
Rachel melihat apa yang di lakukan Eiden hanya bisa menatap tanpa berbicara sedikit pun.eiden ikut menatap wajah rachel sebentar lalu menyingkir kan kacamata yang berada di mata rachel.
''mata yang indah,sama seperti dia,hidung yang mancung sama seperti dia,bibir plum mungil nan tipis ini juga sama seperti dia''batin Eiden sambil mengusap bibir tipis rachel.''apakah orang ini beneran dia?''lanjut Eiden berguman dalam batin.
...•••••...
''Ahh apa apaan ini,kenapa dia menatap ku seperti ini mana lagi dia mengambil kacamata ku dan mengusap bibir ku,emang bibir ku kotor apa pake acara di usap usap segala''batin Rachel kesal. ''tapi..kalau di liat dari dekat dia sungguh sangat tampan''lanjut Rachel berbatin sambil menatap wajah tampan Eiden.
''Ohh ayo lah Rachel jangan terpesona akan ketampanan nya dia itu orang nya jahat,suka seenak nya pokok gak baik dehh meski belum kenal lama ini hehe''batin Rachel ngelantur.
''emm tuan ada yg bisa saya bantu,silahkan beritahu saya''lirih Rachel karena tidak bisa berontak membuat Eiden,tersadar dari lamunan nya dan melepas pelukan nya dan membalik kan tubuh nya.
''saya hanya ingin selalu bisa menemukan mu jika di butuh kan''kata Eiden sambila membalik kan badan nya dan menatap rachel.
''okey Rachel,tetap tenang...dia tidak bisa di singgung orang nya''batin Rachel.''oh tidak masalah dan saya mengerti''jawab Rachel.
Rachel mulai mengeluar kan kartu nama dari saku jas nya dan memberikan nya pada Eiden ''ini adalah kartu nama saya,jika anda butuh sesuatu anda bisa menghubungi saya lewat ini,dan telepon saya jika anda butuh saja''kata Rachel dengan senyum profesional nya.
Setelah selesai memberikan kartu nama nya Rachel langsung pamit pergi untuk melakukan tugas nya yg lain.
Saat Rachel memasuki lift tiba tiba ponsel nya berbunyi, dengan segera Rachel langsung mengkat telpon tersebut.
''hallo Rachel bagaimana keaadan di sana?''tanya orang di seberang sana yang tak lain adalah boss Rachel.
''huh, aman terkendali''jawab Rachel dengan malas. ''tapi lantai 47-55 ini harus di aman kan dengan ketat terutama di lantai 51 itu yg harus paling di perketat'' lanjut Rachel berbicara dengan tegas nya.
''hah apa apa?mengapa harus begitu?bukan kah dia hanya seorang konglomerat biasa?apakah kita harus benar benar menjaga nya seperti akan di serang musuh?''jawab bos Rachel di telepon.
''haiss,pelanggan adalah raja,kita harus melakukan yang tebaik dan hati hati juga teliti.tidak boleh ada kesalahan sedikit pun''jawab rachel jengah.
''baiklah baiklah,saya akan melakukan apa yang seperti kau suruh,sudah dulu ya aku masih banyak pekerjaan lain nya bye''balas bos Rachel dengan nada mengejek nya dan mematikan telepon tersebut secara sepihak padahal rachel belum menjawab iya.
Tut Tut.
Rachel hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya sambil tersenyum tipis. ''menurut ku dia adalah bukan orang biasa,dia tidak sesederhana itu...''guman Rachel dalam batin kemudia menaruh ponsel nya kembali di dalam jas nya.
Dret..dreet..dreettt...
Suara ponsel Rachel kembali berdering, Rachel pun langsung mengambil kembali ponsel nya dari dalam jas nya kemudian dia melihat ponsel nya dan menjadi terkejut seketika.
''apahh!!oh tidak..sudah waktu nya menjemput Rafael,TK tempat anak ku belajar sudah waktu nya pulang,gawat aku akan segera telat ahh''batin Rachel kaget.
''aku harus segera pergi menjemput nya,jika tidak dia pasti akan menunggu lebih lama lagi''lanjut Rachel berbatin bertepatan lift yang tiba di lantai bawah,dengan segera Rachel berlari keluar hotel dan mulai memasuki mobil nya itu.
Setelah masuk mobil Rachel langsung mulai menghidup kan mesin mobil nya dan mulai menjalan kan mobil itu pergi meninggal kan kawasan hotel tempat nya bekerja itu.
^^^Tbc.^^^