepala nya menjadi menatap eiden lalu berkata ''ti tidak bukan begitu''jawab nya gugup.
''lalu?''tanya eiden sambil menaik kan alis nya ke atas.
''kan sudah jelas aku ingat kalau aku tidur bersama rafael tadi malam jadi aku tidak tau kenapa aku bisa tidur di sini''jawab nya asal.
''ohh begitu ya?''guman eiden pelan sambil mengangguk angguk kan kepala nya mengerti.
'' tapi bukan nya itu salah mu ya?''tanya eiden basa basi.
''hah?apa maksud nya itu salah ku?emang aku ngapain sampai bisa tiba di sini?aaa masak sih aku tidur sambil berjalan?gimana cara nya coba''batin rachel frustasi.
^^^TBC ^^^