
jika itu benar kan itu bukan urusan rachel jadi rachel mah bodo amat aja,ambil santai dan tenang aja.
''aihh benar bukan?ternyata dia benar benar menganggap ku sebagai saingan cinta nya,dugaan ku benar rupa nya huhu padahal aku dan rian kan tidak ada hubungan apa apa,kami itu hanya sebatas teman saja''batin Rachel yang merasa tertekan.
...•••••...
''ahh tidak kok,aku pamit pergi dulu ya,aku masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan jadi aku akan meninggal kan kalian berdua dulu dahh''kata rachel sambil berjalan pergi dan melambai lambai kan tangan nya.
Bang..
Rachel menutup pintu dengan cepat, setelah Rachel tak terlihat kini tinggal lah mereka berdua yang masih pelukan lebih tepat nya sih hanya cia yang memeluk Rian.
''lepas kan aku,kau memeluk ku terlalu erat,jangan memeluk ku lagi apa lagi jika terlalu erat,itu membuat ku tidak nyaman''kata Rian dengan malas sambil menjauh kan tangan cia dari lengan nya.
''bagaimana kau tau kalau aku berada di kota ini?''tanya Rian dengan lega karena cia sudah melepas kan oelukan nya.
''hehe itu rahasia''kata cia di sertai kekehan nya. ''hah rahasia? bagaimana itu mungkin?aku sudah lama menggunakan nama palsu di kota ini,betapa lama kau di sini?dan sebenr nya bagaimana kau bisa menemukan ku??''tanya Rian bertubi tubi pada cia.
''kalau begitu antar aku ke kamar ku dulu lalu aku akan memberitahu mu semua nya tanpa terkecuali''kata cia lalu memeluk Rian dari belakang.
''hey kau jangan selalu memeluk ku secara tiba-tiba dong,kalau aku jatuh bagaimana''ketus Rian sambil berusaha melepas pelukan nya.
Rian berhasil melepas pelukan itu lalu rian meraih tangan cia dan menggenggam tangan cia dengan erat sambil berkata ''kata kan siapa itu?siapa orang yang memberitahu mu tentang keberadaan ku?apa si pak tua itu?''tanya Rian sambil mencengkram tangan cia dengan kuat.
''ahh aw aw..itu sakit,kau menyakiti pergelangan tangan ku''lirih cia kesakitan namun Rian tak mempeduli kan nya dan sibuk dalam pikiran nya. ''ohh tidak!apa si pak tua itu sudah tau keberadaan ku?CK sial sekali jika si pak tua itu menemukan keberadaan ku, Rachel dan anak nya mungkin akan dalam masalah besar jika itu beneran..''batin Rian khawatir.
''hey lepas kan cengraman mu dari tangan ku,itu bukan dia yang memberitahu ku''kata cia sambil berusaha melepas cengkraman tangan Rian.
''lalu jika bukan dia bagaimana bisa kau mengetahui keberadaan ku?''tanya Rian dengan marah. ''bukan kah kau yang memberitahu ku jika kau sedang berada di sini ya?dan kau juga menyuruh ku datang kemari''jawab cia dengan jujur.
Rian kaget dan melepas kan cengkraman nya dengan kasar ''apa maksud mu itu hah?aku?aku apa?kapan aku menyuruh mu kemari?aku tidak pernah menyuruh mu kemari tau''kata Rian dengan emosi nya berteriak di depan wajah cia.
^^^Tbc.^^^